Jenal Mengais Rezeki dari Sampah Jakarta, Usaha Berkembang Berkat KUR BRI

Di balik hiruk-pikuk Ibu Kota, terselip kisah perjuangan para pekerja informal yang menjadi tulang punggung kebersihan kota. Salah satunya adalah Jenal Abidin, seorang penarik sampah yang menggantung

Jul 06, 2026 - 13:26
0 0
Jenal Mengais Rezeki dari Sampah Jakarta, Usaha Berkembang Berkat KUR BRI

Di balik hiruk-pikuk Ibu Kota, terselip kisah perjuangan para pekerja informal yang menjadi tulang punggung kebersihan kota. Salah satunya adalah Jenal Abidin, seorang penarik sampah yang menggantungkan hidupnya dari mengangkut limbah rumah tangga warga Jakarta Selatan. Beritainti.com berkesempatan mengikuti keseharian Jenal yang penuh lika-liku, namun juga menyimpan secercah harapan melalui pengembangan usaha berkat pinjaman modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Antrean Panjang di TPS Rawajati

Pantauan media kami di lapangan, suasana Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawajati siang itu tampak lebih padat dari biasanya. Kendaraan pengangkut sampah roda tiga berderet panjang di sepanjang akses jalan menuju TPS, bahkan mengular hingga mendekati kawasan Stasiun Duren Kalibata. Bau menyengat khas tumpukan sampah langsung menusuk indra penciuman begitu kendaraan berbelok dari Jalan Raya Kalibata.

Di sisi kanan jalan, puluhan penarik sampah duduk di atas trotoar dengan wajah lelah. Mereka sabar menanti giliran untuk menurunkan muatan yang telah dikumpulkan sejak subuh. Di tengah antrean yang mengular itu, tampak Jenal Abidin yang datang lebih siang dari biasanya. "Hari ini antreannya panjang sekali, mungkin karena ada kendala di TPS," ujarnya kepada tim liputan kami. Posisi kendaraannya yang berada jauh di urutan belakang membuat ia harus bersabar lebih lama.

Dari Pemulung Hingga Jadi Pengepul Kecil

Perjalanan Jenal mengais rezeki dari tumpukan sampah Jakarta bukanlah cerita singkat. Berbekal motor pengangkut butut yang ia beli dari hasil tabungannya, pria paruh baya tersebut dulunya hanyalah seorang pemulung yang mengorek-ngorek tempat sampah di area permukiman. Seiring berjalannya waktu, ia mulai menawarkan jasa penarikan sampah langsung dari rumah-rumah penduduk. Warga cukup membayar iuran bulanan, dan Jenal akan mengangkut sampah mereka setiap hari menuju TPS.

Namun, modal terbatas menjadi kendala utama Jenal untuk mengembangkan usahanya. Satu motor tidak cukup untuk melayani permintaan warga yang terus bertambah. "Dulu saya hanya bisa melayani satu RW saja karena kekurangan armada. Padahal banyak tetangga di RW lain yang ingin pakai jasa saya," kenangnya.

KUR BRI Jadi Titik Balik

Titik balik datang ketika Jenal mengetahui program KUR dari salah satu nasabahnya yang bekerja sebagai pegawai bank. Tanpa pikir panjang, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman modal ke BRI. Prosesnya, menurut Jenal, tidak serumit yang ia bayangkan. "Petugasnya ramah, syaratnya gampang, dan bunganya rendah. Saya tidak perlu jaminan yang muluk-muluk," tuturnya saat ditemui reporter Beritainti.com.

Dengan suntikan dana dari KUR BRI, Jenal mampu membeli satu unit motor pengangkut sampah tambahan serta memperbaiki armada lamanya. Dari semula hanya melayani satu RW, kini ia dapat menjangkau tiga RW sekaligus. Pendapatannya pun meningkat signifikan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jenal kini bahkan sudah bisa menabung untuk pendidikan anak-anaknya.

"Berkat KUR BRI, usaha saya jadi berkembang. Sekarang saya punya dua motor, bisa bayar iuran bulanan dengan lancar, dan yang paling penting, saya bisa menyekolahkan anak saya sampai SMA. Dulu rasanya mustahil, sekarang jadi kenyataan," ungkap Jenal dengan mata berbinar.

Inspirasi Pejuang Ekonomi Kecil

Kisah Jenal menjadi bukti bahwa di tengah tantangan ekonomi, akses permodalan yang tepat sasaran dapat mengubah nasib seseorang secara drastis. Di bawah terik matahari dan tumpukan sampah yang menjadi ladang rezekinya, Jenal tetap berdiri tegar. Ia membuktikan bahwa tidak ada pekerjaan yang hina selama dijalani dengan tekad dan kejujuran. Baginya, sampah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah mimpi yang perlahan terwujud.

Melalui program KUR, BRI dan pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada pelaku usaha mikro yang kerap kesulitan mengakses perbankan konvensional. Jenal hanyalah satu dari jutaan penerima manfaat yang berhasil naik kelas berkat kebijakan pembiayaan inklusif tersebut. Ke depan, ia berharap dapat menambah armada lagi dan menciptakan lapangan kerja bagi tetangganya yang masih menganggur. "Selama niat dan mau bekerja keras, rezeki pasti datang. Apalagi sekarang ada bantuan modal dari pemerintah, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User