Malang, Beritainti.com – Sebuah peristiwa tak biasa mengguncang ketenangan kawasan Gunung Kawi,

Pieter van der Berg (42), wisatawan yang tengah melakukan perjalanan backpacking di Jawa Timur, mengaku tidak percaya dengan apa yang disaksikannya pada Sa

Malang, Beritainti.com – Sebuah peristiwa tak biasa mengguncang ketenangan kawasan Gunung Kawi,

Pieter van der Berg (42), wisatawan yang tengah melakukan perjalanan backpacking di Jawa Timur, mengaku tidak percaya dengan apa yang disaksikannya pada Sabtu (5/7/2026) malam. Saat itu ia berada di sebuah penginapan sederhana di lereng selatan Gunung Kawi, beristirahat setelah seharian menjelajahi situs-situs bersejarah di kompleks pemakaman yang menjadi ikon wisata religi di kawasan ini.

Kesaksian Wisatawan: Bak Kembang Api yang Membisu

Pieter menceritakan, sekitar pukul 21.30 WIB, ia sedang duduk di teras penginapan menikmati udara malam. Tiba-tiba, dari arah puncak gunung yang biasanya gelap gulita, muncul serangkaian cahaya berwarna-warni—biru, hijau, dan kemerahan—yang menyebar dan melesat ke langit, mirip kembang api kecil yang menyala selama beberapa detik.

“Saya pikir ada festival atau upacara adat. Saya ambil ponsel dan mulai merekam. Tapi saya sadar tidak ada suara ledakan sama sekali. Hanya cahaya yang muncul dan menghilang secara bergantian selama lebih kurang sepuluh menit. Itu sungguh tak masuk akal,” ujar Pieter dalam bahasa Inggris, yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, saat diwawancarai melalui panggilan video.

Video amatir berdurasi 57 detik yang diunggah ke akun Instagram pribadinya segera menyebar luas. Hingga Minggu (6/7) siang, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali, dibanjiri komentar netizen yang berspekulasi tentang penyebab fenomena tersebut.

Reaksi Masyarakat dan Pakar

Masyarakat sekitar Gunung Kawi, yang sejak lama menganggap gunung ini sebagai tempat penuh aura spiritual, menyikapi peristiwa ini dengan campuran kekaguman dan kewaspadaan. Gunung Kawi dikenal sebagai destinasi wisata religi sekaligus lokasi yang kental akan mitos pesugihan dan kisah-kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun.

“Cahaya seperti itu pernah diceritakan oleh para sesepuh. Mereka menyebutnya sebagai pertanda bahwa leluhur menerima doa-doa yang dipanjatkan. Tidak semua orang bisa melihat, hanya yang memiliki kepekaan batin saja. Tapi karena sekarang terekam kamera, mungkin ini memang fenomena langka yang kebetulan muncul,” tutur Mbah Sukirno (71), salah satu tetua adat yang menjaga situs Ritual Pesarean Gunung Kawi.

Sementara itu, dari perspektif sains, sejumlah ahli geologi dan vulkanologi mulai memberikan penjelasan hipotetis. Dr. Arifin Nugroho, M.Si., dosen geologi di Universitas Brawijaya, menyebut bahwa meskipun Gunung Kawi bukanlah gunung berapi aktif seperti Semeru atau Bromo, bukan berarti aktivitas geothermal di bawah permukaannya dapat diabaikan.

“Fenomena cahaya yang muncul tiba-tiba di pegunungan bisa saja disebabkan oleh emisi gas metana dari retakan batuan bawah tanah. Gas tersebut, jika bertemu oksigen dan terpicu oleh listrik statis atau perubahan tekanan, dapat terbakar secara spontan menciptakan percikan api yang tampak seperti kembang api tanpa suara. Ini mirip dengan fenomena api abadi di beberapa tempat, tetapi dalam kemunculan yang sporadis dan lebih dramatis,” jelas Dr. Arifin saat dihubungi, Minggu (6/7).

Ia menambahkan, spektrum warna yang terlihat—biru, hijau, merah—dapat mengindikasikan perbedaan temperatur pembakaran atau keterlibatan unsur kimia lain seperti tembaga, barium, atau strontium yang mungkin terkandung dalam batuan di kawasan tersebut. Namun, untuk memastikan kebenaran hipotesis ini, diperlukan penelitian lapangan dengan alat pendeteksi gas dan kamera inframerah.

Fenomena Alam atau Mistis?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ataupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat. Pihak berwenang dikabarkan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok sadar wisata untuk menginvestigasi lokasi secara langsung.

Beberapa warganet melontarkan dugaan adanya fenomena earthquake lights (EQL) atau cahaya gempa—pancaran optik yang kadang muncul sebelum atau saat pergeseran lempeng tektonik. Namun, tidak ada data seismik yang mencatat aktivitas gempa signifikan di sekitar Malang pada malam kejadian, sehingga teori ini masih diragukan. Sementara itu, pendapat lain mengaitkannya dengan fenomena gas metana yang terbakar akibat pelepasan tekanan secara tiba-tiba, sebagaimana dijelaskan Dr. Arifin.

Menariknya, laporan-laporan serupa di masa lalu dari beberapa titik di Pulau Jawa, seperti di lereng Gunung Ciremai dan Pegunungan Dieng, pernah mencatat kemunculan cahaya misterius yang disebut warga sebagai “blorong” atau “lintang kemukus”—fenomena yang dalam budaya Jawa sering dianggap sebagai pesan alam gaib.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyatakan akan menjadikan fenomena ini sebagai daya tarik wisata baru, sepanjang aspek keamanan dan mitigasi risiko dapat dipastikan. “Kami membuka peluang observasi terpandu, tentunya setelah ada rekomendasi dari para ahli. Gunung Kawi sudah menjadi magnet wisata religi, mungkin kini juga bisa menjadi laboratorium alam bagi peneliti,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Drs. Teguh Riyadi.

FAQ: Tanya Jawab Seputar Fenomena Cahaya Gunung Kawi

  • Apakah fenomena cahaya ini berbahaya bagi pengunjung?
    Sejauh ini belum terdeteksi tanda bahaya vulkanik, meski demikian wisatawan dianjurkan tetap menjaga jarak jika menyaksikan kemunculan serupa dan segera melaporkan ke pihak berwenang.
  • Apakah ini fenomena mistis atau pertanda tertentu?
    Masyarakat lokal mengaitkannya dengan kearifan spiritual, sementara sains mengupayakan penjelasan alamiah. Kedua perspektif saat ini dibiarkan berkembang sembari menunggu hasil kajian resmi.
  • Di mana pastinya lokasi pengamatan dan apakah bisa dikunjungi?
    Saksi merekam dari lereng selatan Gunung Kawi, dekat kawasan wisata religi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Area ini terbuka untuk wisatawan, namun akses menuju titik puncak sangat terbatas.

Tags: Gunung Kawi, fenomena alam, cahaya misterius, wisatawan Belanda, Malang

Informasi Tambahan untuk Redaksi Media Sosial

[SOCIAL_TWEET]: 😱✨ Wisatawan Belanda dikejutkan cahaya mirip kembang api di puncak Gunung Kawi Malang. Fenomena alam atau pertanda mistis? Baca selengkapnya di Beritainti.com!

[SOCIAL_FB]: Sebuah video dari wisatawan Belanda menggemparkan jagat maya: semburan cahaya aneh bagai kembang api keluar dari Gunung Kawi di malam hari. Banyak yang mengaitkannya dengan hal mistis, tapi para ahli geologi punya dugaan sains yang tak kalah mencengangkan. Yuk, simak laporan eksklusif kami dari lokasi. Klik baca sekarang dan bagikan pendapatmu!

[SOCIAL_TG]: ⚡️Cahaya misterius di Gunung Kawi terekam wisman Belanda. Netizen heboh, pakar geologi angkat bicara. Baca analisis lengkapnya di tautan ini.

[SOCIAL_THREADS]: Nggak ada suara ledakan, tapi puncak Gunung Kawi tiba-tiba memancarkan cahaya warna-warni kayak kembang api. Fenomena ini direkam langsung oleh backpacker asal Belanda dan langsung viral. Penasaran? Kami sudah ngobrol sama pakar geologi dan tokoh adat setempat. Spoiler: bisa jadi pertanda alam yang langka, bukan mistis. Baca beritanya di bio kami 🔗

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User