Messi Gemilang Antar Argentina ke Perempat Final
Atlanta, 7 Juli 2026 — Lionel Messi memimpin Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Mesir di Mercedes-Benz Stadium. Sang kapten mencetak dua gol, t...
Atlanta, 7 Juli 2026 — Lionel Messi memimpin Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Mesir di Mercedes-Benz Stadium. Sang kapten mencetak dua gol, termasuk tendangan spektakuler pada menit ke-67 yang memastikan tiket La Albiceleste di hadapan 71.000 penonton.
Skor akhir 3-1 menegaskan dominasi tim asuhan Lionel Scaloni yang sejak awal menerapkan formasi 4-3-3 ofensif dengan Julian Alvarez sebagai ujung tombak, diapit Messi dan Alejandro Garnacho di sayap. Mesir, yang mengandalkan Mohamed Salah sebagai poros serangan, mencoba menekan melalui transisi cepat, namun solidnya duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez membuat setiap peluang mentah.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Tekanan Tak Henti
Argentina membuka skor hanya pada menit ke-8. Umpan terobosan Enzo Fernandez dari lini tengah menemukan Julian Alvarez yang menusuk ke kotak penalti. Dengan tenang, striker Manchester City itu melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh, melewati penjaga gawang Mohamed El Shenawy. Assist tersebut menjadi yang ketiga bagi Fernandez di turnamen ini, menunjukkan peran krusialnya sebagai pengatur serangan.
Statistik penguasaan bola langsung timpang: Argentina memegang 62% di 20 menit awal. Mesir, dengan formasi 4-2-3-1 yang dipadatkan, hanya mengandalkan serangan balik lewat kecepatan Salah. Menit ke-23, Salah nyaris menyamakan kedudukan andai sontekannya tak membentur tiang gawang Emiliano Martinez. Momen itu menjadi satu-satunya shots on target Mesir di babak pertama dari total 3 tembakan. Sebaliknya, Argentina melepaskan 8 tembakan dengan 4 tepat sasaran.
Menit ke-34, Messi menggandakan keunggulan. Berawal dari umpan pendek Rodrigo De Paul, Messi menusuk dari sayap kanan, melewati dua bek, dan melepaskan tendangan melengkung ke pojok kiri atas gawang. Gol tersebut merupakan yang ke-14 bagi Messi di Piala Dunia, menyamai rekor sepanjang masa. Selebrasi khas dengan tangan terbuka menghadap langit langsung memantik riuh pendukung Argentina yang memadati stadion.
Babak Kedua: Gol Penutup dan Drama Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Mesir meningkatkan intensitas. Pelatih Hossam Hassan memasukkan gelandang serang Ahmed Sayed untuk menambah daya gedor. Hasilnya, pada menit ke-52, Mesir memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Mahmoud Hamdy memanfaatkan sepak pojok Salah. Penguasaan bola Mesir naik menjadi 47% di 15 menit awal babak kedua, dan mereka tampil lebih berani menekan.
Namun momen krusial terjadi di menit ke-67. Serangan balik cepat Argentina diawali sapuan Romero yang langsung disambut Garnacho di kiri. Dengan kecepatan, Garnacho menusuk dan mengirim umpan silang mendatar ke kotak penalti. Bola sempat ditepis El Shenawy, namun pantulannya langsung disambar Messi dengan tendangan voli dari luar kotak. Gol ketiga Argentina itu mengubah skor menjadi 3-1, sekaligus memupus harapan Mesir.
Sepanjang laga, Argentina mencatatkan 18 tembakan (8 on target) berbanding 7 (3 on target) milik Mesir. Penguasaan bola akhir dimenangi Argentina dengan 58%. Akurasi oper mencapai 87%, menunjukkan kontrol penuh di lini tengah. Di sisi lain, Mesir harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang Hamdi Fathi menerima kartu kuning kedua pada menit ke-79 akibat pelanggaran keras terhadap De Paul.
Analisis: Messi Sang Jenderal, Soliditas Bek Kunci
Performa Messi sekali lagi menjadi pembeda. Dengan 2 gol dari 4 tembakan, 3 dribel sukses, dan 2 operan kunci, ia layak dinobatkan sebagai pemain terbaik. Tapi kredit besar juga layak diberikan kepada duet bek tengah Romero dan Martinez yang melakukan 5 tekel, 8 sapuan, dan memenangi 12 duel udara. Clean sheet tak tercapai, namun mereka meredam Salah yang hanya melepaskan 2 tembakan sepanjang pertandingan.
Starting XI Argentina: E. Martinez; Molina, Romero, L. Martinez, Acuna; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi (kapten), Alvarez, Garnacho. Scaloni mempertahankan kepercayaan pada formasi ini, yang sudah terbukti solid sejak fase grup. Masuknya pemain muda Garnacho memberi dimensi kecepatan yang sebelumnya kerap ditahan lawan.
Kutipan pelatih Lionel Scaloni seusai laga:
“Leo kembali menunjukkan kualitasnya, tapi kemenangan ini hasil kerja kolektif. Kami harus tetap rendah hati dan fokus ke laga berikutnya.”Sementara itu, Hossam Hassan mengakui keunggulan Argentina:
“Kami mencoba yang terbaik, tapi efisiensi mereka luar biasa. Selamat untuk Argentina.”
Dengan hasil ini, Argentina akan menghadapi pemenang laga antara Jerman dan Senegal di perempat final. Bisa jadi, perjalanan mempertahankan trofi masih panjang bagi La Albiceleste.
Comments (0)