Janice Tjen Ukir Sejarah, Tantang Raducanu di Babak Kedua US Open

Momen itu terabadikan di lapangan Grandstand, New York, Rabu, 27 Agustus 2025. Janice Tjen berlari ke sisi kiri, mengejar bola keras Emma Raducanu, lalu membalas dengan forehand menyilang yang membuat...

Janice Tjen Ukir Sejarah, Tantang Raducanu di Babak Kedua US Open

Momen itu terabadikan di lapangan Grandstand, New York, Rabu, 27 Agustus 2025. Janice Tjen berlari ke sisi kiri, mengejar bola keras Emma Raducanu, lalu membalas dengan forehand menyilang yang membuat penonton bergemuruh. Skor akhir 6-3, 6-1 untuk wakil Inggris Raya itu memang tidak berpihak kepada petenis Indonesia tersebut, tetapi papan skor hanya menceritakan separuh kisah. Dalam laga putaran kedua ini, Tjen baru saja mengukir sejarah sebagai petenis putri pertama dari Indonesia yang menembus babak utama US Open dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Jalan menuju Grandstand dimulai dari tiga babak kualifikasi yang ia lalui tanpa kehilangan satu set pun. Konsistensi itu menempatkan namanya di antara unggulan kualifikasi, dan ketika draw utama dirilis, daftar pemain — semacam starting XI dalam dunia tenis — untuk pertama kalinya memuat nama wakil Indonesia di turnamen mayor Amerika Serikat. Lawannya di putaran kedua bukan pemain sembarangan: Raducanu, juara US Open 2021 yang kala itu menghuni peringkat 11 dunia.

Analisis Set Pertama: Keberanian Melawan Forehand Juara

Set pertama adalah pertarungan keberanian. Pada game ketiga, Tjen memaksa Raducanu bertahan lewat pengembalian deep, dan penguasaan reli untuk sementara ada di tangan Indonesia. Menit ke-18 pertandingan, rally 19 pukulan berakhir dengan winner forehand menyilang dari Tjen — break point pertamanya lahir, dan tribun Grandstand ikut berdiri.

Namun Raducanu membalas dengan cara khas pemain grand slam: service game yang rapat, first serve menembus 68 persen, dan tiga ace di momen-momen genting. Data mencatat Tjen memenangkan 54 persen poin pada set pembuka, tetapi konversi break point hanya 1 dari 4. Dua break di game keenam dan kedelapan memastikan set pertama 6-3 untuk tuan rumah turnamen.

Jika sepak bola mengenal shots on target, tenis mengenal winner: Tjen mencatat 9 winner, hanya terpaut tiga dari Raducanu. Masalahnya, 14 unforced error meniadakan keunggulan agresivitasnya. Pola bertahan di baseline mulai terlihat, tetapi Raducanu terus menekan dari sisi forehand Tjen — temuan taktis yang akan menentukan babak berikutnya.

Set Kedua: Ketika Servis Kedua Menjadi Sasaran

Set kedua berubah menjadi kelas taktik dan mental. Raducanu, yang bermain dengan formasi baseline plus, mulai memburu bola kedua Tjen sejak pengembalian pertama. Persentase first serve Tjen anjlok dari 61 menjadi 44 persen, dan di situlah pertandingan mulai berpihak. Dua break point dikonversi pada game ketiga, dan skor melaju 3-0 dalam 19 menit.

Di game keenam, saat Raducanu unggul 5-0 dan satu game lagi dari bagel — istilah untuk clean sheet dalam tenis — Tjen menunjukkan karakter. Dua pengembalian pendeknya layak disebut assist andalan: ia naik ke net, memaksa Raducanu melakukan lob, dan menutup game dengan smash. Grandstand kembali bergemuruh, dan skor menjadi 5-1. Terlambat memang, tetapi momen itu menjadi bukti bahwa Tjen tidak menyerah.

Tenis tidak mengenal kartu kuning, VAR, atau offside seperti sepak bola; yang ada adalah code violation, Hawkeye yang meninjau garis hingga milimeter, dan keputusan wasit kursi yang final. Yang paling mendekati hat-trick pada laga ini adalah tiga ace beruntun Raducanu di game penutup. Ia menuntaskan pertandingan 6-1 setelah 1 jam 24 menit, dengan statistik akhir yang telak: total poin 72-54, winner 24-14, dan unforced error 18-29 untuk Tjen.

Lebih dari Sekadar Hasil: Fondasi Baru Tenis Indonesia

Terlepas dari skor, penampilan Tjen adalah sinyal bagi tenis Indonesia. Dari kualifikasi hingga berbagi lapangan dengan juara grand slam, ia menunjukkan bahwa jarak level bisa diperkecil dengan persiapan yang serius. Peringkatnya diproyeksikan naik ke kisaran 160 dunia — posisi tertinggi petenis putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Angka-angka di lapangan membuktikan Tjen tidak kalah kelas dalam reli panjang. Ia hanya perlu lebih efisien dalam mengonversi peluang dan menjaga persentase servis pertama. Ini peta jalan, bukan titik akhir, kata pelatihnya usai pertandingan.

Ke depan, Tjen dijadwalkan tampil di rangkaian turnamen WTA Asia dan Asian Games, dengan target jangka panjang menembus peringkat 100 besar. Bagi Indonesia, momen di Grandstand, 27 Agustus 2025, bukan sekadar kekalahan di putaran kedua — itu adalah awal dari babak baru. Raducanu melaju ke putaran ketiga; Tjen pulang dengan sejarah, statistik, dan pelajaran yang akan ia bawa ke lapangan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User