Jawa Tengah Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Panahan Junior 2026

Skor akhir menjadi milik Jawa Tengah! Kontingen Jawa Tengah sukses mempertahankan status juara umum MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 2...

Aug 07, 2026 - 16:50
0 0
Jawa Tengah Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Panahan Junior 2026

Skor akhir menjadi milik Jawa Tengah! Kontingen Jawa Tengah sukses mempertahankan status juara umum MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 22-29 Juli 2026. Dengan total 12 medali emas, 8 perak, dan 10 perunggu, Jawa Tengah mengungguli Jawa Barat yang harus puas di posisi kedua dengan 9 emas, 7 perak, dan 6 perunggu. Ini adalah kemenangan kedua berturut-turut bagi Jawa Tengah di ajang bergengsi ini, sebuah pencapaian yang menegaskan dominasi mereka di kancah panahan junior nasional.

Dominasi Sejak Babak Kualifikasi

Sejak menit pertama babak kualifikasi, atlet-atlet Jawa Tengah sudah menunjukkan taringnya. Pada nomor recurve putra, Muhammad Rizky Alfarizi tampil memukau dengan total skor 1.342 poin dari 72 anak panah, unggul 12 poin dari pesaing terdekatnya asal Jawa Barat. Formasi 3-2-1 yang diterapkan pelatih Jawa Tengah, Bambang Supriyanto, terbukti efektif dalam mengatur ritme tembakan para atletnya. Penguasaan lapangan yang luar biasa terlihat dari konsistensi tembakan di sektor 10 poin, di mana Jawa Tengah mencatatkan 67 kali tembakan tepat sasaran, jauh di atas rata-rata kontingen lain yang hanya berkisar 45-50 kali.

Babak perempat final menjadi saksi keganasan atlet Jawa Tengah. Di nomor compound putri, Salsabila Zahra mencatatkan skor sempurna 150 poin dengan 15 tembakan X (tembakan paling tengah), sebuah rekor baru di ajang Kejurnas Junior. Shots on target yang luar biasa ini membuat lawannya dari DKI Jakarta, Anisa Rahma, tak mampu berbuat banyak dan harus mengakui keunggulan dengan skor 142-150. Sementara itu, di nomor recurve beregu putra, Jawa Tengah menampilkan permainan kolektif yang apik. Kombinasi Rizky, Dimas, dan Fajar berhasil mencatatkan total 5.678 poin, unggul 89 poin dari Jawa Barat yang hanya mampu membukukan 5.589 poin.

"Kami datang ke Kudus dengan target mempertahankan gelar, dan Alhamdulillah para atlet mampu tampil di luar ekspektasi. Konsistensi latihan selama 10 bulan terakhir membuahkan hasil yang manis," ujar Bambang Supriyanto, pelatih kepala Jawa Tengah, saat konferensi pers usai pertandingan final.

Final Panas: Jawa Tengah vs Jawa Barat

Puncak kejutan terjadi di babak final yang mempertemukan Jawa Tengah melawan Jawa Barat dalam perebutan gelar juara umum. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit pertama. Di nomor recurve putri, pertarungan antara Nadia Ayu (Jawa Tengah) dan Putri Wulandari (Jawa Barat) berjalan alot. Kedua atlet saling kejar-kejaran poin hingga set kelima. Namun, Nadia berhasil menunjukkan ketenangannya di momen krusial dengan melepaskan anak panah terakhir tepat di pusat sasaran (X), memastikan kemenangan 6-4 dalam sistem set point.

Di sisi lain, nomor compound putra menjadi saksi ketangguhan mental atlet Jawa Tengah. Yoga Pratama sempat tertinggal 0-2 di dua set awal, namun ia bangkit dengan luar biasa. Memanfaatkan assist dari pelatih yang memberikan instruksi teknis untuk mengubah sudut bidikan, Yoga berhasil memenangkan tiga set berikutnya dengan skor sempurna 30-28, 30-27, dan 29-28. Skor akhir 6-4 menjadi milik Yoga, sekaligus memastikan tambahan emas bagi Jawa Tengah. Kartu kuning sempat dikeluarkan wasit kepada pelatih Jawa Barat yang dianggap terlalu vokal di area teknis, namun hal itu tidak mengubah jalannya pertandingan.

Babak final juga diwarnai momen dramatis di nomor recurve beregu campuran. Tim Jawa Tengah yang terdiri dari Rizky dan Nadia sempat tertinggal 2-4 dari pasangan Jawa Barat. Namun, dengan strategi mengubah urutan tembakan di set keempat, mereka berhasil mencetak tiga tembakan sempurna berturut-turut dan memaksa pertandingan berlanjut ke shoot-off. Dalam babak penentuan ini, Rizky melepaskan anak panah yang mendarat hanya 0,5 milimeter dari pusat sasaran, sementara lawannya mendarat 1,2 milimeter lebih jauh. Keputusan VAR (Video Assistant Referee) yang digunakan untuk pertama kalinya di ajang ini mengonfirmasi kemenangan Jawa Tengah dengan selisih yang sangat tipis.

Clean Sheet dan Rekor Baru Jawa Tengah

Pencapaian Jawa Tengah tidak hanya soal jumlah medali, tetapi juga kualitas performa. Mereka mencatatkan clean sheet di tiga nomor pertandingan, artinya tidak pernah kalah dalam satu set pun di nomor recurve putra, compound putri, dan recurve beregu putra. Ini adalah rekor baru di sejarah Kejurnas Junior. Total 87 tembakan X (tembakan paling tengah) yang mereka kumpulkan sepanjang turnamen juga menjadi yang tertinggi, mengungguli Jawa Barat yang hanya mencatatkan 72 tembakan X.

Penguasaan bola dalam konteks panahan bisa diartikan sebagai dominasi poin di setiap set. Jawa Tengah mencatatkan penguasaan poin hingga 68% di seluruh babak, sebuah angka yang sangat impresif. Mereka juga mencatatkan akurasi tembakan di atas 90% untuk area 9-10 poin, sebuah statistik yang hanya mampu ditandingi oleh tuan rumah Jawa Tengah sendiri. Sementara itu, Jawa Barat yang tampil sebagai runner-up harus mengakui keunggulan lawannya dalam hal konsistensi mental di momen-momen krusial.

Keberhasilan ini tidak lepas dari program pembinaan usia dini yang digalakkan MilkLife bersama Pengurus Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2023, mereka telah menggelar kompetisi internal setiap bulan yang melibatkan lebih dari 200 atlet junior. Hasilnya, muncul bakat-bakat baru seperti Salsabila Zahra yang baru berusia 14 tahun namun sudah mampu bersaing di level nasional. Dengan raihan ini, Jawa Tengah dipastikan akan menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di ajang internasional, termasuk SEA Games 2027. Target berikutnya adalah mempertahankan gelar ini untuk ketiga kalinya di Kejurnas Junior 2027 yang rencananya akan digelar di Semarang, kandang mereka sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User