Janice Tjen Tersingkir dari Cincinnati, Dihentikan Mirra Andreeva
Skor akhir 6-3, 6-4 mengakhiri perjalanan Janice Tjen di Cincinnati Open 2026. Unggulan kelima asal Rusia, Mirra Andreeva, menyingkirkan petenis Indonesia itu di babak ketiga, Rabu (19/8) dini hari WI...
Skor akhir 6-3, 6-4 mengakhiri perjalanan Janice Tjen di Cincinnati Open 2026. Unggulan kelima asal Rusia, Mirra Andreeva, menyingkirkan petenis Indonesia itu di babak ketiga, Rabu (19/8) dini hari WIB, lewat duel dua set yang tuntas dalam satu jam 28 menit di lapangan keras utama.
Sejak awal laga, Andreeva mengambil inisiatif lewat servis yang konsisten. Catatan statistik menunjukkan persentase first serve Andreeva mencapai 68 persen, sedangkan Janice hanya 61 persen. Kedua petenis sama-sama nyaman berduel dari baseline, tetapi kedalaman groundstroke Andreeva terus menekan posisi Janice hingga terpaksa bertahan jauh di belakang garis lapangan.
Set Pembuka: Andreeva Unggul dalam Duel Break Point
Game ketiga menjadi titik balik awal. Janice sempat menyelamatkan dua break point melalui dua ace beruntun dengan kecepatan di atas 175 km/jam, namun Andreeva tidak goyah. Ia memecah servis lawan pada kesempatan ketiga lewat forehand cross-court yang tak mampu dijangkau, lalu mengunci keunggulan 3-1. Sejak momen itu, ritme permainan sepenuhnya dikuasai unggulan kelima.
Sepanjang set pembuka, Andreeva mencatatkan 12 winner berbanding 8 milik Janice, dengan unforced error hanya 8 kali berbanding 14. Reli terpanjang di set ini mencapai 24 pukulan dan dimenangkan Andreeva lewat backhand slice yang tiba-tiba, kombinasi yang membuat Janice kesulitan membaca arah bola. Set pertama ditutup 6-3 dalam 42 menit.
Set Kedua: Perlawanan Janice dan Momen Krusial di Game Kesembilan
Memasuki set kedua, Janice mengubah strategi. Ia lebih sering maju ke net, memangkas durasi reli, dan hasilnya langsung terlihat. Petenis Indonesia itu memecah servis Andreeva di game kelima lewat passing shot di sepanjang garis, membawanya unggul 3-1 dan membuat penonton di tribun mulai bersorak menyebut namanya.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Andreeva membalas dengan agresivitas yang meningkat: ia memenangkan empat poin beruntun di game ketujuh untuk kembali menyamakan kedudukan, lalu melakukan break kedua di game kesembilan. Pada posisi 5-4, Andreeva melayani untuk pertandingan. Janice sempat menyelamatkan dua match point lewat forehand winner yang spektakuler, tetapi pada match point ketiga, serangan balik Andreeva dengan drop shot yang presisi memaksa Janice meluncur dan gagal mengembalikan bola. Skor akhir 6-4 mengunci kemenangan dalam 46 menit.
Statistik Kunci Laga
Angka lengkap pertandingan menunjukkan dominasi Andreeva yang tipis namun konsisten. Unggulan kelima itu mencatat 22 winner dengan 19 unforced error, sementara Janice menghasilkan 17 winner tetapi 26 unforced error. Dari sisi servis, Andreeva melesakkan lima ace dan tiga double fault, sedangkan Janice dua ace dan empat double fault. Konversi break point menjadi pembeda utama: Andreeva mengonversi 4 dari 9 peluang, sedangkan Janice hanya 2 dari 6.
Total poin yang dimenangkan Andreeva mencapai 78, unggul tujuh poin dari Janice. Penguasaan poin dari pengembalian servis juga menjadi sorotan: Andreeva memenangkan 38 persen poin pengembalian, jauh di atas Janice yang hanya 27 persen. Data tersebut menegaskan bahwa kunci kemenangan Andreeva terletak pada tekanan berkelanjutan di servis kedua lawan.
Evaluasi dan Agenda Berikutnya
Kekalahan ini menutup penampilan impresif Janice di Cincinnati. Sebelum tersingkir, ia melewati dua babak kualifikasi dengan kemenangan dua set langsung, termasuk mengalahkan unggulan ke-31 di babak kedua. Hasil ini diprediksi menaikkan poin peringkat WTA-nya, meski posisi pastinya baru terkonfirmasi setelah pembaruan ranking pekan depan.
Dari sisi taktik, pelatih Janice menyebut sektor pengembalian servis menjadi pekerjaan rumah utama. "Kami harus lebih banyak berlatih membaca arah servis lawan di lapangan keras," kata pelatih dalam konferensi pers singkat usai laga, seraya menambahkan bahwa penampilan di set kedua sudah menunjukkan perkembangan signifikan dibanding turnamen sebelumnya.
Bagi Andreeva, kemenangan ini memperpanjang rekor pertemuan menjadi 2-0 atas Janice dan mengantarnya ke perempat final, di mana ia akan menghadapi pemenang laga antara unggulan ke-12 dan petenis kualifikasi asal Kanada. Dengan performa servis yang stabil dan pengambilan keputusan yang tenang di momen krusial, Andreeva layak dijagokan melaju lebih jauh di turnamen WTA 1000 ini.
Adapun bagi Janice, musim lapangan keras Amerika Serikat masih menyisakan satu turnamen sebelum Grand Slam terakhir tahun ini. Kesempatan untuk membalas kekalahan dari Andreeva pun bisa datang lebih cepat dari perkiraan, mengingat keduanya berpotensi bertemu lagi di babak atas turnamen berikutnya. Pertarungan yang sama sengitnya tentu akan menjadi tontonan menarik bagi penggemar tenis Indonesia.
Comments (0)