Kim Sang Sik Puji Skuad Vietnam Usai Gebuk Malaysia ke Final AFF

Peluit panjang berbunyi di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8) malam WIB, dan tribun tuan rumah langsung bergemuruh. Vietnam menggebuk Malaysia 3-1 pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 sekaligus me...

Kim Sang Sik Puji Skuad Vietnam Usai Gebuk Malaysia ke Final AFF

Peluit panjang berbunyi di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8) malam WIB, dan tribun tuan rumah langsung bergemuruh. Vietnam menggebuk Malaysia 3-1 pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 sekaligus memastikan tiket ke partai puncak lewat agregat 4-2. Bagi pelatih Kim Sang Sik, ini bukan sekadar kemenangan — ini pembuktian bahwa racikan taktik dan mentalitas skuadnya layak diperhitungkan di panggung Asia Tenggara.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi, Gol Cepat, dan Dominasi Penguasaan Bola

Kim Sang Sik tampil berani dengan formasi 4-2-3-1, memasang Nguyen Xuan Son sebagai ujung tombak tunggal yang didukung Nguyen Quang Hai di belakangnya. Sejak menit awal, tuan rumah langsung menekan dengan garis pertahanan tinggi. Malaysia, yang datang dengan starting XI bernuansa 5-4-1 ala tim tamu, kesulitan membangun serangan dari bawah.

Menit ke-17, tekanan itu membuahkan hasil. Nguyen Hoang Duc melepaskan umpan terobosan menusuk di antara dua bek tengah Malaysia, dan Nguyen Xuan Son yang lolos dari jebakan offside menyelesaikannya dengan sepakan first-time ke tiang jauh. Skor 1-0. Tujuh menit berselang, giliran gawang Malaysia yang selamat dari maut: tendangan voli Phan Van Duc membentur mistar setelah umpan silang Nguyen Tien Linh dari sisi kanan.

Malaysia sesekali keluar lewat transisi cepat, tetapi duet Do Duy Manh dan Que Ngoc Hai di lini belakang selalu sigap memotong. Menit ke-38, skenario bola mati kembali menjadi pembeda. Quang Hai mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kiri, bola melengkung melewati pagar betis dan bersarang di sudut kiri gawang. Skor 2-0, meski wasit sempat memeriksa via VAR karena dugaan offside terhadap pemain yang menghalangi kiper. Keputusan tetap gol.

Statistik babak pertama berbicara jujur: penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen untuk Vietnam, dengan lima shots on target melawan satu. Malaysia praktis hanya bermain di sepertiga lapangan sendiri.

Babak Kedua: Perlawanan Harimau Malaya dan Pukulan Balik Mematikan

Turun minum, pelatih Malaysia mengubah formasi menjadi 3-5-2 dengan menambah satu striker murni. Hasilnya langsung terasa: menit ke-55, umpan silang dari sisi kanan disambar sundulan Dion Cools di tiang dekat. Skor 2-1, agregat menyempit jadi 3-2. Pertandingan tiba-tiba hidup, dan clean sheet Vietnam sirna.

Namun justru di momen rawan itulah karakter juara Vietnam muncul. Alih-alih bertahan, Kim Sang Sik menaikkan garis permainan. Menit ke-67, serangan balik kilat tiga sentuhan menghukum kelengahan Malaysia: Tien Linh menerima bola dari Quang Hai, melewati satu bek, lalu melepaskan assist mendatar yang dikonversi Xuan Son menjadi gol keduanya malam itu. Skor 3-1, agregat 4-2 — pukulan telak bagi Harimau Malaya yang harus mengejar tiga gol di sisa 20 menit.

Malaysia mencoba mati-matian lewat umpan-umpan panjang, tetapi disiplin lini belakang Vietnam tak goyah. Satu kartu kuning untuk gelandang Malaysia di menit ke-81 setelah pelanggaran keras menghentikan serangan balik Quang Hai menjadi satu-satunya catatan wasit di sisa laga. Statistik akhir: penguasaan bola 58-42, shots on target 6-3, dan 14 pelanggaran berbanding 12.

Kim Sang Sik: Pujian untuk Disiplin dan Karakter Pemain

Usai pertandingan, Kim Sang Sik tidak pelit memuji anak asuhnya. Pelatih asal Korea Selatan itu menyoroti aspek yang tidak selalu terlihat di papan skor.

Saya sangat bangga dengan para pemain. Mereka menjalankan instruksi taktik dengan disiplin luar biasa selama 90 menit, terutama setelah Malaysia mencetak gol. Banyak tim bisa panik dalam situasi seperti itu, tapi tim ini tetap tenang dan bermain sesuai rencana, ujar Kim Sang Sik dalam konferensi pers.

Kim juga menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif, bukan sekadar ketajaman individu. Orang-orang akan membicarakan gol Xuan Son, tapi bagi saya kunci kemenangan adalah bagaimana seluruh lini — dari kiper hingga striker — mau bekerja sama menekan dan bertahan, tambahnya.

Jalan Menuju Final: Siapa Lawan Berikutnya?

Dengan hasil ini, Vietnam melaju ke final dan menunggu pemenang antara Thailand melawan Singapura pada leg kedua semifinal lainnya. Catatan menarik: sejak ditangani Kim Sang Sik, Vietnam hanya kalah sekali dari lima laga terakhir di turnamen ini, dengan tiga clean sheet di fase grup.

Namun final nanti akan menjadi ujian terberat. Lawan mana pun yang datang, Kim Sang Sik dipastikan akan kembali mengandalkan racikan 4-2-3-1 yang terbukti fleksibel — bisa menekan tinggi seperti malam ini, atau bertahan dalam blok rendah jika diperlukan. Satu hal yang pasti: Vietnam datang ke final bukan sebagai pengejar, melainkan tim yang sudah membuktikan ketajaman dan ketenangannya di panggung terbesar Asia Tenggara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User