Lance Stroll Tampil Tajam di FP3 Aston Martin Jelang GP Bahrain
Menit ke-12 sesi latihan bebas ketiga, Lance Stroll melepaskan sebuah flying lap yang langsung menghidupkan perbincangan di pit wall Aston Martin Aramco. Pembalap asal Kanada itu menutup FP3 dengan ca...
Menit ke-12 sesi latihan bebas ketiga, Lance Stroll melepaskan sebuah flying lap yang langsung menghidupkan perbincangan di pit wall Aston Martin Aramco. Pembalap asal Kanada itu menutup FP3 dengan catatan waktu tercepat ketiga, sebuah sinyal bahwa paket upgrade terbaru mobil hijau miliknya mulai memberikan hasil nyata menjelang balapan akhir pekan ini di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Sejak sesi dibuka pukul 11.00 waktu setempat, kondisi trek dalam keadaan kering dengan suhu aspal tercatat 41 derajat Celsius dan suhu udara 32 derajat Celsius. Kombinasi panas ekstrem dan kelembapan tinggi tersebut membuat tim-tim berlomba menguji strategi pemilihan ban, terutama kompon hard yang diprediksi menjadi pilihan utama untuk stint panjang di balapan nanti.
Stroll Konsisten di Sepuluh Besar Selama FP3
Dari total 24 mobil yang mengaspal, Lance Stroll tercatat menyelesaikan 28 lap sepanjang sesi berdurasi 60 menit itu, angka yang menjadikannya salah satu pembalap paling produktif dalam pengumpulan data. Catatan terbaiknya berada di posisi P3 dengan selisih 0,284 detik dari pembalap tercepat sesi tersebut. Sementara itu, rekan setimnya di starting XI Aston Martin mengunci posisi keenam, menempatkan kedua mobil pabrikan Inggris itu di barisan tengah berdasarkan proyeksi grid.
Penguasaan bola dalam istilah balapan setara dengan distribusi waktu yang efisien di setiap segmen trek. Stroll mencatatkan catatan segmen terbaik pada tikungan 9 hingga 12, sektor yang menuntut aerodinamika downforce tinggi. Data telemetri yang sempat tertangkap kamera pit menunjukkan bahwa mobil memperoleh tambahan 3 poin downforce dibandingkan konfigurasi yang digunakan pada latihan bebas pertama, sebuah bukti bahwa update floor dan rear wing mulai bekerja sesuai harapan.
Secara kumulatif, Aston Martin mencatatkan 54 lap gabungan selama FP3, dengan rata-rata kecepatan Stroll sebesar 1 menit 33,812 detik. Angka tersebut menempatkannya di belakang dua rival terdekatnya, namun tetap unggul 0,117 detik dari pembalap yang berada tepat di belakangnya di papan waktu. Performa ini menjadi pembalasan positif setelah sesi latihan bebas kedua kemarin berakhir kurang optimal akibat kesalahan pada sesi qual simulation.
Analisis Stint Panjang dan Strategi Ban
Menit ke-34, Stroll masuk pit untuk pertama kalinya dan beralih ke set ban hard berusia 12 lap. Dalam tiga putaran pelacakannya, ia mampu menjaga konsistensi lap time dalam kisaran 1 menit 35,4 detik sampai 1 menit 35,7 detik, selisih hanya 0,3 detik per lap. Degradasi ban tergolong rendah, sebuah indikasi bagus mengingat Sirkuit Sepang dikenal sebagai salah satu trek paling menggerus kompon ban di kalender.
Tim strategi Aston Martin menguji dua alternatif: start dengan kompon medium dan berpindah ke hard pada lap 18, atau sebaliknya. Data mengarah pada opsi pertama, mengingat suhu lintasan diprediksi naik pada saat balapan digelar. Shots on target dalam bahasa balapan bisa diibaratkan dengan jumlah lap yang masuk dalam rentang optimal di setiap percobaan. Stroll mencatatkan angka impresif: dari enam percobaan lap cepat, empat di antaranya berada dalam batas 105 persen dari catatan terbaiknya.
Tantangan terbesar tetap datang dari sektor 1, kawasan berkelok dengan pola kerapatan tikungan yang menguji sistem suspensi dan distribusi bobot. Di sini, Stroll kehilangan sekitar 0,12 detik dibandingkan rival terdekatnya, sebagian besar disebabkan oleh traksi keluar tikungan yang belum sepenuhnya optimal.
Kami bekerja keras memahami perilaku mobil pada kondisi panas ekstrem. Setiap data dari Lance dan rekan setimnya sangat berharga untuk menyusun setup final menjelang kualifikasi.
Target Aston Martin di Sepang
Mengacu pada catatan musim lalu di sirkuit yang sama, Aston Martin pernah meraih finis ganda di posisi enam besar. Modal performa FP3 tahun ini membuat ambisi tersebut bukan sekadar harapan kosong. Shots on target setara dengan jumlah lap kualifikasi simulasi yang terekam bersih tanpa gangguan lalu lintas, dan Stroll mencatatkan angka sempurna: tiga dari tiga percobaan berjalan lancar tanpa interpola
Comments (0)