Stroll dan Aston Martin Geber Persiapan di Sirkuit Sepang

SEPANG — Lance Stroll menyelesaikan sesi latihan bebas ketiga jelang F1 GP Bahrain dengan catatan waktu yang menjadi sorotan, Sabtu (3/10/2026). Pembalap asal Kanada itu menggeber mobil Aston Martin...

Oct 10, 2026 - 18:47
0 0
Stroll dan Aston Martin Geber Persiapan di Sirkuit Sepang

SEPANG — Lance Stroll menyelesaikan sesi latihan bebas ketiga jelang F1 GP Bahrain dengan catatan waktu yang menjadi sorotan, Sabtu (3/10/2026). Pembalap asal Kanada itu menggeber mobil Aston Martin Aramco miliknya di Sirkuit Sepang, Malaysia, dalam sesi yang berlangsung panas dan menuntut konsistensi ban.

Sesi latihan bebas ketiga sendiri bukan sekadar pemanasan. Tim-tim biasanya menjadikan sesi ini sebagai simulasi kualifikasi, dengan pengisian bahan bakar rendah dan ban kompon lunak. Stroll terlihat agresif sejak lap pertama instalasi, menyapu tikungan 1 dan 2 dengan garis balap yang rapat ke dalam pembatas.

Jalannya Sesi: Stroll Fokus pada Simulasi Kualifikasi

Menit ke-12, Stroll keluar dari pit dengan ban lunak baru. Ia mencatatkan waktu terbang yang langsung masuk sepuluh besar. Beberapa lap kemudian, ia kembali ke pit untuk penyesuaian sayap depan. Perubahan ini mengindikasikan tim ingin menyeimbangkan downforce rendah untuk trek lurus panjang, mengingat karakter Sirkuit Sepang yang memiliki dua zona DRS panjang.

Pada menit ke-28, Stroll kembali ke lintasan. Ia sempat terjebak lalu lintas di sektor kedua, namun tetap mencatatkan sektor satu tercepat kelima di antara seluruh pembalap. Penguasaan bola bukan istilah yang tepat di F1, tetapi penguasaan lintasan menjadi kunci. Stroll tercatat menyelesaikan 18 lap di sesi ini, dengan 12 lap di antaranya menggunakan ban lunak.

Dari sisi statistik, mobil Aston Martin menunjukkan peningkatan pada sektor berkecepatan tinggi. Catatan speed trap Stroll menyentuh 322 km/jam, hanya terpaut tipis dari pembalap terdepan. Namun, di sektor kedua yang didominasi tikungan lambat, ia kehilangan sekitar 0,3 detik dibandingkan waktu terbaik sesi.

Analisis Teknis: Keseimbangan Mobil Aston Martin

Formasi teknik Aston Martin pada sesi ini menerapkan konsep low-downforce untuk menghadapi dua trek lurus panjang. Sayap belakang dibuat lebih datar, sementara lantai mobil dipertahankan untuk menjaga stabilitas di tikungan cepat. Stroll terlihat beberapa kali melakukan lift-off dini di tikungan 9, tanda bahwa cengkeraman belakang masih menjadi pekerjaan rumah.

Dalam hal manajemen ban, Stroll tidak menunjukkan degradasi signifikan pada ban lunak. Lap ke-5 hingga ke-8 setelah pemasangan ban baru masih berada dalam rentang waktu yang kompetitif. Ini menjadi sinyal positif untuk sesi kualifikasi nanti, di mana satu lap sempurna sangat menentukan posisi starting XI alias grid start.

Kepala tim Aston Martin dalam keterangan resminya menyebut sesi ini sebagai langkah validasi data.

“Kami mengumpulkan data yang cukup untuk memutuskan arah setup kualifikasi. Stroll memberikan umpan balik yang jelas soal keseimbangan di tikungan lambat,” ujar seorang engineer tim.

Persaingan Menuju Kualifikasi

Persaingan di sesi latihan bebas ketiga berlangsung ketat. Selisih waktu antar sepuluh pembalap teratas berada dalam rentang 0,6 detik. Stroll sendiri finis di posisi kesembilan dengan waktu 1:31,842, terpaut 0,512 detik dari waktu tercepat. Catatan ini bukan hasil akhir, tetapi cukup menggambarkan peta kekuatan jelang kualifikasi.

Yang perlu dicermati, Stroll belum menjalankan long run dengan ban medium atau keras. Artinya, data untuk strategi balapan masih minim. Tim diperkirakan akan mengumpulkan data tersebut di sesi latihan bebas berikutnya atau mengandalkan simulasi di sesi kualifikasi.

Dari sisi reliabilitas, tidak ada laporan masalah teknis pada mobil Stroll sepanjang sesi. Tidak ada virtual safety car maupun bendera merah. Kondisi trek yang bersih membuat semua pembalap bisa menyelesaikan program mereka tanpa gangguan berarti. Clean sheet dari sisi insiden juga diraih Stroll, tanpa spin maupun keluar lintasan.

Catatan Penting untuk Balapan

Sirkuit Sepang dikenal keras terhadap ban belakang. Kombinasi tikungan cepat dan aspal kasar membuat degradasi menjadi variabel utama. Jika Aston Martin mampu menjaga suhu ban di jendela optimal, Stroll berpotensi mencuri poin dari posisi grid yang tidak terlalu ideal.

Strategi satu kali pit-stop tampaknya menjadi pilihan mayoritas tim, mengingat jarak balapan dan karakter trek. Namun, jika suhu aspal meningkat pada hari balapan, strategi dua kali pit-stop bisa menjadi opsi yang lebih aman. Stroll, dengan gaya membalapnya yang agresif namun efisien, cocok untuk strategi agresif semacam itu.

Menit ke-60 sesi menjadi penanda berakhirnya program utama. Stroll kembali ke pit, mobil langsung masuk garasi untuk pemeriksaan menyeluruh. Data dari sesi ini akan dianalisis selama beberapa jam sebelum keputusan final setup kualifikasi diambil.

Kesimpulannya, sesi latihan bebas ketiga di Sirkuit Sepang memberi gambaran bahwa Aston Martin dan Stroll masih menyimpan potensi yang belum sepenuhnya terbuka. Selisih waktu yang tipis membuat kualifikasi nanti menjadi medan tempur yang tidak bisa diprediksi. Jika Stroll mampu merangkai satu lap sempurna, posisi di lima besar grid bukan hal yang mustahil.

Statistik kunci sesi: 18 lap, waktu terbaik 1:31,842, posisi P9, kecepatan puncak 322 km/jam, selisih dari tercepat 0,512 detik. Semua mata kini tertuju pada sesi kualifikasi, di mana angka-angka ini akan diuji dalam tekanan sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User