Kiandra Ramadhipa Ukir Aksinya di Moto3 Junior Jerez

Cuaca cerah dan aspal panas Sirkuit Jerez – Ángel Nieto menjadi saksi perjuangan sengit M. Kiandra Ramadhipa, pembalap binaan PT Astra Honda Motor, di ajang Moto3 Junior World Championship pada Min...

Jul 27, 2026 - 22:36
0 0
Kiandra Ramadhipa Ukir Aksinya di Moto3 Junior Jerez

Cuaca cerah dan aspal panas Sirkuit Jerez – Ángel Nieto menjadi saksi perjuangan sengit M. Kiandra Ramadhipa, pembalap binaan PT Astra Honda Motor, di ajang Moto3 Junior World Championship pada Minggu, 5 Juli 2026. Dalam balapan yang penuh tekanan, ia berhasil mengakhiri perlombaan di posisi kesepuluh, sebuah pencapaian yang membanggakan di tengah gempuran para rider muda terbaik dunia. Sejak lampu start padam, Ramadhipa langsung menunjukkan agresivitasnya dengan melesat dari grid ke-15 menuju ke rombongan tengah dalam dua lap pertama.

Start Cemerlang dan Manuver Berani

Start dari posisi yang kurang ideal tidak menyurutkan nyali Ramadhipa. Dengan motor Honda NSF250RW andalannya, ia langsung merebut dua posisi di tikungan pertama, lalu menempel grup pembalap yang bersaing memperebutkan sepuluh besar. Pada lap keempat, ia mencatatkan waktu putaran terbaik pribadi 1 menit 48,123 detik—hanya terpaut empat persepuluh detik dari catatan pemimpin balapan. Performa konsisten itu menjadi kunci saat ia menyalip dua pembalap Spanyol sekaligus di Tikungan Sito Pons pada lap keenam. Aksi salip ganda ini membuktikan ketajaman teknik pengereman dan kepercayaan dirinya di sirkuit sepanjang 4,423 km itu. Hingga paruh balapan, Ramadhipa bertengger di urutan kesebelas, terlibat duel sengit dengan dua pebalap asal Italia dan Spanyol yang terus saling tukar posisi. Komunikasi radio dari tim Astra Honda Racing menegaskan agar ia tetap menjaga ritme dan tidak memaksakan diri di sektor cepat, terutama di dua tikungan terakhir yang rawan kesalahan. Pembalap kelahiran 2010 itu memperlihatkan kematangan di luar usianya dengan tetap rapi menjaga garis balap meskipun terus diintimidasi dari belakang.

Pertarungan Sengit di Zona Poin

Memasuki sepuluh lap terakhir, intensitas balapan meningkat drastis. Ramadhipa harus mempertahankan posisi dari pembalap Finetwork Team, yang berulang kali mencoba menusuk di tikungan Dry Sack. Pada lap ke-14, sebuah manuver agresif dari lawannya hampir membuatnya kehilangan kendali, namun Ramadhipa dengan dingin menjaga motor tetap pada roda dan segera membalas di lintasan lurus berikutnya menggunakan keunggulan akselerasi mesin Honda. Pertarungan sengit ini berlanjut hingga lap terakhir. Di sektor terakhir sirkuit, Ramadhipa berhasil menutup pintu di tikungan cepat Lorenzo, kemudian melintir keluar dari tikungan terakhir dengan keunggulan hanya 0,2 detik dari pembalap di belakangnya. Ia menyentuh garis finis di posisi kesepuluh dengan catatan total waktu 32 menit 15,678 detik, terpaut 18,5 detik dari pemenang balapan yang berasal dari program junior KTM. Raihan ini memberinya tambahan 8 poin di klasemen sementara, sekaligus menjaga momentum positif setelah seri sebelumnya di Le Mans ia gagal finis.

Kata Ramadhipa dan Reaksi Tim

Seusai balapan, Ramadhipa tidak bisa menyembunyikan senyum lelahnya. "Balapan ini sangat sulit. Treknya panas, ban cepat habis. Tapi saya berusaha tetap fokus dan tidak melakukan kesalahan. Saya senang bisa membawa poin untuk tim dan Indonesia," ujarnya sambil membuka helm. Manajer Tim Astra Honda Racing yang mendampinginya di paddock menyatakan kebanggaan atas performa anak didiknya. "Kiandra menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun lalu. Di Jerez yang secara teknis sangat menuntut, ia bisa membaca balapan dengan baik dan mengambil keputusan tepat saat menyalip. Hasil ini menjadi fondasi penting untuk sisa musim," tuturnya. Ramadhipa menambahkan bahwa setelan suspensi yang diubah timnya di sesi pemanasan pagi membuatnya lebih percaya diri menikung, terutama di sektor dua dan tiga yang menjadi titik lemahnya sepanjang latihan bebas. Data telemetri menunjukkan kemajuan signifikan pada sudut kemiringan motor dan kestabilan pengereman.

Jalan Panjang Menuju Mimpi MotoGP

Penampilan di Jerez ini menegaskan bahwa program pembinaan PT Astra Honda Motor kian solid. Ramadhipa, yang sebelumnya mengasah bakat di ajang Asia Talent Cup, kini menjalani musim keduanya di Moto3 Junior World Championship. Musim lalu ia lebih banyak belajar dari pengalaman, finis di luar zona poin hampir di setiap seri. Kini, ia terlihat jauh lebih matang, baik dari sisi pengendalian motor maupun strategi balapan. Seri berikutnya di Sirkuit Portimão, Portugal, pada 19 Juli 2026 akan menjadi tantangan baru. Ramadhipa bertekad memperbaiki posisi kualifikasi agar tidak lagi berjuang dari barisan tengah. "Target saya start di tujuh besar. Dengan grid lebih depan, saya bisa bermain lebih leluasa di grup terdepan," katanya optimistis. Perjalanan Ramadhipa di kejuaraan dunia junior ini menjadi salah satu harapan baru bagi penggemar balap Indonesia yang mendambakan sukses penerus tradisi pembalap Tanah Air di pentas Grand Prix. Dengan dukungan berkelanjutan dari Astra Honda dan semangat pantang menyerah, Ramadhipa perlahan tapi pasti mengukir jalan menuju mimpi besar: menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai kejuaraan dunia di kelas grand prix.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User