Liam Gallagher Hadiri Pemakaman Ricky Hatton

Suasana duka menyelimuti Kota Manchester pada 10 Oktober 2025. Ribuan warga, keluarga, sahabat, serta sejumlah tokoh ternama berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ricky Hatton, salah...

Oct 04, 2026 - 05:30
0 0
Liam Gallagher Hadiri Pemakaman Ricky Hatton

Suasana duka menyelimuti Kota Manchester pada 10 Oktober 2025. Ribuan warga, keluarga, sahabat, serta sejumlah tokoh ternama berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ricky Hatton, salah satu petinju paling ikonik yang pernah lahir dari kota tersebut. Di antara deretan tamu yang hadir, satu sosok mencuri perhatian: vokalis Oasis, Liam Gallagher. Kehadirannya menjadi simbol eratnya ikatan antara dunia musik dan tinju Manchester, dua identitas yang sama-sama membentuk jiwa kota ini selama beberapa dekade terakhir.

Ikatan Kuat Antara Dua Anak Manchester

Kedekatan antara Liam Gallagher dan Ricky Hatton bukanlah hal yang baru bagi mereka yang mengikuti perkembangan budaya Manchester. Keduanya tumbuh di lingkungan yang sama-sama keras, penuh semangat, namun juga sarat dengan kebanggaan lokal. Gallagher, melalui lagu-lagu Oasis, berhasil mengabadikan suara kelas pekerja Manchester ke seluruh dunia. Sementara itu, Hatton membawa nama kota tersebut ke panggung tinju internasional dengan gaya bertarung yang agresif, ulet, dan tak pernah gentar menghadapi lawan manapun.

Hubungan mereka kerap terlihat di berbagai kesempatan. Baik di atas ring maupun di konser, keduanya saling mendukung dengan cara yang khas Manchester: blak-blakan, penuh candaan, namun juga tulus. Gallagher kerap terlihat hadir untuk menyemangati Hatton saat bertarung, sementara sang petinju tak segan menunjukkan dukungannya terhadap band yang menjadi kebanggaan kotanya. Ikatan ini lahir bukan dari kepentingan, melainkan dari pemahaman bersama akan apa artinya menjadi representasi dari Manchester di kancah dunia.

Suasana Haru di Katedral Manchester

Pemakaman Hatton digelar di Katedral Manchester, sebuah lokasi yang sarat makna bagi kota ini. Bangunan bersejarah tersebut dipilih untuk menjadi tempat perpisahan terakhir, mengingat kontribusi besar almarhum terhadap identitas Manchester. Sejak pagi hari, ratusan fans telah berkumpul di sekitar area katedral, membawa spanduk, foto, serta kaos bertuliskan nama Hatton. Banyak di antara mereka yang mengenakan atribut khas sang petinju, seperti topi trilby dan syal Manchester, sebagai bentuk penghormatan.

Gallagher tiba dengan penampilan yang sangat khas dirinya. Mengenakan jaket kulit, kacamata hitam, serta rambut ikal yang menjadi ciri khasnya, vokalis berusia 52 tahun itu berjalan memasuki katedral dengan wajah yang tampak murung. Berbeda dari persona panggungnya yang energik dan sering kali penuh celetukan, kali ini ia terlihat tenang, tertunduk, dan larut dalam suasana duka. Ia bergabung bersama keluarga Hatton, rekan sesama petinju, serta tokoh-tokoh lain dari dunia olahraga dan hiburan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Penghormatan yang Tulus

Selama upacara berlangsung, suasana katedral dipenuhi isak tangis dan kenangan indah tentang Hatton. Keluarga almarhum menyampaikan kata-kata perpisahan yang menyentuh hati, menceritakan sosok Ricky bukan hanya sebagai juara tinju, tetapi juga sebagai ayah, suami, putra, dan sahabat yang hangat. Beberapa rekan petinju juga berbagi cerita tentang semangat juang Hatton, baik di dalam maupun di luar ring, yang selalu ia dedikasikan untuk kota kelahirannya.

Kehadiran Gallagher menjadi bagian dari penghormatan kolektif tersebut. Meskipun tidak menyampaikan pidato, kehadirannya sendiri sudah cukup berarti bagi banyak pihak. Bagi fans, melihat dua ikon Manchester berdiri dalam satu momen duka menjadi pengingat akan betapa eratnya persaudaraan yang terjalin di kota ini. Bagi keluarga Hatton, kehadiran sang vokalis menunjukkan betapa luasnya cinta dan rasa hormat yang diterima almarhum dari berbagai kalangan.

Warisan yang Akan Hidup Terus

Perpisahan ini bukan hanya akhir dari perjalanan seorang petinju, tetapi juga momen reflektif bagi Manchester itu sendiri. Ricky Hatton meninggalkan warisan yang abadi. Ia bukan sekadar pemegang gelar juara dunia, melainkan simbol keberanian, kerja keras, dan kebanggaan akan akar. Liam Gallagher, melalui musiknya, juga telah melakukan hal serupa dengan caranya sendiri. Keduanya, dengan jalur yang berbeda, berhasil mengangkat nama Manchester ke tingkat global tanpa pernah melupakan asal-usul mereka.

Seiring berakhirnya upacara, para pelayat perlahan meninggalkan katedral dengan hati yang berat. Namun, di tengah duka tersebut, tersimpan juga kebanggaan. Kebanggaan akan seorang Ricky Hatton yang berjuang habis-habisan untuk kotanya, serta kebanggaan akan komunitas Manchester yang selalu bersatu di saat suka maupun duka. Kehadiran Liam Gallagher dalam momen ini menjadi bukti bahwa ikatan tersebut tidak akan pernah pudar. Warisan Hatton akan terus hidup, tidak hanya dalam rekaman pertarungannya, tetapi juga dalam ingatan setiap orang Manchester yang pernah merasa dibangkitkan semangatnya oleh sosok sang 'Hitman'.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User