Manu Kone Kendalikan Lini Tengah, Roma Kalahkan Inter 2-1
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis AS Roma atas Inter Milan di Stadio Olimpico, Minggu dini hari WIB. Gelandang 23 tahun, Manu Kone, menjadi pusat perhatian setelah penampilan dominan yang memba...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis AS Roma atas Inter Milan di Stadio Olimpico, Minggu dini hari WIB. Gelandang 23 tahun, Manu Kone, menjadi pusat perhatian setelah penampilan dominan yang membawa tim asuhan Daniele De Rossi naik ke posisi empat klasemen Serie A.
Babak Pertama: Duelli Tengah dan Assist Vital Kone
Menit ke-23, tepatnya setelah peluit tanda dimulai, Kone langsung memamerkan kualitas duel. Dengan 5 kemenangan ground duel dari 7 percobaan, ia meredam setiap upaya Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu membuka ruang. Roma turun dengan formasi 4-3-3, menempatkan Kone sebagai mezzala kanan mendampingi Leandro Paredes dan Lorenzo Pellegrini. Meski Inter menguasai penguasaan bola 58% sepanjang laga, ketenangan Kone dalam closedown dan recovery run membuat setiap kehilangan bola menjadi transisi berbahaya.
Gol pembuka hadir dari serangan balik klasik di menit ke-31. Kone menerima bola di lapangan tengah sendiri, melakukan body feint yang mengecoh Kristjan Asllani, lalu melepaskan umpan terobosan 30 meter ke Paulo Dybala. La Joya menusuk dari sayap kanan, mengecoh bek, dan melesakkan tembakan ke tiang dekat. Data mencatat assist tersebut merupakan assist ke-4 Kone musim ini, menjadikannya gelandang Roma dengan assist terbanyak di Serie A 2024/25 sejauh ini.
Reaksi Inter langsung terasa. Menit ke-38, sepak pojok Calhanoglu disundul Francesco Acerbi ke mistar gawang Mile Svilar. Namun Kone kembali menyelamatkan, kali ini dengan blok krusial di mulut gawang saat Marcus Thuram menyambar bola liar. Babak pertama berakhir 1-0, dengan shots on target Roma 3 berbanding 2 milik Inter.
Babak Kedua: Gol Penentu dan Disiplin Taktis
Inter menaikkan intensitas. Simone Inzaghi memasukkan Denzel Dumfries sebagai wingback kanan, sementara Roma berganti formasi 4-5-1 tanpa bola. Kone menjadi pemantik pressing. Di menit ke-58, ia merebut bola dari Henrikh Mkhitaryan di area berbahaya dan langsung menggiring sejauh 40 meter sebelum dijatuhkan di depan kotak pinalti. Stefano Turati menunjuk titik putih setelah sempat mengecek VAR—kartu kuning untuk Yann Bisseck.
Kapten Pellegrini, yang biasa menjadi eksekutor, justru menyerahkan bola kepada Kone. Dengan tekanan psikologis tinggi, gelandang asal Prancis itu mengecoh Yann Sommer dan menyarangkan bola ke pojok kiri bawah. Menit ke-59, Roma unggul 2-0. Statistik pribadi Kone kala itu: 87% operan sukses dari 53 percobaan, 3 dribel sukses, 4 tekel, dan 2 intersepsi.
Inter tidak tinggal diam. Menit ke-72, Lautaro Martinez mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Federico Dimarco, memperkecil kedudukan jadi 2-1. VAR kembali bekerja untuk memverifikasi posisi offside, tetapi gol disahkan. Drama meningkat saat Roma harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-84; Evan Ndicka menerima kartu kuning kedua. Kone pun instruksikan rekan-rekannya menjaga shape 4-4-1 yang rapat.
Fase akhir pertandingan menjadi panggung heroik Kone. Di menit 90+2, ia melakukan sapuan krusial dari sepakan Dumfries di mulut gawang. Data pelacakan mencatat jarak tempuhnya mencapai 11,8 kilometer, tertinggi di antara pemain Roma. Clean sheet memang gagal, tetapi tiga poin tetap diamankan.
Analisis: Peran Kone dalam Proyek De Rossi
Penampilan ini menegaskan mengapa AS Roma rela menebus klausul rilisnya dari Borussia Monchengladbach musim panas lalu. Kone bukan sekadar pelapis; ia kini menjadi penyambung lini belakang dan depan, dengan kemampuan box-to-box yang mengingatkan publik pada era Daniele De Rossi sebagai pemain.
“Manu sangat cerdas secara taktis. Ia paham kapan harus menahan bola, kapan harus menusuk. Assist untuk Dybala dan gol penalti adalah bonus dari kerja kerasnya sepanjang 95 menit. Dengan dia, kami punya keseimbangan,”ujar De Rossi dalam konferensi pers usai laga.
Dari sisi statistik lanjutan, Kone rata-rata mencatatkan 7,4 progressive passes per 90 menit musim ini—terbaik kedua setelah Paredes—dan 2,1 successful take-ons yang membuka ruang bagi trio penyerang Roma. Pertanyaannya kini: dapatkah konsistensi ini terjaga kontra lawan-lawan dengan transisi lebih cepat? Malam itu, Manu Kone menjawabnya dengan 3 poin dan tepuk tangan meriah dari Curva Sud.
Comments (0)