Kane Cetak Brace, Inggris Gilas Kongo 3-1
Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Republik Demokratik Kongo di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu malam. Harry Kane menjadi bintang d...
Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Republik Demokratik Kongo di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu malam. Harry Kane menjadi bintang dengan dua golnya, menegaskan status sebagai salah satu striker paling klinis di turnamen ini. Skor akhir ini tidak sepenuhnya mencerminkan dominasi The Three Lions yang sejak menit awal sudah menekan pertahanan lawan.
Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Pembuka
Sejak peluit kick-off, Inggris langsung mengambil inisiatif dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan lebar lapangan dari Bukayo Saka dan Phil Foden. Kongo yang bermain dengan blok rendah 5-4-1 mencoba meredam, tetapi penguasaan bola 68% untuk Inggris di 15 menit pertama sudah menunjukkan jurang kelas. Peluang pertama datang dari tendangan jarak jauh Declan Rice yang masih bisa ditepis kiper Joel Matip. Namun, menit ke-27, umpan terobosan Saka dari sisi kanan berhasil diselesaikan Kane dengan sontekan kaki kiri yang dingin ke pojok bawah gawang. Gol ini menjadi gol ke-55 Kane dalam 89 penampilan untuk tim nasional, memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris.
Kongo sempat memberikan respons melalui serangan balik cepat yang dimotori Elia Samba, tetapi duet bek John Stones dan Marc Guéhi tampil kokoh. Statistik shots on target di babak pertama mencatat Inggris unggul 5-1. Satu-satunya tembakan tepat sasaran Kongo terjadi pada menit ke-41, namun dengan mudah diamankan Jordan Pickford. Papan skor 1-0 untuk Inggris bertahan hingga turun minum, meski keunggulan seharusnya bisa lebih besar mengingat tiga peluang emas Jude Bellingham yang membentur tiang dan dua penyelamatan krusial Matip.
Babak Kedua: Gol Penalti, Drama VAR, dan Pesta Inggris
Inggris keluar dari ruang ganti dengan intensitas yang sama. Menit ke-56, Foden dijatuhkan di kotak penalti oleh bek kanan Chancel Mbemba. Wasit menunjuk titik putih setelah peninjauan singkat VAR. Kane yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan, mengirim bola ke sudut kanan gawang sementara Matip melompat ke kiri. Menit ke-68, skor menjadi 2-0, brace bagi sang kapten, dan gol keenamnya di Piala Dunia ini sekaligus menyamai catatan Gary Lineker.
Kongo tak menyerah. Menit ke-74, tendangan bebas keras dari jarak 25 meter oleh Elia Samba meluncur deras ke sudut atas gawang Pickford yang tak mampu dijangkau. Skor berubah 2-1, dan sempat memunculkan ketegangan di bangku cadangan Gareth Southgate. Namun, harapan Kongo pupus hanya tujuh menit kemudian. Serangan balik yang dibangun dari umpan Bellingham kepada Kane di tengah lapangan, lalu Kane mengembalikan bola kepada Bellingham yang menusuk ke kotak penalti. Dengan tenang, Bellingham melewati satu bek dan mencetak gol ketiga Inggris, memastikan kemenangan 3-1.
“Kami menunjukkan karakter juara malam ini. Harry lagi-lagi memimpin dengan contoh, tapi ini kerja seluruh tim. Kami harus terus tajam di fase knockout,” ujar Southgate setelah laga.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Southgate mempertahankan starting XI yang sama seperti laga grup, dengan duet gelandang Rice dan Bellingham yang semakin padu. Akurasi operan Inggris mencapai 91%, sementara Kongo hanya 74%. Penguasaan bola total pertandingan berakhir 64% untuk Inggris, dengan shots on target 9 berbanding 3. Inggris juga mencatatkan 12 sepak pojok berbanding 2 milik Kongo, mencerminkan tekanan konstan di sepertiga akhir.
Kane bukan hanya mencetak gol, tetapi juga memenangkan 5 dari 7 duel udara dan menciptakan 2 peluang kunci. Pergerakannya yang sering turun ke dalam untuk menjemput bola membuka ruang bagi Foden dan Saka untuk menusuk dari sayap. Di lini tengah, Bellingham menjadi motor dengan 4 dribel sukses dan 3 tekel bersih, membuktikan dirinya sebagai gelandang box-to-box kelas dunia. Pertahanan Inggris yang sempat dikritik di laga uji coba kini membukukan clean sheet di 3 dari 4 laga terakhir meski kecolongan satu gol dari bola mati.
Satu catatan minor adalah disiplin; Inggris menerima dua kartu kuning untuk pelanggaran taktis oleh Rice dan Kieran Trippier. Meski begitu, tim tidak kehilangan pemain untuk babak berikutnya karena akumulasi. Kongo sendiri harus bermain dengan 10 orang di menit akhir setelah Mbemba mendapat kartu kuning kedua karena protes berlebihan. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan bersejarah Kongo yang lolos ke 32 besar untuk pertama kalinya, namun mereka pulang dengan kepala tegak.
Langkah Berikutnya: Menanti Lawan di 16 Besar
Kemenangan ini membawa Inggris ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang laga antara Denmark dan Amerika Serikat yang akan bertanding besok. Dengan performa Kane yang sedang on fire—total 6 gol dan 2 assist di turnamen—Inggris difavoritkan melaju lebih jauh. Skuad asuhan Southgate menunjukkan keseimbangan antara kreativitas menyerang dan soliditas bertahan yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia.
Bagi Kane, malam di MetLife ini semakin mempertegas legendanya. Di usia 32 tahun, ia masih menjadi tumpuan utama tim, dan dengan dua gol ini, ia kini hanya terpaut 4 gol dari rekor sepanjang masa Piala Dunia milik Miroslav Klose. Jika konsistensi ini berlanjut, bukan tak mungkin Trofi Jules Rimet akan menetap di London musim panas ini.
Comments (0)