Lionel Scaloni Terpaksa Terima Kekalahan Argentina dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol menjadi penutup manis perjalanan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. Lionel Scaloni, sang arsitek utama La Albiceleste, harus menelan pil pahit setelah timnya...

Sep 01, 2026 - 00:05
0 4
Lionel Scaloni Terpaksa Terima Kekalahan Argentina dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol menjadi penutup manis perjalanan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. Lionel Scaloni, sang arsitek utama La Albiceleste, harus menelan pil pahit setelah timnya tak mampu mempertahankan gelar juara dunia yang telah mereka raih pada 2022 lalu di Qatar.

Momen tercipta di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, pada Minggu malam waktu setempat, 20 Juli 2026. Seluruh perhatian penonton tertuju pada sosok Scaloni yang berdiri di pinggir lapangan, menatap kosong ke arah lapangan hijau setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Argentina Gagal Pertahankan Trofi Emas

Pertandingan final yang sangat alot ini berakhir dengan keunggulan tipis bagi Spanyol. Gol kemenangan La Roja dicetak pada menit ke-78 melalui tendangan jarak jauh yang tak bisa dibendung oleh Emiliano Martinez. Argentina sendiri sempat memimpin lebih dulu melalui gol Lionel Messi pada menit ke-34, sebelum disamakan oleh Spanyol di babak kedua.

Penguasaan bola menjadi cerita menarik dalam pertandingan ini. Spanyol mendominasi dengan 58% possession, sementara Argentina harus bekerja keras untuk merebut kembali bola dari kaki-kaki pemain tengah Spanyol. Total 14 tendangan dilepaskan oleh Argentina sepanjang 90 menit, dengan 5 di antaranya tepat sasaran. Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi lini serang yang kehilangan ketajaman.

Scaloni yang memulai proyeknya bersama Argentina sejak 2018 lalu harus mengakui kehebatan lawan. Formasi 4-4-2 yang ia terapkan di babak pertama berhasil memberikan hasil positif lewat gol Messi. Namun, pergantian strategi di babak kedua justru membuka celah yang dimanfaatkan Spanyol untuk membalikkan keadaan.

Reaksi Scaloni Usai Kekalahan

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Scaloni tampak tenang namun menyimpan kekecewaan yang mendalam. Ia memuji perjuangan anak asuhnya selama turnamen berlangsung, sekaligus mengucapkan selamat kepada Spanyol yang bermain lebih disiplin.

"Saya bangga dengan apa yang ditunjukkan para pemain. Mereka telah memberikan segalanya di lapangan. Namun, sepak bola kadang tidak berpihak pada kita. Spanyol bermain dengan sangat baik malam ini," ucap Scaloni.

Statistik menunjukkan Argentina mencatatkan 12 pelanggaran sepanjang pertandingan, sementara Spanyol hanya 8. Kartu kuning yang diterima dua pemain Argentina juga mempengaruhi ritme permainan di babak kedua. VAR sendiri tidak intervene dalam keputusan wasit utama sepanjang laga, menjadikan pertandingan ini berjalan dengan cukup adil.

Masa Depan Scaloni dan Argentina

Kekalahan ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan Scaloni di kursi kepelatihan Argentina. Meskipun kontraknya masih tersisa dua tahun lagi, spekulasi mengenai kemungkinan pengunduran dirinya mulai bermunculan di kalangan pecinta sepak bola Argentina.

Namun, pihak Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) belum memberikan pernyataan resmi terkait posisi Scaloni. Banyak pihak menilai bahwa pencapaian semifinal Copa America dan runner-up Piala Dunia 2026 tetap menjadi prestasi yang layak diapresiasi, mengingat regenerasi yang sedang dilakukan timnas Argentina.

Messi sendiri, yang bermain di turnamen internasional terakhirnya, tampak emosional saat meninggalkan lapangan. Bintang Inter Miami itu harus merelakan kesempatan menambah koleksi golnya di pentas Piala Dunia. Total tiga gol ia cetak sepanjang turnamen 2026, menjadikannya top scorer Argentina di edisi ini.

Bagi Spanyol, kemenangan ini menandai kebangkitan mereka di kancah internasional. La Roja terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2010 lalu di Afrika Selatan. Kini, setelah 16 tahun menunggu, Spanyol kembali menunjukkan dominasinya di sepak bola dunia dengan skuad yang jauh lebih muda dan penuh energi.

Skor akhir 2-1 ini menjadi pembuktian bahwa Argentina belum mampu mempertahankan tahtanya sebagai juara dunia. Scaloni dan seluruh skuadnya harus menerima kenyataan bahwa jalan menuju kejayaan masih sangat panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User