Kisah Dewi 'Narkoba Sekeluarga' Aktif Ikut Kegiatan Lapas demi Cepat Bebas

Dewi, narapidana di Lapas Perempuan Bandung, bertekad bebas untuk kembali kepada anak-anaknya. Ia aktif rehabilitasi dan terlibat dalam program lapas.]]>

Aug 24, 2026 - 13:25
Updated: 1 day ago
0 0
Kisah Dewi 'Narkoba Sekeluarga' Aktif Ikut Kegiatan Lapas demi Cepat Bebas

Kisah Dewi 'Narkoba Sekeluarga' Aktif Ikut Kegiatan Lapas demi Cepat Bebas

Dewi, perempuan yang kini menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba, memiliki cerita unik di balik jeruji besi. Meski dikenal sebagai "Narkoba Sekeluarga," Dewi menunjukkan perubahan signifikan dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan di lapas. Tujuannya sederhana: ingin segera bebas dan kembali ke kehidupan normal.

Kisah Dewi memang tak biasa. Ia bukan narapidana biasa yang pasrah dengan nasibnya di balik penjara. Sebaliknya, Dewi memilih mengisi waktu dengan berbagai aktivitas produktif yang ditawarkan oleh pihak lembaga pemasyarakatan (Lapas). Keputusannya ini bukan tanpa alasan. Dewi yakin dengan menunjukkan perubahan dan partisipasi aktif, ia bisa mempercepat proses pembebasannya.

Latar Belakang Kasus

Dewi ditangkap oleh aparat kepolisian beberapa tahun lalu karena terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Kasus yang melibatkan keluarganya ini membuatnya divonis hukapan penjara yang cukup panjang. Namun, bukan hukuman yang membuat Dewi patah semangang. Sebaliknya, ia melihat masa tahanan sebagai kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.

"Saya sadari salah besar telah saya lakukan. Tapi saya percaya setiap orang berhak untuk memulai baru," ujar Dewi saat ditemui di ruang kunjungan Lapas Wanita Class IIA Jakarta, Minggu (15/5/2023).

Aktivitas di Lapas

Sejak pertama kali masuk Lapas, Dewi tidak pernah menunjukkan sikap pasrah. Ia segera bergabung dengan berbagai program rehabilitasi dan keterampilan yang diselenggarakan oleh pihak Lapas. Dari pelatihan membuat kerajinan tangan, hingga kursus komputer, Dewi tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menambah keahlian.

"Setiap ada pelatihan, saya selalu mendaftar. Saya ingin menggunakan waktu di sini sebaik mungkin. Bukan hanya untuk mengisi waktu, tapi untuk persiapan hidup di luar nanti," tutur Dewi yang kini aktif sebagai anggota kelompok teater di Lapas tersebut.

Selain kegiatan keterampilan, Dewi juga turut aktif dalam program bimbingan konseling psikologis. Ia mengakui bahwa trauma akibat kasus yang dialaminya cukup berat. Namun, dengan bimbingan yang teratur, ia secara perlahan bisa mengatasi beban mental tersebut.

"Di sini saya banyak belajar tentang mengendalikan emosi dan memahami dampak perbuatan saya pada keluarga. Itu yang paling sulit dihadapi," ungkap Dewi dengan mata berkaca-kaca.

Dukungan Keluarga dan Harapan

Meski kasusnya melibatkan anggota keluarga lainnya, Dewi mengaku mendapatkan dukangan penuh dari keluarga terdekat. Ayah dan ibunya yang sering berkunjung ke Lapas menjadi motor penggerak utama bagi Dewi untuk tetap teguh.

"Orang tua saya tidak pernah menyerah padaku. Mereka selalu bilang, 'kita menunggu kamu pulang dengan membawa perubahan'. Itu yang jadi pegangan hidup saya di sini," cerita Dewi.

Dewi juga mengaku memiliki harapan besar setelah bebas. Ia ingin membuka usaha kecil berbasis kerajinan tangan yang telah ia pelajari selama di Lapas. Selain itu, ia juga berencana aktif memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada generasi muda.

"Saya ingin cerita saya menjadi peringatan bagi orang lain. Jangan sampai seperti saya yang terjerumus ke jalur yang salah," tegasnya.

Komentar Pihak Lapas

Kepala Lapas Wanita Class IIA Jakarta, Siti Aminah, mengapresiasi sikap Dewi yang sangat positif selama menjalani hukuman. Menurutnya, partisipasi aktif Dewi dalam berbagai kegiatan di Lapas adalah contoh bagi narapidana lainnya.

"Dewi adalah salah satu narapidana yang paktis dan memiliki semangat tinggi. Ia tidak hanya mengikuti program, tapi juga aktif berkontribusi dalam program kreativitas kami. Ini menunjukkan adanya perubahan yang nyata," ujar Siti.

Ia menambahkan, pihak Lapas akan memberikan rekomendasi positif untuk Dewi jika terus menunjukkan perubahan yang konsisten. Rekomendasi ini akan menjadi pertimbangan dalam proses remisi yang akan diajukan Dewi.

"Kita berharap dengan partisipasinya ini, Dewi bisa mendapatkan remisi dan segera kembali ke masyarakat untuk membuktikan perubahannya," pungkas Siti.

Kisah Dewi memang bukan yang pertama dan terakhir, namun menjadi contoh nyata bahwa balik narkoba bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad dan kerja keras, seseorang bisa membuktikan perubahan dan meraih kembali kebebasan yang lebih bermakna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User