Messi Sebut Perpisahan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan timnas Argentina atas Benin menjadi panggung emosional bagi Lionel Messi. Bukan karena gol atau assist, melainkan karena momen itu membangkitkan kembali luka lama sang ...

Oct 08, 2026 - 09:41
0 0
Messi Sebut Perpisahan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan timnas Argentina atas Benin menjadi panggung emosional bagi Lionel Messi. Bukan karena gol atau assist, melainkan karena momen itu membangkitkan kembali luka lama sang kapten tentang perpisahan dengan seragam La Albiceleste. Dalam laga yang digelar dengan penguasaan bola mencapai 68 persen milik Argentina, Messi tampil sebagai starter dan menyumbang satu gol serta satu assist sebelum ditarik keluar pada menit ke-72.

Pertandingan berjalan sesuai skenario. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Lionel Scaloni menempatkan Messi sebagai false nine, didampingi dua penyerang cepat di sayap. Sejak menit awal, Argentina menekan pertahanan Benin yang bermain dengan blok rendah 5-4-1. Menit ke-18, Messi melepaskan umpan terobosan kepada Julian Alvarez, namun penyelesaiannya masih membentur tiang gawang. Tiga menit berselang, giliran tendangan bebas Messi yang memaksa kiper Benin melakukan penyelamatan penting.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol Hingga Menit ke-40

Meski menguasai jalannya pertandingan, Argentina baru memecah kebuntuan pada menit ke-40. Gol pembuka lahir dari skema sepak pojok pendek. Messi menerima bola di ruang sempit, lalu melepaskan umpan silang terukur yang disambar Enzo Fernandez dengan sundulan keras. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat Argentina dengan 8 shots on target dari total 12 percobaan, sementara Benin tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Menit ke-55, Messi mencetak gol keduanya dalam laga ini melalui eksekusi penalti setelah Alvarez dijatuhkan di kotak terlarang. Wasit sempat mengecek VAR untuk memastikan pelanggaran, dan keputusan tetap menguntungkan Argentina. Gol tersebut membuat skor menjadi 2-0 dan mencatatkan Messi sebagai pemain dengan gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Argentina.

Momen Emosional di Menit ke-72

Menit ke-72 menjadi titik yang paling menyita perhatian. Scaloni menarik Messi keluar dan menggantikannya dengan Thiago Almada. Saat berjalan menuju bangku cadangan, Messi terlihat menundukkan kepala, menyeka matanya, dan menerima standing ovation dari seluruh penonton di stadion. Kamera menangkap ekspresi haru sang pemain yang kontras dengan selebrasi golnya beberapa menit sebelumnya.

Gol ketiga Argentina lahir pada menit ke-81 melalui aksi individu Almada yang menutup laga dengan skor akhir 3-0. Kemenangan ini memperpanjang tren positif Argentina dengan clean sheet keempat dalam lima pertandingan terakhir. Benin tercatat hanya memiliki penguasaan bola 32 persen dan nol shots on target sepanjang 90 menit.

Analisis: Beban Emosional di Balik Kemenangan

Secara taktik, pertandingan ini menunjukkan bahwa Argentina masih sangat bergantung pada kreativitas Messi di sepertiga akhir lapangan. Ketika Messi ditarik keluar, aliran bola ke lini depan sempat tersendat selama sepuluh menit sebelum Almada menyesuaikan ritme. Scaloni tampaknya menyadari hal ini dan mulai membangun pola permainan alternatif melalui pergerakan Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister di lini tengah.

Namun, di balik angka statistik yang mentereng, tersimpan cerita personal yang lebih dalam. Messi secara terbuka mengakui bahwa membayangkan perpisahan dengan timnas merupakan salah satu hal paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia menyebut setiap pertandingan bersama La Albiceleste kini terasa seperti kesempatan terakhir yang harus dinikmati sepenuhnya.

"Rasanya sangat menyakitkan ketika harus berpikir tentang perpisahan. Saya ingin terus berada di sini selama mungkin, tetapi waktu tidak bisa dibohongi," ujar Messi dalam sesi wawancara usai laga.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemenangan 3-0 atas Benin bukan sekadar tiga poin biasa. Bagi Messi, setiap menit di lapangan adalah warisan yang ia tinggalkan bagi generasi berikutnya. Dengan kartu kuning yang diterima bek Benin pada menit ke-63 dan tidak adanya kartu merah sepanjang pertandingan, laga berjalan relatif terkendali.

Scaloni pun angkat bicara mengenai kondisi mental kaptennya. Ia menilai Messi tetap menjadi pemimpin utama di ruang ganti, baik saat bermain maupun ketika diistirahatkan. Menurutnya, regenerasi timnas Argentina sedang berjalan dengan baik tanpa harus mengorbankan status legenda yang masih aktif.

Catatan Statistik dan Proyeksi ke Depan

Dengan tambahan satu gol dan satu assist dalam laga ini, Messi memperkuat posisinya sebagai top skor sepanjang masa timnas Argentina. Kontribusinya musim ini mencapai 7 gol dan 5 assist dalam sembilan penampilan terakhir. Argentina sendiri mencatat rata-rata penguasaan bola di atas 60 persen dalam lima pertandingan terakhir, menunjukkan dominasi yang konsisten di lini tengah.

Menatap laga berikutnya, Scaloni kemungkinan akan tetap memainkan Messi sebagai starter, mengingat pengaruh besarnya terhadap pola serangan. Namun, manajemen menit bermain akan menjadi kunci agar kondisi fisik sang kapten tetap prima. Perpisahan yang ditakuti Messi mungkin belum akan terjadi dalam waktu dekat, tetapi setiap pertandingan kini terasa sebagai perayaan sekaligus perpisahan yang perlahan mendekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User