Argentina Lolos ke 16 Besar Usai Drama Extra Time Lawan Tanjung Verde

Skor akhir 2–1 untuk Argentina — dan angka itu tidak cukup untuk menggambarkan betapa dekatnya juara bertahan itu dengan kekalahan. Drama 120 menit di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/20...

Aug 24, 2026 - 02:28
0 0
Argentina Lolos ke 16 Besar Usai Drama Extra Time Lawan Tanjung Verde

Skor akhir 2–1 untuk Argentina — dan angka itu tidak cukup untuk menggambarkan betapa dekatnya juara bertahan itu dengan kekalahan. Drama 120 menit di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026) ditutup dengan Lionel Messi mengangkat bek Tanjung Verde, Sidney Lopes Cabral, dari rumput pada menit ke-119 setelah keduanya jatuh dalam duel udara. Sebuah gestur sportivitas di tengah malam yang nyaris menjadi mimpi buruk terbesar La Albiceleste di Piala Dunia 2026.

Tanjung Verde, debutan turnamen, memaksa juara bertahan melewati babak perpanjangan waktu untuk pertama kalinya di edisi ini. Penguasaan bola akhir mencatat 68 persen untuk Argentina, namun angka itu berbohong tentang betapa kerasnya tembok yang harus mereka bobol: 19 tembakan, hanya 4 shots on target, sementara lawan yang menguasai 32 persen bola justru menghasilkan 3 shots on target dari 7 percobaan.

Babak Pertama: Blok Rendah 5-4-1 Menahan Gempuran Albiceleste

Argentina turun dengan starting XI terbaiknya dalam formasi 4-3-3: Emiliano Martínez di bawah mistar, Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nicolás Tagliafico di lini belakang, serta trio Messi, Julián Álvarez, dan Lautaro Martínez di depan. Namun sejak menit ke-1, Tanjung Verde menolak bermain terbuka. Pelatih mereka memasang dua lapis pertahanan, dengan para gelandang turun menutup semua jalur umpan pendek menuju Messi di sisi kanan.

Sampai menit ke-30, Argentina baru melepaskan dua tembakan dan keduanya melenceng. Menit ke-23, Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 24 meter yang mengancam, namun kiper lawan menepis bola — momen paling berbahaya di babak pertama. Kartu kuning pertama keluar pada menit ke-28 untuk bek sayap kanan Tanjung Verde setelah pelanggaran taktis menghentikan serangan balik Álvarez. Skor 0–0 bertahan hingga turun minum, dan siulan dari tribun Miami mulai terdengar.

Babak Kedua: Gol Cepat Álvarez, Dibalas Kejutan Debutan

Argentina membuka keunggulan pada menit ke-52. Umpan silang Molina dari sisi kanan disambut voli Álvarez yang melesat ke pojok gawang — gol pertama dan assist pertama Molina di turnamen ini. Skor 1–0 membuat juara bertahan mengendur, dan itu kesalahan yang segera dibayar mahal. Menit ke-71, dari sepak pojok, bek Tanjung Verde memenangi duel udara dan menyundul bola ke tiang jauh. VAR memeriksa posisi pemain selama dua menit sebelum gol disahkan: tidak ada offside, skor berubah 1–1.

Setelah gol penyama, Tanjung Verde mundur total ke area sendiri dan Argentina menyerang habis-habisan. Menit ke-84, tembakan Lautaro Martínez dari dalam kotak membentur tiang; menit ke-90+3, sundulan Romero melebar tipis. Kartu kuning kedua untuk Argentina keluar pada menit ke-88 ketika Enzo Fernández menghentikan serangan balik dengan pelanggaran di tengah lapangan. Skor 1–1 bertahan, dan laga berlanjut ke 2x15 menit tambahan.

Extra Time: Gol Messi Menit ke-113 dan Momen yang Melebihi Gol

Babak pertama perpanjangan waktu berjalan tanpa gol dan kelelahan mulai terlihat. Argentina menaikkan pressing, namun pada menit ke-98 mereka nyaris kebobolan saat serangan balik tiga lawan dua berakhir dengan penyelamatan satu lawan satu Emiliano Martínez. Pada menit ke-113, momen yang dinanti akhirnya tiba: umpan terobosan Ángel Di María — masuk pada menit ke-76 — menembus dua bek, Messi mengontrol, mengecoh kiper, dan mencetak gol dari sudut sempit. Gol itu menjadi gol ke-14 Messi sepanjang karier Piala Dunia dan assist kelima Di María di turnamen ini.

Enam menit kemudian, drama berubah menjadi momen kemanusiaan. Dalam duel udara memperebutkan bola di sisi kanan, Messi dan Cabral jatuh bersamaan. Messi bangun lebih dulu, mengulurkan tangan, dan mengangkat bek berusia 27 tahun itu dari rumput sebelum berpelukan singkat. Tribun Miami bergemuruh memberikan tepuk tangan — momen yang mungkin lebih dikenang daripada gol itu sendiri.

"Kami tidak bermain bagus, dan itu jujur untuk diakui," ujar pelatih Argentina usai laga. "Tetapi Piala Dunia tidak selalu tentang bermain indah. Terkadang tentang bertahan dalam badai — dan malam ini kami melakukannya."

Angka Lengkap: Apa Kata Data?

Statistik akhir berbicara tentang satu tim yang mendominasi dan satu tim yang nyaris mengguncang dunia: penguasaan bola 68–32 persen, tembakan 19–7, shots on target 4–3, tendangan pojok 11–3, dan offside 2–4. Kartu kuning 3 untuk Argentina dan 2 untuk Tanjung Verde. Gol Álvarez (52') dan Messi (113') memastikan skor akhir 2–1, sementara gol penyama Tanjung Verde (71') akan dikenang sebagai salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola negara kepulauan itu.

Tanjung Verde pulang dengan kepala tegak: hanya kalah satu gol dari juara bertahan, tanpa pernah menyerah. Bagi Argentina, lawan di babak 16 besar menanti di Dallas, dan Messi serta rekan-rekannya tahu performa seperti ini tidak akan cukup. Namun tiket sudah di tangan — skor akhir 2–1 dan satu tempat di 16 besar adalah fakta yang tak bisa dibantah. Juara bertahan masih hidup, meski hanya dengan satu nyawa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User