Oct 13, 2026
Olahraga

Kericuhan Pasca Final Piala Dunia 2026: Peran Paredes dan Statistik Laga

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Prancis di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi penutup manis sebuah turnamen. Namun, apa yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi justru mencuri perhatian...

Kericuhan Pasca Final Piala Dunia 2026: Peran Paredes dan Statistik Laga

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Prancis di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi penutup manis sebuah turnamen. Namun, apa yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi justru mencuri perhatian. Kericuhan meletus di tengah lapangan, dan nama Leandro Paredes disebut-sebut sebagai pemicu utama. Insiden ini mencoreng momen kemenangan yang seharusnya dirayakan dengan sportif.

Pertandingan sendiri berjalan ketat. Argentina membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Prancis membalas pada menit ke-58 lewat eksekusi penalti setelah wasit meninjau VAR. Gol penentu lahir pada menit ke-82, memanfaatkan umpan terobosan yang diselesaikan dengan dingin oleh penyerang Argentina. Penguasaan bola akhir laga tercatat 54 persen untuk Argentina dan 46 persen untuk Prancis, dengan shots on target 6 berbanding 4.

Kronologi Kericuhan: Menit-Menit Setelah Peluit Panjang

Kericuhan dimulai sekitar lima menit setelah laga usai. Saat para pemain Argentina melakukan selebrasi di tengah lapangan, sejumlah pemain Prancis yang masih berada di area lapangan terlibat adu mulut. Saksi mata menyebut Paredes, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 menggantikan gelandang bertahan, mendekati kubu Prancis dan melontarkan provokasi verbal. Dalam hitungan detik, situasi memanas.

Paredes terlihat mendorong salah satu pemain lawan, yang langsung dibalas dengan dorongan serupa. Pemain dari kedua kubu berhamburan ke titik konflik. Kartu kuning sudah tidak relevan karena pertandingan telah berakhir, tetapi wasit tetap mencatat insiden ini dalam laporan pertandingan. Beberapa ofisial tim dan staf pelatih berusaha melerai, namun keributan sempat berlangsung hampir dua menit sebelum akhirnya mereda.

Menariknya, selama pertandingan berlangsung, Paredes hanya bermain sekitar 15 menit plus injury time. Ia mencatatkan satu pelanggaran dan satu intersep, tanpa satu pun tembakan. Perannya yang minim dalam permainan justru kontras dengan keterlibatannya yang besar dalam kericuhan pasca laga.

Analisis Taktik: Formasi dan Starting XI Kedua Tim

Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 dalam starting XI yang mengandalkan kecepatan di sisi sayap. Trio lini tengah mereka mendikte ritme sejak awal, sementara Prancis menggunakan 4-2-3-1 yang mengandalkan serangan balik cepat. Pergantian pemain menjadi kunci di babak kedua. Masuknya Paredes dimaksudkan untuk memperkuat lini tengah dan mengunci kemenangan, bukan untuk memicu konflik.

Dari sisi statistik, pertandingan ini relatif bersih hingga menit ke-90. Hanya tiga kartu kuning dikeluarkan sepanjang laga, dua untuk Prancis dan satu untuk Argentina. Tidak ada kartu merah selama pertandingan berlangsung. Offside tercatat empat kali, tiga di antaranya menghampiri Prancis. Artinya, tensi tinggi baru muncul setelah pertandingan resmi selesai.

Tanggapan Pelatih dan Sorotan Publik

Pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga berusaha meredam situasi. "Kami menang dengan kerja keras. Apa yang terjadi setelah peluit adalah bagian dari emosi yang meluap. Kami akan mengevaluasi semuanya secara internal," ujarnya singkat. Ia menolak mengomentari secara spesifik peran Paredes.

"Sepak bola harus menjadi contoh sportivitas. Kemenangan di lapangan tidak boleh dinodai oleh tindakan di luar permainan," kata pelatih Prancis saat ditanya soal insiden tersebut.

Sementara itu, federasi sepak bola dunia diperkirakan akan meninjau laporan wasit sebelum menjatuhkan sanksi. Jika terbukti melakukan provokasi fisik, Paredes berpotensi mendapat hukuman larangan bertanding beberapa laga di kompetisi resmi berikutnya. Insiden seperti ini bukan pertama kali terjadi di final Piala Dunia, namun tetap menjadi catatan buruk dalam sejarah turnamen.

Dari kacamata statistik, laga ini sebenarnya layak dikenang sebagai pertandingan berkualitas. Total 12 tembakan dilepaskan kedua tim, dengan 10 shots on target gabungan. Argentina mencatat clean sheet di babak pertama dan hanya kebobolan melalui penalti. Namun, angka-angka itu kini tertutup bayang-bayang kericuhan. Paredes, yang seharusnya menjadi bagian dari selebrasi, justru menjadi nama yang paling banyak dibicarakan karena alasan yang salah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User