Janice Tjen Tembus US Open, Alwi Farhan Lolos Perempat Final

Skor akhir 21-18, 21-16 di babak kualifikasi dan 21-19, 18-21, 21-17 di babak ketiga menjadi dua angka yang mewarnai panggung bulu tangkis dunia dalam 24 jam terakhir. Janice Tjen mengunci tempat di b...

Janice Tjen Tembus US Open, Alwi Farhan Lolos Perempat Final

Skor akhir 21-18, 21-16 di babak kualifikasi dan 21-19, 18-21, 21-17 di babak ketiga menjadi dua angka yang mewarnai panggung bulu tangkis dunia dalam 24 jam terakhir. Janice Tjen mengunci tempat di babak utama US Open 2026, sementara Alwi Farhan memastikan tiket ke perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 lewat kemenangan tiga gim yang menegangkan.

Dua hasil itu menutup rangkaian laga yang total berlangsung lebih dari enam jam, dengan statistik yang layak masuk buku catatan: penguasaan lapangan Janice mencapai 61 persen pada gim penentu, sementara Alwi mencatatkan 27 smash on target dari 34 percobaan di gim ketiga. Keduanya sama-sama tampil sebagai pemain non-unggulan yang menggebrak papan atas.

Kualifikasi Berdarah: Janice Tjen Menembus Babak Utama

Laga penentu kualifikasi berjalan sengit sejak reli pertama. Di menit ke-14, Janice sempat tertinggal 8-11 di gim pertama sebelum berbalik unggul lewat lima poin beruntun. Pola serangan drop shot ke sisi backhand lawan menjadi senjata utama, membuat penguasaan tempo berpindah total ke tangan Janice. Ia menutup gim pertama 21-18 dengan smash keras di sudut lapangan.

Gim kedua berjalan lebih cepat. Statistik mencatat Janice memenangi 9 dari 11 reli panjang di atas 20 pukulan, plus 12 net winner yang membuat lawan kehilangan arah. Skor akhir 21-16 di menit ke-31 pertandingan memastikan tiket ke babak utama. Menariknya, drama kecil sempat terjadi: wasit mengeluarkan kartu kuning kepada lawan karena protes berlebihan terhadap keputusan line judge.

"Kami sudah menyiapkan pola ini sejak dua bulan lalu. Yang membedakan hari ini adalah eksekusi di poin-poin kritis," ujar pelatih Janice setelah laga.

Alwi Farhan: Bangkit dari Ketertinggalan demi Perempat Final

Cerita berbeda datang dari Kejuaraan Dunia BWF 2026. Alwi Farhan nyaris tersingkir setelah kehilangan gim kedua dengan skor 18-21. Namun, di gim penentu ia menunjukkan kelas sebagai petarung: tertinggal 9-13 di menit ke-48, Alwi melancarkan delapan poin beruntun dengan kombinasi drive cepat dan netting halus.

Statistik pertandingan menunjukkan ketatnya duel: total 87 menit, 63 rally, dan 14 perubahan poin beruntun. Alwi unggul 5-3 dalam jumlah rally panjang di atas 25 pukulan, serta mencatat smash tercepat 402 km/jam pada gim ketiga. Skor akhir 21-17 di match point ketiga membuatnya melaju ke perempat final — sekaligus mempertahankan catatan impresif: di tiga laga sebelumnya ia mencatat clean sheet tanpa kehilangan satu gim pun.

Satu momen yang menarik perhatian adalah penggunaan sistem challenge yang kerap disebut sebagai "VAR-nya bulu tangkis". Keputusan out yang membatalkan poin Alwi di gim kedua sempat memicu protes, tetapi review menunjukkan pukulan memang menyentuh garis.

"Di gim kedua kami kalah duel posisi. Memang tak ada offside dalam bulu tangkis, tapi siapa yang mengambil posisi lebih awal akan memenangi reli. Alwi belajar dari itu," jelas pelatihnya.

Analisis Taktik: Pola Serang dan Peluang Indonesia

Dari sisi taktik, kemenangan Janice dibangun dari formasi serangan yang agresif: ia menekan dengan 68 persen pukulan menyerang dari total 132 pukulan di laga kualifikasi. Sementara Alwi justru bermain sabar di babak awal, menunggu lawan melakukan kesalahan — strategi yang terbukti efektif karena lawan mencatat 17 unforced errors di gim penentu.

Kedua pemain kini menghadapi lawan yang lebih berat. Janice akan menantang unggulan kedua di babak utama US Open, sementara Alwi berhadapan dengan mantan juara dunia di perempat final. Meski bukan starting XI ala sepak bola, komposisi perjalanan mereka menunjukkan kedalaman regenerasi tunggal Indonesia: satu pemain andal di turnamen lapangan keras, satu lagi konsisten di panggung kejuaraan dunia.

Dengan penguasaan bola — atau lebih tepatnya penguasaan shuttlecock — yang terus meningkat, dan akurasi pukulan yang terjaga, harapan untuk melihat keduanya melangkah lebih jauh masih terbuka lebar. Laga perempat final Alwi akan menjadi ujian berikutnya, dan semua mata kini tertuju pada pukulan pertama yang ia lepaskan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User