Kaleb Woisiri Soroti Kelangkaan Obat dan Alat Medis di Puskesmas Waropen

Keheningan di koridor fasilitas kesehatan Kabupaten Waropen, Papua, mendadak berubah menjadi perhatian publik ketika jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakya

Sep 15, 2026 - 11:14
0 0
Kaleb Woisiri Soroti Kelangkaan Obat dan Alat Medis di Puskesmas Waropen

Keheningan di koridor fasilitas kesehatan Kabupaten Waropen, Papua, mendadak berubah menjadi perhatian publik ketika jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK) Waropen melakukan inspeksi mendadak. Kaleb Woisiri, politisi dari Partai Perindo yang memimpin peninjauan lapangan tersebut, menemukan fakta mengejutkan terkait minimnya ketersediaan obat-obatan primer serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di tingkat pelayanan kesehatan masyarakat.

Langkah pengawasan ini diambil guna merespons maraknya keluhan dari warga lokal yang mengaku kerap tidak mendapatkan penanganan medis memadai akibat ketiadaan pasokan obat dasar. Dalam sidak tersebut, sejumlah rak penyimpanan obat ditemukan dalam kondisi kosong, sementara para tenaga kesehatan setempat terpaksa beroperasi di tengah keterbatasan alat pendukung keselamatan pasien yang sangat terbatas.

Potret Buram Layanan Kesehatan Primer di Wilayah Pelosok

Kondisi di lapangan mencerminkan betapa rentannya ketahanan sistem kesehatan masyarakat di daerah berkembang seperti Kabupaten Waropen. Penemuan di beberapa puskesmas memperlihatkan bahwa kelangkaan tidak hanya terjadi pada obat-obatan generik untuk penyakit kronis, melainkan juga menyasar kebutuhan medis paling mendasar seperti jarum suntik, cairan infus, perban steril, hingga stok obat-obatan darurat.

"Kesehatan adalah hak mendasar rakyat yang tidak boleh dikompromikan. Sangat memprihatinkan ketika warga datang berobat namun puskesmas tidak memiliki pasokan obat dasar maupun alat medis habis pakai yang memadai. Ini menyangkut keselamatan nyawa manusia," ujar Kaleb Woisiri dengan nada tegas di sela-sela peninjauannya.

Secara analitis, ketimpangan pasokan medis ini mempertegas tantangan geografis dan tata kelola logistik kesehatan di kawasan Papua. Ketika pelayanan di tingkat puskesmas terhambat akibat habisnya stok operasional, beban rujukan ke rumah sakit pusat daerah akan membengkak. Dampak domino ini pada akhirnya memperburuk aksesibilitas masyarakat kelas bawah terhadap perlindungan kesehatan yang layak dan cepat.

Akar Masalah: Tantangan Logistik dan Manajemen Pengadaan

Krisis ketersediaan obat di puskesmas jarang terjadi secara mendadak; permasalahan ini umumnya merupakan komplikasi dari sistem rantai pasok (supply chain) yang terhambat serta efisiensi perencanaan anggaran di tingkat Pemerintah Daerah. Terputusnya arus distribusi medis dari dinas terkait ke puskesmas terpencil kerap dipicu oleh minimnya akurasi data kebutuhan harian serta keterlambatan administrasi pengadaan.

Kategori Logistik Medis Kondisi Temuan Sidak Dampak Terhadap Pasien
Obat-obatan Primer Stok mengalami kekosongan signifikan Pasien terpaksa membeli mandiri atau dirujuk
Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) Ketersediaan berada di tingkat kritis Tindakan medis dasar dan darurat terhambat
Manajemen Rantai Pasok Koordinasi distribusi tidak efisien Terjadi keterlambatan pengiriman obat berkala

Berdasarkan indikator pelayanan publik, ketersediaan obat minimal sebesar 80 persen merupakan syarat mutlak agar puskesmas dapat menjalankan fungsi preventif dan kuratif dasar secara optimal. Realita di Waropen menunjukkan adanya celah lebar antara standar pelayanan nasional dengan kondisi riil di lapangan, di mana tenaga medis terpaksa bekerja dalam bayang-bayang kelangkaan fasilitas.

Urgensi Evaluasi Total dan Intervensi Pemerintah Daerah

Menanggapi krisis pelayanan kesehatan ini, DPRK Waropen mendesak Dinas Kesehatan setempat untuk segera melakukan langkah intervensi darurat dan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pengadaan obat. Kaleb Woisiri menegaskan bahwa pembenahan struktur distribusi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan kembali perencanaan anggaran tahunan hingga jaminan kelancaran transportasi logistik ke kawasan pesisir dan pedalaman.

Sebagai bentuk tindak lanjut pengawasan, pihak legislatif berencana memanggil jajaran teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen dalam rapat kerja mendatang guna meminta klarifikasi transparan. Publik berharap sidak ini menjadi momentum pembenahan sistemis, sehingga fasilitas kesehatan di Waropen tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi benar-benar mampu berfungsi sebagai benteng utama keselamatan masyarakat di Tanah Papua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User