Lebih dari Harga Gas: Ragam Faktor Penentu Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, Beritainti.com - Daya saing industri nasional kembali menjadi perbincangan hangat, terutama saat sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap dialamatkan pada ting

Jul 08, 2026 - 00:29
0 1
Lebih dari Harga Gas: Ragam Faktor Penentu Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, Beritainti.com - Daya saing industri nasional kembali menjadi perbincangan hangat, terutama saat sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap dialamatkan pada tingginya harga gas. Namun, laporan media kami menunjukkan bahwa harga gas bukanlah satu-satunya variabel yang menentukan kemampuan industri untuk bertahan dan bersaing di pasar. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa terdapat berbagai faktor lain yang turut memengaruhi kondisi industri saat ini, seperti permintaan pasar, ketersediaan bahan baku, produktivitas, nilai tukar rupiah, hingga strategi bisnis perusahaan.

Kompleksitas Daya Saing Industri

Dalam keterangannya yang diterima Beritainti.com, Selasa (30/6/2026), Komaidi menjelaskan bahwa daya saing industri tidak bisa dinilai hanya dari satu sisi biaya energi. Ia mengatakan, harga gas memang menjadi salah satu komponen dalam cost competitiveness, namun bukan satu-satunya penentu. Banyak industri yang mampu tetap kompetitif meskipun tarif gasnya tidak semurah negara lain karena berhasil meningkatkan efisiensi di aspek lain.

“Harga gas adalah salah satu komponen dalam cost competitiveness, tetapi bukan satu-satunya penentu daya saing,” ujar Komaidi.

Permintaan Pasar dan Bahan Baku

Kondisi permintaan global menjadi faktor eksternal yang sering luput dari perhatian. Ketika terjadi perlambatan ekonomi di negara tujuan ekspor, permintaan terhadap produk dalam negeri ikut menurun, terlepas dari rendahnya biaya energi yang ditawarkan. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku lokal yang terhambat—atau ketergantungan pada impor—menambah tekanan karena fluktuasi harga dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hal ini memperberat struktur biaya produksi secara keseluruhan.

Produktivitas dan Nilai Tukar

Tingkat produktivitas tenaga kerja serta pemanfaatan teknologi modern merupakan elemen kunci yang dapat mengompensasi mahalnya energi. Sebuah fasilitas produksi yang masih mengandalkan mesin tua dan proses manual cenderung memiliki biaya per unit lebih tinggi dibandingkan yang sudah terotomatisasi, meskipun harga gas di kedua tempat sama. Fluktuasi nilai tukar rupiah juga memainkan peran ganda: di satu sisi dapat menguntungkan eksportir, namun di sisi lain membebani industri yang harus mengimpor bahan baku atau komponen.

Peran Strategi dan Manajemen

Keputusan strategis perusahaan, seperti diversifikasi produk, inovasi, efisiensi operasional, dan restrukturisasi organisasi, ikut membentuk daya tahan industri. Sejumlah pengamat menilai bahwa gelombang PHK yang terjadi belakangan lebih banyak dipicu oleh keharusan beradaptasi dengan perubahan pasar dan memperbaiki struktur biaya secara menyeluruh, bukan semata akibat beban harga gas.

Dengan memahami kerumitan ini, pemerintah dan pelaku usaha perlu menyusun kebijakan yang holistik—tidak hanya berfokus pada penurunan harga gas, tetapi juga perbaikan ekosistem industri secara terintegrasi. Upaya menyeluruh tersebut diyakini mampu mendorong pemulihan daya saing nasional yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User