Mbappe Hat-trick, Prancis Gilas Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026

East Rutherford, 1 Juli 2026 – Kylian Mbappe menulis babak baru dalam kisah gemilangnya bersama Les Bleus. Penyerang bernomor punggung 10 itu membukukan trigol (hat-trick) untuk mengantarkan Prancis...

Jul 28, 2026 - 07:46
0 0
Mbappe Hat-trick, Prancis Gilas Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026

East Rutherford, 1 Juli 2026 – Kylian Mbappe menulis babak baru dalam kisah gemilangnya bersama Les Bleus. Penyerang bernomor punggung 10 itu membukukan trigol (hat-trick) untuk mengantarkan Prancis melumat Swedia dengan skor akhir 4-1 pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Selasa malam waktu setempat. Tampil dominan sejak menit awal, tim asuhan Didier Deschamps memastikan satu tempat di fase 16 besar dengan penampilan kolektif yang mematikan di sepertiga akhir lapangan.

Momen puncak kemenangan Prancis terjadi pada menit ke-72. Berawal dari serangan balik cepat yang dibangun Antoine Griezmann dari lini tengah, bola disodorkan kepada Mbappe yang menusuk dari sisi kiri. Dengan dua sentuhan ringan, ia mengecoh bek kanan Swedia, Emil Holm, lantas melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper Filip Jörgensen. Gol tersebut adalah yang ketiga bagi Les Bleus dalam pertandingan itu—sebuah hattrick personal kedua sang megabintang dalam karier Piala Dunianya, setelah sebelumnya ia juga mencetak trigol pada final edisi 2022 melawan Argentina.

Dominasi Sejak Peluit Awal

Prancis langsung mengambil inisiatif permainan dengan mengandalkan formasi 4-2-3-1 ofensif. Deschamps kembali menempatkan Mbappe di posisi penyerang kiri bebas bergerak, didukung Griezmann sebagai attacking midfielder dan Ousmane Dembélé yang mengisi sayap kanan. Gol pembuka tak butuh waktu lama. Menit ke-15, umpan silang mendatar Dembélé dari sisi kanan disambut Mbappe dengan sontekan satu kali di kotak penalti. Bola sempat mengenai tubuh bek Victor Lindelöf sebelum bersarang di gawang Swedia, mengubah skor menjadi 1-0.

Tim lawan, yang tampil dengan skema 4-4-2 klasik, mencoba merespons lewat sektor sayap melalui kecepatan Anthony Elanga dan Dejan Kulusevski. Meski demikian, solidnya duet bek tengah William Saliba dan Dayot Upamecano membuat peluang emas Swedia sulit tercipta. Sepanjang babak pertama, penguasaan bola Prancis mencapai 62% dengan catatan lima tembakan tepat sasaran, sementara Swedia hanya mampu mencatatkan satu shot on target lewat sundulan Alexander Isak yang masih bisa diamankan kiper Mike Maignan.

Memasuki babak kedua, Swedia sempat memberi kejutan. Pada menit ke-51, melalui skema serangan balik cepat, Kulusevski berhasil mengirim umpan terobosan ke Isak yang kemudian dilanggar Upamecano di batas kotak penalti. Wasit sempat meninjau ulang insiden melalui VAR dan akhirnya menunjuk titik putih. Namun, eksekusi penalti dari Emil Forsberg berhasil ditepis dengan gemilang oleh Maignan, menjaga keunggulan 2-0 tetap utuh.

Ledakan Kedua dan Ketiga

Kegagalan penalti itu menjadi pukulan psikologis bagi Swedia. Prancis kian beringas. Menit ke-58, Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari tusukan penuh tenaga dari Griezmann yang diakhiri umpan tarik, Mbappe dengan cerdik melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri gawang yang tak terjangkau Jörgensen. Kedudukan menjadi 2-0, dan Mbappe telah mencetak brace.

Swedia akhirnya mencetak gol hiburan pada menit ke-65. Isak, yang menjadi motor serangan utama tim, memanfaatkan kemelut di depan gawang Prancis usai tendangan bebas melengkung Lucas Bergvall. Ia menanduk bola liar dari jarak dekat untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, selebrasi itu tak bertahan lama.

Hanya tujuh menit berselang, Mbappe membungkam harapan Swedia dengan gol ketiganya yang sudah dijabarkan di awal—tusukan dari kiri yang diakhiri penyelesaian klinis ke tiang jauh. Gol tersebut bukan hanya mengunci trigol, tetapi juga menegaskan status Mbappe sebagai pemain kunci yang mampu membaca ruang dan momentum.

Deschamps kemudian melakukan beberapa pergantian: Eduardo Camavinga masuk menggantikan Adrien Rabiot, sementara Kolo Muani dan Kingsley Coman diturunkan untuk menjaga intensitas serangan. Gol penutup kemenangan Prancis datang pada menit ke-82 melalui aksi individu Ousmane Dembélé. Memanfaatkan kesalahan antisipasi bek kiri Elias Jelert, Dembélé menusuk ke dalam, mengecoh dua lawan, dan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengubah skor menjadi 4-1.

Statistik Menggambarkan Beda Kelas

Secara keseluruhan, Prancis mencatatkan penguasaan bola 58% dengan total 17 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran. Swedia hanya menorehkan 4 tembakan ke gawang dari total sembilan percobaan. Akurasi operan Les Bleus mencapai 89%, lebih tinggi dari Swedia yang hanya 78%. Kartu kuning diberikan kepada Lindelöf dan Kulusevski dari kubu Swedia, sementara Prancis menerima satu kartu kuning lewat pelanggaran taktis Jules Koundé di babak pertama.

Dominasi di lini tengah menjadi kunci. Pasangan Griezmann dan Rabiot berhasil memutus aliran bola ke sektor depan Swedia, sementara sundulan dan intersep Saliba- Upamecano mematikan peluang bola-bola atas. Dalam konferensi pers usai laga, pelatih Prancis Didier Deschamps mengungkapkan, “Kylian menunjukkan kenapa ia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Gol ketiganya adalah buah dari visi dan ketajaman yang luar biasa. Kami masih harus terus konsisten di fase-fase selanjutnya.”

Dengan tiga poin penuh dan selisih gol yang solid, Prancis kini melaju ke babak 16 besar dengan modal percaya diri besar. Sementara bagi Swedia, kekalahan ini menutup langkah mereka di turnamen sepak bola terakbar di dunia. Publik tuan rumah Amerika Serikat pun disuguhi malam penuh aksi kelas dunia dari seorang Kylian Mbappe yang masih lapar akan rekor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User