Mbappe Rp10 Miliar per Pekan, Ini 10 Pemain Termahal La Liga
Papan klasemen gaji La Liga 2025/2026 baru saja dirilis, dan hasilnya tidak mengejutkan: Real Madrid kembali mendominasi. Kylian Mbappe menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi, mengantong...
Papan klasemen gaji La Liga 2025/2026 baru saja dirilis, dan hasilnya tidak mengejutkan: Real Madrid kembali mendominasi. Kylian Mbappe menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi, mengantongi Rp10 miliar per pekan atau setara lebih dari Rp520 miliar per musim. Angka tersebut sekaligus menobatkan penyerang Prancis itu sebagai pemain termahal yang pernah tercatat dalam sejarah liga. Total gaji sepuluh pemain papan atas ini diperkirakan menembus Rp45 miliar per pekan, jumlah yang setara dengan anggaran operasional beberapa klub Eropa kelas menengah selama satu musim penuh.
Mbappe di Puncak, Real Madrid Memimpin Perburuan Gaji
Menit pertama bursa transfer musim panas lalu sudah menjadi penentu. Real Madrid mengamankan Mbappe dengan status bebas transfer, tetapi kontraknya justru menjadi yang terbesar di La Liga. Rp10 miliar per pekan itu belum termasuk bonus penampilan dan hak gambar, yang bisa menambah pemasukannya hingga 20 persen setiap musim. Starting XI Madrid kini memuat tiga nama di daftar sepuluh besar: Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham. Kombinasi ketiganya membuat pengeluaran gaji klub mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Los Blancos, sekaligus menegaskan strategi klub yang tidak pernah takut mengeluarkan uang demi mempertahankan status raksasa Eropa.
Vinicius Junior diperkirakan menerima Rp4,5 miliar per pekan, sementara Bellingham menyusul dengan Rp4 miliar per pekan. Keduanya adalah produk generasi emas Madrid yang menjadi tulang punggung formasi 4-3-3 andalan Carlo Ancelotti. Jika Mbappe adalah mesin gol, Vinicius adalah penggerak serangan dari sisi kiri, dan Bellingham menjelma sebagai gelandang kotak-ke-kotak yang kerap muncul di momen penting. Bukan kebetulan jika ketiga nama ini menghuni posisi teratas daftar top skor tim musim ini.
Barcelona Bertahan di Zona Nyaman dengan Trio Mahal
Di sisi lain, Barcelona tetap menjadi pesaing terdekat dalam perang gaji. Robert Lewandowski, meski usianya sudah memasuki kepala tiga, masih menerima Rp6 miliar per pekan, menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi kedua di La Liga. Frenkie de Jong menyusul di posisi berikutnya dengan Rp5,5 miliar per pekan, sementara Pedri melengkapi trio Blaugrana dengan bayaran sekitar Rp3 miliar per pekan.
Yang menarik, manajemen Barcelona berhasil menekan total pengeluaran gaji lewat restrukturisasi kontrak. Meski tetap berada di jajaran teratas, klub Catalunya itu kini lebih disiplin dengan skema bonus berbasis penampilan. Lewandowski, misalnya, hanya menerima gaji pokok penuh jika mampu mencetak minimal 25 gol per musim. Musim lalu ia menuntaskan 33 gol di semua kompetisi, angka yang membuat seluruh klausul bonusnya aktif dan total bayarannya tetap mendekati puncak daftar.
Atletico dan Wajah Lain di Balik Daftar
Tidak semua nama di daftar ini berkostum putih atau biru-granat. Antoine Griezmann menjadi wakil Atletico Madrid dengan Rp3,5 miliar per pekan, imbalan atas perannya sebagai kreator utama tim. Statistiknya musim ini mencatat 12 assist dan 14 gol di La Liga, kontribusi yang membuat Diego Simeone tidak ragu menjadikannya pusat permainan. Jan Oblak, rekan setimnya, juga masuk daftar dengan Rp2,8 miliar per pekan — angka yang masuk akal bagi kiper dengan rekor clean sheet terbanyak sepanjang sejarah klub.
Dua slot terakhir dihuni oleh gelandang serang Real Betis dan kiper muda Athletic Bilbao yang baru menandatangani kontrak anyar musim panas lalu. Keduanya membuktikan bahwa daftar gaji tertinggi tidak lagi eksklusif milik Madrid dan Barcelona. Klub-klub lain mulai berani membayar mahal untuk mempertahankan bintang lokal mereka, sebuah pergeseran yang membuat persaingan La Liga makin sehat.
Angka di Balik Kontrak Raksasa
Pertanyaannya sederhana: apa yang membuat klub rela membayar Rp10 miliar per pekan? Jawabannya ada pada data. Mbappe mencatat 31 gol dan 9 assist di La Liga musim ini, dengan rasio konversi peluang di atas 20 persen. Angka itu setara dengan kontribusi langsung hampir satu gol per pertandingan — produksi yang di pasar transfer saat ini bernilai jauh di atas kontraknya. Di sisi komersial, kehadirannya juga mendongkrak penjualan jersey dan hak siar, yang menurut estimasi menutup 60 persen dari biaya gajinya.
Namun, gaji tinggi selalu membawa risiko. Tekanan ekspektasi, cedera, dan penurunan performa bisa mengubah kontrak mahal menjadi beban. Klub-klub La Liga kini semakin cerdas: sebagian besar kontrak anyar memuat klausul pengurangan gaji otomatis jika tim gagal lolos ke Liga Champions. Dengan kata lain, angka fantastis di atas bukan sekadar pemborosan, melainkan investasi yang dihitung dengan data — dan sejauh ini, dividennya terlihat di papan klasemen.
Comments (0)