Korea Selatan U-23 Juara Asian Games Usai Kalahkan Jepang di Final

Skor akhir 2-1 menjadi milik Korea Selatan U-23. Tim asuhan pelatih kepala itu memastikan medali emas sepak bola putra Asian Games setelah menundukkan tuan rumah Jepang pada laga final yang digelar di...

Oct 10, 2026 - 18:47
0 0
Korea Selatan U-23 Juara Asian Games Usai Kalahkan Jepang di Final

Skor akhir 2-1 menjadi milik Korea Selatan U-23. Tim asuhan pelatih kepala itu memastikan medali emas sepak bola putra Asian Games setelah menundukkan tuan rumah Jepang pada laga final yang digelar di Stadion Toyota, Aichi, Sabtu malam WIB. Kemenangan ini sekaligus mengulang catatan emas Korea Selatan di ajang yang sama, dan menutup turnamen dengan status tak terkalahkan sepanjang fase gugur.

Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Jepang, yang tampil di hadapan pendukung sendiri, mencoba menekan lewat penguasaan bola. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Jepang mencapai 58 persen berbanding 42 persen milik Korea Selatan. Namun, efektivitas menjadi pembeda. Korea Selatan mencatat 4 shots on target dari total 7 percobaan, sementara Jepang hanya mampu melepaskan 2 tembakan tepat sasaran dari 9 upaya.

Jalannya Pertandingan: Gol Cepat dan Respons Tuan Rumah

Menit ke-14, Korea Selatan membuka keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Seorang winger melepaskan umpan terobosan ke ruang kosong di sisi kanan pertahanan Jepang, lalu diteruskan dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut jauh gawang dan tak mampu dijangkau kiper Jepang. 1-0 untuk Korea Selatan.

Jepang merespons menit ke-31. Tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter membentur pagar betis dan berbelok arah, membuat kiper Korea Selatan salah langkah. Skor menjadi 1-1, dan stadion bergemuruh. Wasit sempat mengecek VAR terkait potensi handsball di area terlarang, namun tidak ada pelanggaran yang terdeteksi. Babak pertama ditutup dengan kedudukan imbang.

Memasuki babak kedua, Korea Selatan mengubah pendekatan. Formasi 4-2-3-1 yang mereka gunakan di paruh pertama diubah menjadi 4-3-3, dengan dua gelandang bertahan ditarik lebih dalam untuk memutus aliran bola Jepang. Perubahan ini terbukti efektif. Penguasaan bola Jepang turun menjadi 51 persen, sementara Korea Selatan mencatat 6 shots on target tambahan sepanjang 45 menit kedua.

Momen Kunci: Gol Penentu dan Kartu Merah

Menit ke-67, Korea Selatan mencetak gol kemenangan. Assist manis dari gelandang tengah membelah dua bek Jepang, lalu diselesaikan dengan tembakan first-time dari dalam kotak penalti. 2-1. Jepang berusaha bangkit, tetapi pertahanan Korea Selatan tampil disiplin. Mereka mencatat 5 blok dan 11 clearance di 20 menit terakhir.

Menit ke-84, Jepang harus bermain dengan 10 orang setelah seorang bek menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik. Keputusan wasit sempat ditinjau VAR, namun tetap dipertahankan. Keunggulan jumlah pemain membuat Korea Selatan lebih leluasa mengontrol laga hingga peluit panjang berbunyi.

"Kami tahu Jepang akan menekan sejak awal. Para pemain menjalankan instruksi dengan disiplin, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang. Gol kedua adalah hasil dari kerja kolektif," ujar pelatih Korea Selatan dalam konferensi pers usai laga.

Statistik Akhir dan Catatan Turnamen

Secara keseluruhan, Jepang mencatat penguasaan bola 53 persen, namun hanya melepaskan 3 shots on target dari 14 percobaan. Korea Selatan lebih efisien dengan 10 shots on target dari 13 upaya, serta mencatat angka pass accuracy 84 persen. Kiper Korea Selatan mencatat 2 penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan refleks di menit ke-90+2 yang memastikan clean sheet di paruh kedua.

Dengan hasil ini, Korea Selatan U-23 menutup turnamen dengan 5 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 0 kekalahan. Mereka mencetak total 12 gol dan hanya kebobolan 3 kali sepanjang fase grup hingga final. Sejumlah pemain mencuri perhatian, termasuk gelandang yang mencatat 3 assist dan penyerang yang mengoleksi 4 gol di turnamen ini.

Bagi Jepang, ini menjadi pil pahit setelah tampil dominan sepanjang turnamen. Mereka sebelumnya mencatat 4 clean sheet beruntun, namun harus mengakui keunggulan Korea Selatan di partai puncak. Pelatih Jepang menyebut timnya kehilangan momentum di 20 menit terakhir babak kedua.

Kemenangan ini mempertegas dominasi Korea Selatan di level usia muda Asia. Dengan formasi fleksibel, disiplin taktik, dan efisiensi di depan gawang, mereka layak mengangkat trofi di kandang rival. Jepang harus puas dengan medali perak, sementara perunggu menjadi milik tim yang menang di laga perebutan tempat ketiga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User