Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Modern di Bergas

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresmikan laboratorium farmakologi terbaru di kompleks pabrik Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa (9/6/20

Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Modern di Bergas

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresmikan laboratorium farmakologi terbaru di kompleks pabrik Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa (9/6/2026). Peresmian ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat fondasi ilmiah produk-produk jamu dan herbal yang selama ini menjadi ikon kesehatan tradisional Indonesia.

Prosesi Peresmian dan Sambutan Penting

Peresmian berlangsung khidmat dengan pemotongan pita oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, didampingi oleh Direktur Riset dan Pengembangan serta Kepala BPOM Semarang. Acara dihadiri oleh sekitar 200 undangan, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan, akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, serta para mitra distribusi. Dalam sambutannya, Irwan Hidayat menekankan bahwa laboratorium ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan memenuhi standar global.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap produk Sido Muncul memiliki dasar ilmiah yang kuat, bukan sekadar klaim turun-temurun. Laboratorium ini menjadi pusat pembuktian khasiat dan keamanan produk kami, sehingga konsumen tidak ragu lagi," ujar Irwan.

Fasilitas Mutakhir Bertaraf Internasional

Laboratorium farmakologi seluas 1.200 meter persegi ini dilengkapi peralatan modern seperti high-performance liquid chromatography (HPLC), gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS), dan spektrofotometer serapan atom. Fasilitas ini memungkinkan pengujian farmakokinetik, toksisitas, hingga bioavailabilitas senyawa aktif dalam tanaman obat. Selain itu, terdapat ruang hewan uji yang memenuhi standar kesejahteraan hewan internasional untuk riset praklinis. Lab ini dirancang dengan sistem keamanan hayati level 2 (BSL-2) dan ruang bersih bertekanan positif.

Pentingnya Pembuktian Ilmiah di Era Jamu Modern

Industri jamu nasional menghadapi tantangan untuk membuktikan khasiat secara ilmiah di tengah persaingan global. Konsumen kini semakin kritis dan menuntut transparansi. Sido Muncul menangkap kebutuhan ini dengan menghadirkan laboratorium yang mampu melakukan uji in vitro dan in vivo untuk memvalidasi klaim produk seperti Tolak Angin, Kuku Bima, dan Alang Sari. Menurut Kepala Divisi Penelitian Sido Muncul, Dr. Retno Widyastuti, laboratorium ini sudah memulai studi terhadap 15 tanaman obat unggulan untuk mendeteksi senyawa bioaktif yang bertanggung jawab atas efek farmakologis.

Kolaborasi dengan Lembaga Riset dan Akademisi

Untuk mendukung pengoperasian laboratorium, Sido Muncul menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada dan Pusat Studi Biofarmaka IPB. Sebanyak 10 peneliti muda akan direkrut dan dilatih di laboratorium baru ini. Selain riset internal, laboratorium juga akan menjadi fasilitas bersama untuk mahasiswa pascasarjana yang mengerjakan tesis tentang tanaman obat Indonesia. Langkah ini diharapkan melahirkan generasi peneliti herbal yang mumpuni.

Investasi dan Dampak Ekonomi

Pembangunan laboratorium menelan investasi sekitar Rp75 miliar, termasuk pengadaan alat dan infrastruktur. Direktur Keuangan Sido Muncul, Leonard, mengungkapkan bahwa pengeluaran ini merupakan bagian dari rencana belanja modal tahun 2026 yang difokuskan pada riset dan pengembangan. Laboratorium ini akan menyerap sedikitnya 30 tenaga ahli farmakologi, biomedis, dan analis kimia, sehingga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja berkualitas di wilayah Semarang.

Respons Positif Regulator

Kepala BPOM Semarang, Dr. Nurul Hidayati, mengapresiasi inisiatif Sido Muncul. Menurutnya, laboratorium farmakologi internal yang kuat akan mempercepat proses registrasi produk dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). "Ini sejalan dengan program prioritas BPOM untuk mendorong industri obat tradisional naik kelas menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka," ujarnya.

Menembus Pasar Global dengan Basis Ilmiah

Sido Muncul menargetkan peningkatan ekspor ke Asia Tenggara dan Afrika dengan memanfaatkan sertifikasi saintifik yang dihasilkan laboratorium baru. Produk dengan bukti klinis lebih mudah diterima di pasar internasional yang ketat. Perusahaan optimistis bahwa laboratorium ini akan menjadi katalis pertumbuhan pendapatan ekspor hingga 20 persen dalam tiga tahun mendatang.

Komitmen Berkelanjutan Sido Muncul

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1951, Sido Muncul terus bertransformasi dari produsen jamu rumahan menjadi perusahaan farmasi modern. Peresmian laboratorium ini melengkapi fasilitas riset yang sudah ada, seperti laboratorium mikrobiologi dan kimia analisis. Ke depan, Sido Muncul berencana membangun pusat uji klinis terintegrasi untuk melengkapi rantai nilai penelitian dari hulu ke hilir.

Peresmian laboratorium farmakologi di Bergas membuktikan bahwa industri jamu Indonesia mampu beradaptasi dengan tuntutan sains modern, tanpa meninggalkan kearifan lokal yang menjadi akar budayanya. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Sido Muncul sebagai pemimpin pasar jamu nasional yang berwawasan global.

[SOCIAL_TWEET]: Sido Muncul resmikan laboratorium farmakologi modern di Bergas, bukti komitmen industri jamu naik kelas ke saintifik. #SidoMuncul #JamuModern #RisetIndonesia[SOCIAL_TG]: 🔬 Sido Muncul resmikan laboratorium farmakologi modern di Bergas. Bukti jamu bukan sekadar mitos, melainkan sains yang siap mendunia! Baca berita selengkapnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User