Jay Idzes di Bangku Cadangan, Sassuolo Tumbang 1-2 dari Atalanta

Skor akhir 1-2 menutup laga Sassuolo kontra Atalanta di pekan pembuka Serie A 2026/2027 dengan wajah masam tuan rumah. Di Mapei Stadium, pasukan Alberto Aquilani kalah dramatis dari La Dea, dan satu n...

Aug 24, 2026 - 05:52
0 0
Jay Idzes di Bangku Cadangan, Sassuolo Tumbang 1-2 dari Atalanta

Skor akhir 1-2 menutup laga Sassuolo kontra Atalanta di pekan pembuka Serie A 2026/2027 dengan wajah masam tuan rumah. Di Mapei Stadium, pasukan Alberto Aquilani kalah dramatis dari La Dea, dan satu nama yang paling dinanti publik Indonesia — Jay Idzes — bahkan tidak pernah meninggalkan bangku cadangan. Bek tengah Timnas Garuda itu menjadi penonton setia selama 90 menit lebih, sebuah keputusan yang langsung memicu perdebatan di kalangan pendukung.

Babak Pertama: Kolaps di Menit ke-14, Sassuolo Terlambat Bereaksi

Menit ke-14, Atalanta membuka keunggulan lewat serangan balik kilat. Umpan terobosan dari lini tengah memecah pertahanan Sassuolo, dan penyerang sayap La Dea menuntaskannya dengan tembakan kaki kiri ke tiang jauh. Gol itu lahir dari transisi yang hanya berlangsung tiga sentuhan — pola khas Atalanta yang mengandalkan kecepatan di sisi sayap. Sassuolo yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 justru kesulitan membangun serangan; lini tengah mereka kalah agresif dalam duel-duel kedua.

Statistik babak pertama berbicara jelas: Atalanta mencatatkan 62% penguasaan bola dan empat shots on target, sementara Sassuolo hanya sekali mengarahkan tembakan ke gawang. Aquilani mencoba memperbaiki ritme dengan meminta full-back lebih sering overlap, tetapi pressing tinggi La Dea membuat build-up tuan rumah selalu putus di area sepertiga tengah. Peluang terbaik Sassuolo hadir di menit ke-38 lewat tendangan bebas yang masih bisa ditepis kiper lawan.

Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Balasan yang Terlambat

Memasuki babak kedua, Sassuolo tampil lebih berani. Menit ke-52, sebuah gol sempat dianulir setelah pemeriksaan VAR lantaran posisi offside yang sangat tipis — keputusan yang membuat bench tuan rumah protes keras. Namun, kegigihan itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-61. Umpan silang dari sisi kanan disambut sundulan keras pemain pengganti yang mengubah kedudukan menjadi 1-1. Mapei Stadium seketika bergemuruh, dan selama 10 menit berikutnya Sassuolo tampil di atas angin dengan penguasaan bola mencapai 58%.

Sayangnya, euforia itu hanya bertahan sejenak. Menit ke-72, Atalanta kembali memimpin lewat skema sepak pojok: sundulan bek tengah mereka menaklukkan kiper Sassuolo yang gagal mengantisipasi bola kedua. Setelah gol itu, La Dea menarik garis pertahanan dan bermain pragmatis. Sassuolo menekan habis-habisan hingga masa injury time — total sembilan tembakan di paruh kedua — tetapi tidak satu pun yang menemui sasaran. Skor akhir 1-2 pun menjadi harga mati.

Jay Idzes: Rotasi Taktis atau Isyarat Perubahan?

Pertanyaan terbesar usai laga adalah keberadaan Jay Idzes di bangku cadangan. Bek berusia 26 tahun itu tidak masuk starting XI dan tidak pula dimasukkan saat Sassuolo tertinggal maupun mengejar gol. Aquilani lebih memilih komposisi tiga bek tengah di akhir laga ketimbang menarik masuk Idzes — sebuah sinyal yang sulit dibaca. Sebelumnya, Idzes menjadi andalan di lini pertahanan selama pramusim, termasuk saat menghadapi lawan-lawan berkelas Eropa.

"Keputusan ini murni taktis. Kami butuh kecepatan ekstra menghadapi transisi Atalanta, dan saya menilai komposisi itu yang paling seimbang. Jay tetap pemain penting untuk kami," ujar Alberto Aquilani dalam konferensi pers usai laga.

Statistik pertahanan Sassuolo pada malam itu tidak sepenuhnya buruk: total 21 tekel dan 14 intersep, tetapi kebobolan dari dua skema yang berbeda — serangan balik dan bola mati — menunjukkan kerapuhan organisasi yang bisa saja menjadi alasan mengapa Idzes, yang unggul dalam duel udara, tetap diparkir. Duel udara sendiri memang menjadi titik lemah: Sassuolo hanya memenangkan 39% duel udara sepanjang laga.

Catatan Kunci dan Pekerjaan Rumah

Secara keseluruhan, Atalanta layak menang. Mereka mencatatkan total 15 tembakan dengan 6 shots on target, penguasaan bola 53%, dan akurasi umpan 87% dibanding 79% milik Sassuolo. Kartu kuning juga mewarnai laga: dua untuk Sassuolo dan satu untuk Atalanta, tanpa kartu merah. Untuk Sassuolo, kekalahan ini bukan bencana — tetapi pertanyaan soal rotasi di lini belakang akan terus menghantui Aquilani. Bagi Jay Idzes, jalan untuk kembali ke starting XI kini bergantung pada kemampuan tim menahan gempuran bola mati lawan, persis seperti yang terjadi malam itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User