Los Blancos Tersandung di Pamplona, Puncak Klasemen La Liga Makin Panas
Skor akhir 1-1! Real Madrid gagal membawa pulang tiga poin dari markas Osasuna, Stadion El Sadar, pada pekan ke-25 La Liga 2025/2026. Hasil ini membuat persaingan di puncak klasemen semakin memanas, d...
Skor akhir 1-1! Real Madrid gagal membawa pulang tiga poin dari markas Osasuna, Stadion El Sadar, pada pekan ke-25 La Liga 2025/2026. Hasil ini membuat persaingan di puncak klasemen semakin memanas, dengan hanya selisih satu poin antara tiga tim teratas. Laga yang berlangsung Sabtu malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB ini menyajikan duel taktis yang ketat, di mana Los Blancos harus puas berbagi angka setelah tertinggal lebih dulu.
Babak Pertama: Osasuna Menekan, Madrid Tumpul
Sejak menit awal, Osasuna tampil percaya diri di hadapan pendukung sendiri. Formasi 4-4-2 yang diusung tuan rumah berhasil memutus aliran bola dari lini tengah Real Madrid. Carlo Ancelotti, yang memilih formasi 4-3-3 dengan starting XI yang hampir sama dengan laga sebelumnya, terlihat kesulitan menembus pertahanan rapat Osasuna. Penguasaan bola di babak pertama memang dikuasai Madrid dengan 62%, namun shots on target hanya dua dari total tujuh percobaan. Sebaliknya, Osasuna lebih efisien dengan tiga shots on target dari lima tembakan.
Menit ke-38, publik El Sadar bergemuruh. Umpan terobosan dari bek kiri Osasuna, Juan Cruz, berhasil diterima oleh Ante Budimir yang lolos dari jebakan offside. Striker asal Kroasia itu melepaskan tendangan first-time ke sudut kanan gawang yang tidak mampu dijangkau Thibaut Courtois. Skor menjadi 1-0 untuk tuan rumah. Gol ini lahir dari kesalahan komunikasi antara bek tengah Madrid, Eder Militao, dan bek kiri Fran Garcia yang terlalu maju. VAR sempat memeriksa posisi Budimir, namun diputuskan onside. Kekalahan mental ini membuat Madrid kehilangan ritme hingga turun minum.
Babak Kedua: Kebangkitan Madrid dan Gol Vinicius
Ancelotti merespons cepat dengan memasukkan Luka Modric menggantikan Dani Ceballos pada awal babak kedua. Perubahan ini langsung terasa. Modric memberikan ketenangan dan distribusi bola yang lebih baik di lini tengah. Menit ke-55, Madrid hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan Antonio Rudiger dari sepak pojok, namun kiper Osasuna, Sergio Herrera, melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan Madrid. Formasi berubah menjadi 4-2-4 dengan memasukkan Rodrygo untuk menambah daya gedor.
Menit ke-73, gol yang dinanti akhirnya datang. Proses gol dimulai dari pergerakan cepat Jude Bellingham di sisi kanan, yang kemudian melepaskan umpan silang mendatar ke kotak penalti. Bola sempat mengenai bek Osasuna sebelum jatuh ke kaki Vinicius Junior. Penyerang asal Brasil itu tanpa ragu melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang tidak bisa diantisipasi Herrera. Skor berubah menjadi 1-1. Gol ini merupakan gol ke-15 Vinicius di La Liga musim ini, sekaligus yang ketiga dalam lima pertandingan terakhir. Selebrasi khasnya dengan menunjuk ke langit menjadi pemandangan akrab bagi suporter Madrid yang hadir.
Setelah gol penyama kedudukan, Madrid terus menekan. Menit ke-85, peluang emas didapat Kylian Mbappe setelah menerima assist dari Vinicius, namun tendangannya masih melebar tipis di sisi gawang. Osasuna hampir saja mencuri kemenangan di menit ke-90+2 ketika Budimir kembali mengancam, tetapi Courtois melakukan penyelamatan krusial dengan kakinya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 bertahan.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Secara keseluruhan, Real Madrid memang mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 68% dan total 16 tembakan, namun hanya lima yang mengarah ke gawang. Osasuna tampil disiplin dengan hanya 32% penguasaan bola, tetapi efektif dengan enam shots on target dari sembilan percobaan. Kartu kuning tercatat empat untuk Osasuna dan dua untuk Madrid, dengan tidak ada kartu merah sepanjang laga. Offside menjadi momok bagi Madrid yang terjebak sebanyak lima kali, sementara Osasuna hanya dua kali.
Pelatih Osasuna, Jagoba Arrasate, dalam konferensi pers usai laga menyatakan, "Kami tahu cara menghadapi tim sebesar Real Madrid. Disiplin dan kerja keras seluruh pemain adalah kuncinya. Satu poin ini sangat berharga bagi kami." Sementara itu, Ancelotti mengakui timnya kurang tajam. "Kami menciptakan banyak peluang, tapi penyelesaian akhir tidak maksimal. Ini pelajaran berharga untuk pertandingan berikutnya," ujarnya.
Hasil ini membuat Real Madrid tertahan di peringkat kedua dengan 58 poin, hanya unggul satu poin dari Barcelona di posisi ketiga, dan tertinggal satu poin dari Atletico Madrid yang memuncaki klasemen dengan 59 poin. Persaingan gelar juara musim ini benar-benar sengit. Dengan sisa 13 pekan lagi, setiap poin akan sangat menentukan. Los Blancos harus segera bangkit, karena akhir pekan depan mereka akan menjamu Real Betis di Santiago Bernabeu, sementara Osasuna akan bertandang ke markas Valencia.
Comments (0)