Oct 27, 2026
Olahraga

Messi Ungkap Kesakitan Berpisah dari Timnas Argentina

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Argentina atas Benin menutup laga uji coba internasional dengan dominasi yang nyaris total, namun euforia lapangan sedikit tertutup oleh nada haru dalam pernyataan Lion...

Messi Ungkap Kesakitan Berpisah dari Timnas Argentina

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Argentina atas Benin menutup laga uji coba internasional dengan dominasi yang nyaris total, namun euforia lapangan sedikit tertutup oleh nada haru dalam pernyataan Lionel Messi setelah pertandingan. Bintang nomor 10 itu bicara blak-blakan soal perasaannya menjelang kemungkinan perpisahan dengan panggung timnas, dan ia mengakui bahwa momen semacam ini terasa sangat menyakitkan dalam perjalanan kariernya.

Jalannya Pertandingan: Argentina Menekan Sejak Menit Awal

Sejak peluit awal ditiup wasit, tim besutan Lionel Scaloni langsung mengambil inisiatif dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan overload di sisi sayap kanan. Menit ke-6, Argentina sudah mencatat peluang pertama lewat umpan silang mendatar ke kotak penalti, namun sundulan striker masih melebar tipis di tiang jauh. Statistik penguasaan bola sepanjang 45 menit pertama menunjukkan penguasaan bola 67% untuk albiceleste, sementara Benin hanya mampu menyusun tiga serangan balik yang semuanya gagal menembus baris pertahanan.

Menit ke-18, tekanan akhirnya membuahkan hasil. Umpan terobosan presisi dari lini tengah mengirim Lautaro Martínez lolos dari perangkap offside, dan penyerang Inter Milan itu menaklukkan kiper dengan tendangan kaki kiri ke sudut kanan gawang. Skor 1-0 untuk Argentina. Dalam catatan statistik, gol tersebut adalah penyelesaian ketiga Argentina ke arah gawang, alias shots on target ketiga dari tujuh percobaan total.

Benin mencoba bertahan dalam blok rendah dengan 5-4-1, tetapi struktur pertahanan itu runtuh tepat sebelum turun minum. Menit ke-42, sepakan bebas Messi dari sisi kiri diarahkan ke tiang depan, dan tandukan kepala Romero mengubah kedudukan menjadi 2-0. Asist tercatat atas nama Messi — assist ketiganya dalam lima pertandingan terakhir bersama timnas, angka yang menegaskan mengapa ia tetap menjadi poros kreatif skuad.

Statistik jeda memperlihatkan dominasi berlanjut: penguasaan bola 69%, delapan tendangan ke arah gawang, dan empat sepak pojok. Sementara Benin hanya memiliki satu shots on target yang dengan mudah diamankan kiper Emiliano Martínez, yang akhirnya mencatat clean sheet ke-29 dalam karier internasionalnya.

Messi Tutup Pesta dengan Assist dan Gol di Babak Kedua

Scaloni melakukan dua pergantian di ruang istirahat, memasukkan gelandang serang untuk menambah kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Taktik itu langsung membuahkan hasil. Menit ke-55, Argentina diuntungkan pemeriksaan VAR saat wasit awalnya tidak meniup pelanggaran, namun tinjauan gambar menunjukkan bola mengenai tangan bek Benin di kotak terlarang. Titik putih diberikan, dan Julián Alvarez yang maju sebagai eksekutor menaklukkan kiper dengan tembakan ke kiri gawang — assist penalti tercatat atas keputusan VAR, skor 3-0.

Menit ke-68, Messi sendiri hampir menambah pundi gol ketika menerima umpan satu-dua di depan kotak penalti, tetapi tembakan volinya membentur mistar. Tiga menit kemudian, ia kembali mengirim terobosan lambung kepada Alvarez yang berlari bebas; sayang, bola digagalkan kiper dengan kaki kanan. Secara keseluruhan, Argentina menutup pertandingan dengan 14 shots on target dari 23 percobaan, sementara Benin hanya mencatat dua.

Tidak ada kartu merah dalam laga ini, hanya dua kartu kuning — satu untuk bek Argentina saat menghentikan serangan balik di menit ke-74, dan satu lagi untuk pemain Benin pada menit ke-86 akelah mencegat peluang emas. Pertandingan ditutup tanpa tambahan gol, dan skor akhir 3-0 bertahan hingga peluit panjang.

Kilas Balik Messi: Luka Perpisahan yang Masih Terasa

Di area mixed zone, Messi berdiri di depan mikrofon dengan ekspresi datar namun suara bergetar. Ia memilih kata-kata sederhana, tapi dampaknya besar: berpisah dengan seragam timnas, katanya, adalah salah satu hal paling menyakitkan yang pernah ia rasakan dalam hidup. Pernyataan itu muncul sehari setelah laga resmi, ketika isu mundur dari panggung internasional kembali mengemuka di media olahraga.

Secara data, kekhawatiran publik bisa dimengerti. Pada usia 37 tahun, Messi tetap terlibat langsung dalam 71% peluang bersih Argentina sepanjang tahun ini, serta mencetak atau menyumbang assist pada 62% gol tim dalam enam laga terakhir. Angka-angka itu menjelaskan mengapa kehadirannya di starting XI masih terasa begitu menentukan, baik dalam hal pressing triggers maupun distribusi vertikal ke lini depan.

Presiden federasi juga bicara setelah pertandingan, menegaskan bahwa pintu timnas akan selalu terbuka untuk pemain yang pernah membawa Argentina meraih trofi bergengsi. Namun keputusan akhir, sesuai tradisi, selalu berada di tangan sang pemain sendiri.

Apakah Ini Akhir dari Sebuah Era?

Bagi para analis taktik, pertandingan melawan Benin sekaligus menjadi laboratorium bagi Scaloni untuk menguji skema tanpa ketergantungan berlebihan pada Messi. Formasi 4-3-3 berubah menjadi 4-2-3-1 pada fase bertahan, dengan gelandang nomor enam menjaga ruang antara lini. Hasilnya cukup meyakinkan: Argentina hanya kebobolan nol gol, Benin tercatat hanya memiliki 39% penguasaan bola, dan hanya mampu melepaskan total lima tembakan.

Tetapi statistik tak pernah menceritakan seluruh kisah. Di balik angka penguasaan bola yang menggembirakan dan catatan clean sheet yang rapi, tersimpan pesan emosional dari seorang kapten yang tampaknya mulai memikirkan pamit. Jika benar keputusan itu diambil, Argentina akan kehilangan bukan hanya pencetak gol, tapi juga otak dari setiap skema serangan yang selama ini berjalan mulus.

Satu hal yang pasti: selama Messi masih mengenakan jersey biru-putih, setiap pertandingan tetap layak ditonton penuh, dan setiap wawancara pasca-laga bisa jadi menyimpan pesan perpisahan yang membuat seluruh dunia sepak bola ikut merasakan sakitnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User