Kawasan Blok M Kini Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Malaysia

Kawasan Blok M di Jakarta Selatan kini bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata perkotaan paling diminati di Asia Tenggara. Jika beberapa dekade

Sep 15, 2026 - 17:52
0 0
Kawasan Blok M Kini Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Malaysia

Kawasan Blok M di Jakarta Selatan kini bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata perkotaan paling diminati di Asia Tenggara. Jika beberapa dekade lalu kawasan ini hanya dikenal sebagai pusat transit dan perbelanjaan konvensional, kini revitalisasi tata ruang dan ledakan industri kreatif telah memikat ribuan wisatawan mancanegara, khususnya pelancong asal Malaysia yang datang berburu pengalaman kuliner autentik.

Kombinasi antara kemudahan akses transportasi publik berbasis rel, keberagaman pilihan kuliner lokal, hingga suasana retro-modern menjadikan Blok M titik temu lintas budaya yang dinamis. Daya tarik ini tidak hanya mengangkat pamor kawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata urban ibu kota.

Evolusi Blok M: Dari Simbol Belanja Era 80-an Menuju Hub Budaya

Perubahan wajah Blok M bukan terjadi dalam semalam. Kawasan ini mengalami pergeseran fungsi ruang publik secara signifikan melalui integrasi infrastruktur modern dan adaptasi tren gaya hidup generasi muda.

  1. Periode 1980–2000: Blok M mendominasi sebagai episentrum gaya hidup pemuda Jakarta dengan kehadiran pusat perbelanjaan legendaris seperti Pasaraya Grande dan Aldiron Plaza.
  2. Periode 2010–2018: Penurunan jumlah pengunjung akibat pergeseran ke mal modern di pusat kota serta kemacetan lalu lintas kawasan transit.
  3. Periode 2019–Sekarang: Peluncuran MRT Jakarta dan revitalisasi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu memicu kebangkitan total kawasan menjadi transit-oriented development (TOD) yang ramah pejalan kaki.
"Konektivitas MRT dan ruang terbuka publik yang humanis di Blok M berhasil menarik minat pelancong regional yang mendambakan 'city walk' autentik dengan ragam kuliner lokal yang terjangkau namun memiliki narasi kultural kuat."

Daya Tarik Gastronomi dan Pengaruh Media Sosial

Wisatawan asal Malaysia tercatat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap lanskap kuliner Blok M. Berdasarkan pantauan tren digital, media sosial seperti TikTok dan Instagram memainkan peran krusial dalam mempromosikan aneka jajanan tradisional hingga kafe kekinian di kawasan tersebut.

  • Kuliner Kaki Lima Legendaris: Gultik (Gulai Tikungan) di Jalan Mahakam, Sate RSPP, serta aneka kudapan khas Nusantara di pasar subuh Blok M Square tetap menjadi buruan utama pelancong.
  • Kawasan Kuliner 'Little Tokyo': Deretan restoran ramen, izakaya, dan bar autentik di Jalan Melawai memberikan alternatif atmosfer gastronomi yang unik bagi wisatawan.
  • Gelombang Artisan Bakery dan Specialty Coffee: Munculnya toko roti artisan lokal serta kedai kopi spesialisasi di sekitar M Bloc Space memperkaya portofolio kuliner modern.

Dampak Ekonomi bagi Ekosistem Kreatif Lokal

Lonjakan kunjungan wisatawan asal Malaysia memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data pelaku usaha lokal menunjukkan peningkatan volume transaksi pada akhir pekan hingga 40 persen, yang didominasi oleh transaksi non-tunai dari pelancong regional.

Keberhasilan Blok M menjadi model percontohan regenerasi kota, di mana ruang sejarah tidak dihilangkan, melainkan diisi ulang dengan nilai-nilai kreatif yang relevan secara global. Integrasi antara transportasi modern, warisan budaya, dan kekuatan kuliner membuktikan bahwa pariwisata Jakarta mampu bersaing di tingkat regional Asia Tenggara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User