Levante vs Barcelona: Comeback Dramatis Blaugrana 3-2 di Ciutat de Valencia
Skor akhir Levante 2-3 Barcelona! Stadion Ciutat de Valencia, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB, menjadi saksi salah satu comeback paling dramatis di pekan kedua La Liga 2025/26. Tertinggal 0-2 di baba...
Skor akhir Levante 2-3 Barcelona! Stadion Ciutat de Valencia, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB, menjadi saksi salah satu comeback paling dramatis di pekan kedua La Liga 2025/26. Tertinggal 0-2 di babak pertama, pasukan Hansi Flick bangkit dengan tiga gol di paruh kedua untuk mempertahankan rekor sempurna mereka musim ini.
Angka-angka memperlihatkan dominasi nyaris absolut tim tamu: penguasaan bola 72 persen berbanding 28 persen, 8 shots on target dari 21 percobaan, sementara Levante hanya mampu melepaskan 3 tembakan tepat sasaran dari 7 upaya. Blaugrana juga unggul telak dalam tendangan sudut, 9 berbanding 2. Namun statistik itu nyaris tak berarti ketika tuan rumah lebih dulu unggul dua gol.
Babak Pertama: Levante Mengguncang Raksasa
Levante membuka laga dengan pressing agresif dan transisi cepat yang membuat lini belakang Barcelona kerepotan. Menit ke-15, Iván Romero memaksimalkan umpan terobosan di sisi kanan pertahanan tamu, lalu melepaskan penyelesaian dingin yang tak mampu diantisipasi kiper Joan García. Ciutat de Valencia meledak — 1-0 untuk tuan rumah.
Barcelona merespons dengan gelombang serangan, namun disiplinnya blok rendah Levante dan jebakan offside yang rapi membuat peluang demi peluang mentah. Petaka kedua datang di masa injury time. Tinjauan VAR mengonfirmasi handball di kotak penalti Barcelona, dan wasit menunjuk titik putih. José Luis Morales dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit ke-45+7 — 2-0, dan skor itu bertahan hingga jeda. Wasit juga mengeluarkan beberapa kartu kuning di babak pertama yang berjalan panas.
Babak Kedua: Tiga Gol, Satu Pernyataan
Apa pun yang disampaikan Hansi Flick di ruang ganti, hasilnya instan. Baru menit ke-49, Pedri melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sudut gawang — 2-1, dan momentum berbalik total. Levante yang tampil heroik di babak pertama mulai kehilangan bentuk permainan.
Menit ke-60, giliran Ferran Torres yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang penyerang menyambar bola dengan insting striker sejati — 2-2! Ciutat de Valencia terdiam, Barcelona mencium kemenangan.
Drama sesungguhnya tiba di masa injury time. Menit ke-90+1, Lamine Yamal melepaskan umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan Levante. Dalam upaya menghalau, bek Unai Elgezabal justru membelokkan bola ke gawang sendiri — gol bunuh diri yang mengubah skor menjadi 3-2 sekaligus menyegel tiga poin bagi tim tamu.
Rashford vs Toljan: Duel Sengit di Sayap
Salah satu pertarungan individu paling menarik datang dari sisi lapangan. Marcus Rashford, penyerang bernomor punggung 14, terlibat duel fisik dan adu kecepatan dengan bek sayap asal Jerman, Jeremy Toljan (#22). Rashford beberapa kali mengancam lewat dribel progresifnya, sementara Toljan bekerja ekstra keras menutup ruang gerak mantan bintang Manchester United itu.
Dalam skema formasi 4-2-3-1 yang diusung Flick, starting XI Barcelona menempatkan Ferran Torres sebagai ujung tombak dengan Lamine Yamal dan Rashford beroperasi di sektor sayap, ditopang kreativitas Pedri di lini tengah. Kedalaman skuad inilah yang menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki fase krusial.
“Kami tidak panik saat tertinggal. Reaksi tim di babak kedua menunjukkan karakter dan mentalitas yang ingin kami bangun. Ini kemenangan yang sangat penting,” ujar Hansi Flick usai laga.
Apa Artinya bagi Barcelona
Dengan hasil ini, Barcelona mengoleksi 6 poin dari dua laga dan terus menempel ketat di papan atas klasemen La Liga. Namun catatan evaluasi tetap ada: pertahanan yang kebobolan dua gol di babak pertama menunjukkan clean sheet masih menjadi pekerjaan rumah bagi Flick.
Sebaliknya bagi Levante, kekalahan ini terasa menyakitkan mengingat mereka sempat unggul dua gol di kandang sendiri. Meski demikian, perlawanan selama 45 menit pertama membuktikan tim promosi ini punya kualitas untuk bertahan di kasta tertinggi. La Liga musim ini baru saja menyajikan pertandingan yang akan dibicarakan lama.
Comments (0)