Manchester United Taklukkan Everton 2-1 di Old Trafford
Old Trafford bergemuruh saat wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Skor akhir Manchester United 2-1 Everton dalam lanjutan Premier League, Selasa dini hari WIB, 25 November 2025. Gol penentu la...
Old Trafford bergemuruh saat wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Skor akhir Manchester United 2-1 Everton dalam lanjutan Premier League, Selasa dini hari WIB, 25 November 2025. Gol penentu lahir di menit ke-74 lewat kaki Amad Diallo, memanfaatkan assist Bruno Fernandes. United menutup duel ini dengan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen milik tim tamu, plus enam shots on target berbanding tiga milik Everton.
Namun kemenangan ini tidak datang mudah. Everton yang tampil dengan disiplin tinggi nyaris pulang membawa satu poin berkat gol Dominic Calvert-Lewin di menit ke-58. Duel berjalan ketat sejak menit pertama, penuh kartu kuning, dan diwarnai satu pemeriksaan VAR di babak kedua.
Babak Pertama: Dominasi Posisi, Panen Peluang
Ruben Amorim mempertahankan formasi 3-4-2-1 andalannya. Bruno Fernandes dan Amad Diallo beroperasi sebagai dua gelandang serang di belakang penyerang tunggal Rasmus Hojlund, sementara Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui mengisi pos wing-back. Di kubu tamu, David Moyes menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Iliman Ndiaye sebagai penyerang lubang yang diberi kebebasan menusuk ruang kosong di belakang bek sayap United.
Menit ke-12, Everton nyaris mencuri gol lebih dulu. Ndiaye melepaskan tendangan voli dari sudut sempit setelah menerima umpan lambung, namun Andre Onana tampil gemilang dengan menepis bola ke tiang gawang. Enam menit berselang, giliran United mengancam: Hojlund lolos dari jebakan offside, tetapi sundulannya masih bisa dijinakkan Jordan Pickford.
Gol pembuka akhirnya datang di menit ke-34. Bruno Fernandes mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 23 meter; bola melengkung melewati pagar betis dan menghujam pojok kanan atas gawang Pickford tanpa bisa dijangkau. Statistik babak pertama mencatat United unggul telak: sembilan tembakan dengan empat shots on target, sementara Everton hanya tiga tembakan dan satu tepat sasaran.
Babak Kedua: Balasan Cepat dan Momen Kontroversial
Everton keluar dengan intensitas lebih tinggi di babak kedua. Menit ke-58, hadiahnya datang: umpan silang Iliman Ndiaye dari sisi kanan disambar sundulan Dominic Calvert-Lewin yang menaklukkan Onana di tiang dekat. Skor berubah 1-1, dan Old Trafford mendadak hening. Moyes kemudian memasukkan dua pemain segar untuk menjaga momentum serangan balik timnya.
Momen kunci hadir di menit ke-70. Saat Ndiaye menerobos di sisi kanan dengan kecepatan penuh, Amad Diallo berlari memutar dan menarik jersey lawannya tepat di luar kotak penalti. Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk pelanggaran taktis itu, dan eksekusi tendangan bebas Everton masih bisa ditepis Onana. Keputusan itu sempat diperiksa VAR untuk memastikan pelanggaran tidak terjadi di dalam kotak terlarang.
Empat menit kemudian, pahlawan yang sama mengubah segalanya. Menit ke-74, Bruno Fernandes mengirim umpan terobosan terukur, Amad menahan bola, memotong ke dalam, lalu melepaskan tembakan kaki kiri ke tiang jauh yang tak terjangkau Pickford. Skor akhir 2-1, dan Amad mencatatkan gol liga ketujuhnya musim ini.
Amad Diallo: Kerja Kotor Berujung Gol Penentu
Penampilan Amad layak menjadi sorotan. Ia tidak hanya mencetak gol penentu, tetapi juga mencatatkan enam tekel sukses, terbanyak di antara pemain United, plus tiga pelanggaran taktis untuk memutus serangan balik Everton. Statistik itu membuktikan disiplin dua arah yang menjadi syarat mutlak di formasi 3-4-2-1.
Dari sisi Everton, Ndiaye menjadi pemain paling berbahaya dengan dua shots on target dan satu assist. Namun tiga offside yang ia catatkan menunjukkan betapa disiplinnya lini belakang United yang dikomandoi Lisandro Martinez dalam menjaga garis pertahanan.
“Saya sangat bangga dengan cara tim bertahan ketika tertahan 1-1. Amad menunjukkan disiplin taktis luar biasa; golnya adalah bonus dari kerja keras,” ujar Ruben Amorim dalam konferensi pers usai laga.
Moyes menyesali kelengahan: “Kami hampir membawa pulang satu poin. Gol kedua lahir dari transisi yang seharusnya bisa kami hentikan lebih awal.”
Catatan Statistik dan Dampak Klasemen
Berdasarkan statistik akhir pertandingan, United memenangi penguasaan bola 58-42, unggul shots on target 6-3, dan menang telak dalam tendangan sudut 9-4. Everton justru unggul pelanggaran 11-14 dan menerima tiga kartu kuning berbanding dua milik tuan rumah. Kedua tim sama-sama gagal mencatatkan clean sheet, dan satu-satunya kartu merah nyaris lahir ketika konflik kecil di masa tambahan waktu berhasil diredam ofisial.
Hasil ini mengangkat United ke posisi tiga klasemen sementara dengan 30 poin dari 13 laga, sementara Everton tertahan di papan tengah. Bagi Amorim, kemenangan ini sekaligus menjawab kritik soal kerentanan tim ketika menghadapi serangan balik cepat — catatan yang akan diuji kembali akhir pekan depan.
Comments (0)