Leandro Paredes Picu Kerusuhan Usai Laga Final Piala Dunia

Laga puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, yang mempertemukan Argentina dan Spanyol berakhir dengan skor 2-2 sebelum adu penalti. Argentina keluar sebagai juara dunia untuk kedua kal...

Jul 27, 2026 - 23:51
0 0
Leandro Paredes Picu Kerusuhan Usai Laga Final Piala Dunia

Laga puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, yang mempertemukan Argentina dan Spanyol berakhir dengan skor 2-2 sebelum adu penalti. Argentina keluar sebagai juara dunia untuk kedua kalinya secara beruntun setelah menang 4-2 dalam drama tos-tosan. Namun, sorotan utama justru tertuju pada insiden memanas yang terjadi begitu wasit meniup peluit panjang. Leandro Paredes, gelandang tim Tango, menjadi tokoh sentral dalam kericuhan yang melibatkan puluhan pemain dan ofisial kedua kubu.

Sepanjang 120 menit pertandingan, tensi memang sudah terasa tinggi. Statistik mencatat penguasaan bola Spanyol mencapai 54 persen berbanding 46 persen milik Argentina, namun La Albiceleste lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya. Total tembakan Argentina sebanyak 15 kali dengan 7 mengarah tepat ke gawang, sementara Spanyol melepaskan 12 tembakan dan 5 di antaranya tepat sasaran. Jumlah pelanggaran juga cukup tinggi, Argentina melakukan 18 pelanggaran dan Spanyol 14, mencerminkan intensitas duel di setiap lini.

Gol pembuka lahir di menit ke-23 lewat kerja sama apik lini tengah Spanyol. Pedri, yang tampil sebagai motor serangan, menerima umpan terobosan dari Gavi dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Emiliano Martinez. Argentina merespons dengan tekanan tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Julian Alvarez memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Unai Simon dari sundulan Lautaro Martinez, dan dengan tenang menceploskan si kulit bundar ke gawang yang sudah kosong.

Selepas jeda, permainan semakin keras. Leandro Paredes sudah menerima kartu kuning di menit ke-55 setelah melakukan tekel terlambat terhadap Rodri. Meski demikian, intensitas serangan Argentina tidak mengendur. Spanyol kembali memimpin di menit ke-67 melalui tandukan Alvaro Morata yang memanfaatkan umpan silang akurat Nico Williams. Tertinggal 1-2 memaksa pelatih Lionel Scaloni memasukkan tenaga segar, termasuk Alejandro Garnacho yang langsung merepotkan sisi kanan pertahanan Spanyol. Gol penyeimbang datang di menit ke-78 dari kaki Enzo Fernandez lewat skema sepak pojok yang dieksekusi Lionel Messi. Bola sempat mengenai tiang sebelum Enzo meneruskannya ke dalam gawang.

Kronologi Kericuhan Pascapeluit

Setelah adu penalti yang memastikan Argentina juara, perayaan seharusnya menjadi momen suka cita. Namun situasi berubah dramatis saat Paredes yang tidak ambil bagian dalam eksekusi penalti secara tiba-tiba berlari ke arah bangku cadangan Spanyol. Ia tertangkap kamera melakukan gestur provokatif dengan menangkupkan tangan di telinga ke arah staf pelatih La Furia Roja, yang langsung memicu reaksi keras. Pemain cadangan Spanyol, Ansu Fati, segera berdiri dan mendorong Paredes. Dalam sekejap, puluhan pemain dari kedua tim berlarian ke lokasi dan terlibat dorong-dorongan sengit.

Berdasarkan tayangan ulang, Paredes juga sempat melontarkan kata-kata kepada asisten pelatih Spanyol yang jaraknya hanya beberapa meter. Kapten Spanyol, Aymeric Laporte, terlihat berusaha menenangkan situasi namun malah diganjar kartu merah oleh wasit karena dinilai ikut memperkeruh suasana. Paredes sendiri harus dihalau oleh rekan setimnya, Rodrigo De Paul dan Nicolas Otamendi, sementara ofisial keamanan stadion turun tangan memisahkan kedua kubu. Insiden berlangsung selama hampir tujuh menit sebelum kendali kembali pulih.

Statistik dan Dampak Insiden

Selain kartu kuning yang diterima Paredes di babak kedua, wasit Danny Makkelie mengeluarkan kartu merah langsung untuk gelandang AS Roma itu beberapa menit setelah kericuhan berakhir. Berdasarkan data pertandingan, Paredes mencatat 89 persen akurasi umpan, dua intersep, dan empat pelanggaran sebelum insiden terjadi. Kartu merah tersebut menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah final Piala Dunia yang menerima kartu merah, setelah sebelumnya terjadi pada 1990 dan 2006.

Federasi Sepak Bola Spanyol langsung mengajukan protes resmi kepada FIFA. Mereka menuntut investigasi terhadap perilaku Paredes dan menyoroti standar disiplin yang dinilai kurang tegas. Sementara itu, kubu Argentina melalui Asosiasi Sepak Bola Argentina menyatakan akan melakukan pembelaan, meskipun mengakui bahwa tindakan pemainnya tidak dapat dibenarkan sepenuhnya.

Reaksi Pelatih dan Ruang Ganti

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Lionel Scaloni mengaku kecewa dengan insiden tersebut. "Kami memenangkan trofi paling bergengsi di dunia, tapi perayaan kami ternoda oleh momen yang seharusnya tidak perlu terjadi. Saya akan bicara dengan Leandro secara internal," ujarnya dengan raut wajah serius. Scaloni juga menyinggung pentingnya menjaga sportivitas di level tertinggi sepak bola.

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyebut tindakan Paredes sebagai bentuk tidak hormat kepada lawan. "Kalah memang menyakitkan, tapi yang lebih menyakitkan adalah menyaksikan sikap seperti itu di panggung yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola. Federasi kami akan memastikan laporan resmi sampai ke meja Komite Disiplin FIFA," tegasnya. Kendati begitu, De la Fuente tetap memberikan selamat kepada Argentina atas pencapaian juara, menegaskan bahwa ia tidak ingin seluruh tim dihakimi oleh ulah satu individu.

Bentrokan fisik sempat membuat upacara penyerahan trofi tertunda sekitar 15 menit. Hingga kini, FIFA belum merilis pernyataan resmi terkait panjangnya sanksi bagi Leandro Paredes, namun spekulasi menyebutkan larangan bertanding minimal lima laga internasional sudah menanti. Momen ini sekaligus menjadi catatan kelam di edisi Piala Dunia yang sejatinya berlangsung spektakuler.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User