Oct 09, 2026
Olahraga

Keributan Usai Final Piala Dunia 2026: Gavi Terjatuh, Argentina Juara

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026, ternyata belum menjadi penutup cerita. Beberapa detik setelah wasit meniup...

Keributan Usai Final Piala Dunia 2026: Gavi Terjatuh, Argentina Juara

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026, ternyata belum menjadi penutup cerita. Beberapa detik setelah wasit meniup peluit panjang, keributan meletus di tengah lapangan dan melibatkan gelandang muda Spanyol, Gavi, dengan duo Argentina, Leandro Paredes dan Thiago Almada. Gavi terlihat terjatuh ke rumput usai terlibat kontak fisik dalam insiden yang langsung dikepung puluhan pemain dan ofisial dari kedua kubu.

Jalannya Laga: Argentina Efisien, Spanyol Dominan Tanpa Hasil

Sejak menit awal, Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 dan langsung mengambil inisiatif. Penguasaan bola La Roja mencapai 63 persen sepanjang pertandingan, dengan 8 shots on target dari total 17 percobaan. Namun, efisiensi menjadi pembeda. Argentina yang tampil dengan 4-4-2 justru lebih tajam meski hanya menguasai 37 persen bola, mencatatkan 6 shots on target dari 11 tembakan.

Menit ke-23, Argentina membuka keunggulan lewat serangan balik cepat. Umpan terobosan dari lini tengah diselesaikan dengan tenang oleh penyerang mereka, mengecoh kiper Spanyol yang sudah keluar dari garis gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Spanyol merespons di babak kedua. Menit ke-58, Gavi melepaskan umpan silang terukur yang disambut sundulan keras dan menggetarkan jaring Argentina. Skor imbang 1-1, dan tekanan Spanyol semakin intens.

Namun, menit ke-79 menjadi titik balik. Sebuah pelanggaran di kotak penalti setelah tinjauan VAR berujung pada hadiah penalti untuk Argentina. Eksekusi dari titik putih berhasil menipu kiper Spanyol, mengembalikan keunggulan Argentina menjadi 2-1. Spanyol berusaha mengejar di sisa waktu, tetapi clean sheet di paruh akhir babak kedua tidak pernah terwujud bagi mereka.

Insiden Pasca-Laga: Gavi, Paredes, dan Almada

Keributan dimulai ketika Gavi dan Leandro Paredes saling beradu mulut di area tengah lapangan. Saksi mata di stadion menyebutkan bahwa ketegangan meningkat setelah Paredes melakukan selebrasi yang dianggap provokatif di depan bench Spanyol. Thiago Almada ikut masuk ke dalam kerumunan, dan dalam desakan massa pemain, Gavi kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kartu kuning tambahan tidak dapat dikeluarkan karena pertandingan telah berakhir, tetapi insiden ini dipastikan akan menjadi bahan laporan disiplin FIFA.

Formasi starting XI Spanyol yang diandalkan pelatih mereka sebenarnya tampil solid di lini tengah. Gavi, yang menjadi motor serangan, mencatatkan satu assist dan 89 persen akurasi umpan. Namun, ketenangan Argentina di momen-momen krusial, ditambah kemampuan mereka memanfaatkan peluang terbatas, membuat perbedaan. Argentina mencatatkan 4 kartu kuning sepanjang laga, sementara Spanyol hanya 2 kartu kuning.

Reaksi Pelatih dan Analisis Taktis

Pelatih Spanyol dalam konferensi pers usai laga menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit, terutama soal penalti. "Saya tidak akan mengomentari keputusan itu secara detail, tetapi para pemain sudah memberikan segalanya. Kami menguasai pertandingan, tetapi sepak bola diukur dengan gol, bukan penguasaan bola," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa insiden pasca-laga adalah hal yang tidak seharusnya terjadi, namun ia memahami emosi yang tinggi setelah 120 menit pertandingan berjalan ketat.

"Kami bermain dengan hati, dan kadang emosi mengambil alih. Gavi masih muda, dan ini pelajaran berharga baginya. Tetapi saya bangga dengan perjuangan tim," kata pelatih Spanyol tersebut.

Dari kubu Argentina, pelatih mereka menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Ia menyebut bahwa pressing ketat di lini tengah berhasil memutus alur bola Spanyol, terutama di 15 menit terakhir. "Kami tahu Spanyol akan menguasai bola. Rencana kami adalah bertahan dengan disiplin dan menyerang lewat transisi cepat. Para pemain menjalankannya dengan sempurna," ujarnya.

Dengan hasil ini, Argentina menambah koleksi trofi Piala Dunia mereka, sementara Spanyol harus puas dengan pencapaian runner-up. Insiden Gavi-Paredes-Almada akan menjadi catatan tersendiri dalam sejarah final Piala Dunia 2026, mengingat ketegangan yang terjadi setelah pertandingan berakhir. Bagi Gavi, laga ini menjadi momen pahit sekaligus pembelajaran berharga di usianya yang masih muda. Bagi Argentina, kemenangan ini adalah bukti bahwa efisiensi dan mentalitas juara masih menjadi kunci di panggung sepak bola terbesar dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User