Janice Tjen Melawan Raducanu di US Open 2025

Flushing Meadows, New York — Momen itu datang di tengah riuh Arthur Ashe Stadium yang hampir penuh. Skor akhir 6-3, 6-4 untuk Emma Raducanu, tetapi nama Janice Tjen tertulis abadi di lembar sejarah ...

Janice Tjen Melawan Raducanu di US Open 2025

Flushing Meadows, New York — Momen itu datang di tengah riuh Arthur Ashe Stadium yang hampir penuh. Skor akhir 6-3, 6-4 untuk Emma Raducanu, tetapi nama Janice Tjen tertulis abadi di lembar sejarah putaran kedua US Open 2025, Rabu (27/8/2025) waktu setempat. Forehand datar Tjen yang melintas tipis di atas net menuju sisi kiri Raducanu menjadi gambar pembuka perjuangan petenis Indonesia yang melangkah jauh dari babak kualifikasi menuju panggung utama tenis dunia.

Pertandingan berlangsung 92 menit. Sepanjang laga, Tjen menunjukkan penguasaan bola yang mengesankan untuk pemain yang baru pertama kali tampil di turnamen grand slam. Ia mencatat 21 winner berbanding 27 unforced errors, sementara Raducanu — juara US Open 2021 — hanya memproduksi 15 winner dengan 19 kesalahan sendiri. Dari sisi servis, Tjen unggul tipis di persentase poin pertama masuk lapangan (64 persen), tetapi kalah telak di poin break point: Raducanu mengonversi 4 dari 7 peluang, sementara Tjen hanya 1 dari 5.

Babak Pembuka: Kejutan yang Hampir Terjadi

Menit ke-12 — atau set pertama game kelima — Tjen mengguncang tribun. Ia menahan servis Raducanu lewat rally 14 pukulan, lalu melepaskan passing shot silang yang membuat juara grand slam itu hanya bisa menatap bola. Tjen unggul 3-2 dan sempat memiliki dua break point di game berikutnya. Namun di titik itulah pengalaman bicara: Raducanu menyelamatkan keduanya dengan servis kick ke forehand, dan momentum berbalik.

Raducanu memenangi empat game beruntun untuk mengunci set pertama 6-3. Catatan penting: dari 18 poin net, Raducanu memenangi 14 — dominasi yang menegaskan bahwa pendekatan agresifnya ke depan net, warisan gaya main yang pernah membawanya juara di Flushing Meadows, masih menjadi senjata utama.

Momen Kunci: Pukulan yang Jadi Sorotan

Babak kedua adalah panggung kebangkitan Tjen. Tertinggal 0-2, ia merespons dengan hat-trick kemenangan game beruntun — menahan servis dua kali dan memecah servis Raducanu di game ketiga. Saat itulah pukulan forehand kontranya, yang diabadikan kamera AP di tengah pertandingan, menjadi simbol perlawanan. Tjen berdiri di baseline, memukul di titik naik bola, dan mengarahkan tembakan ke sudut kiri lapangan yang ditinggalkan Raducanu.

Namun di game kedelapan, pertandingan berubah drastis. Skor 4-4, 30-30: Tjen melepaskan shots on target yang menurut penonton sudah masuk, tetapi hakim garis menilai keluar. Tjen meminta review, dan tayangan ulang memperlihatkan bola tipis menyentuh garis — keputusan berbalik, dan ia memperoleh break point. Raducanu merespons dengan agresi: dua winner forehand berturut-turut menutup game itu, persis seperti pemain yang sedang membersihkan papan skor dengan clean sheet servisnya sendiri.

"Dia bermain tanpa rasa takut. Kami berlatih untuk momen seperti ini setiap hari. Hasilnya belum seperti yang kami impikan, tetapi prosesnya sudah berjalan," ujar sang pelatih seusai laga.

Analisis Taktik: Gaya Berbeda di Baseline

Dari sisi taktik, pertandingan ini adalah pertarungan dua filosofi. Raducanu bermain dengan ritme pendek: rata-rata rally hanya 5,2 pukulan, karena ia terus mematikan poin di net. Tjen, sebaliknya, ingin memperpanjang rally — rata-rata 8,1 pukulan — demi memaksa lawan berlari ke sisi backhand. Strategi itu berhasil di set kedua, tetapi memakan korban: di game terakhir, kelelahan fisik membuat kaki Tjen telat, dan Raducanu menuntaskan laga dengan ace di menit ke-90.

Data lain yang menonjol: Tjen tidak pernah menerima peringatan sepanjang turnamen — rekor disiplin yang langka untuk pemain kualifikasi. Sementara di sisi Raducanu, sempat ada momen teguran wasit kursi di set kedua atas protes penonton, semacam kartu kuning simbolis dalam laga ini. Pertandingan sempat terhenti tiga menit ketika Tjen meminta perawatan pada paha kanannya di set kedua — jeda yang justru dimanfaatkan Raducanu untuk mengubah irama servisnya.

Jalan ke Depan: Modal Berharga

Kekalahan ini tetap menjadi pencapaian bersejarah. Tjen menjadi petenis Indonesia dengan kemenangan terbanyak di turnamen utama sejak era 1990-an, dan ia membawa pulang hadiah uang serta 130 poin peringkat yang akan mendongkrak posisinya ke peringkat 130-an dunia — tertinggi sepanjang kariernya. Dari babak kualifikasi hingga menekan juara grand slam di set kedua, Tjen membuktikan bahwa tenis Indonesia punya tempat di panggung terbesar.

Raducanu, yang menutup laga dengan 7 ace dan 14 poin net dari 18 percobaan, melangkah ke putaran ketiga dengan kepercayaan diri yang tumbuh. Tetapi bagi Tjen, malam di New York itu bukan tentang skor akhir. Ia meninggalkan stadion dengan tepuk tangan berdiri dari penonton yang menyaksikan seorang pejuang — dan satu forehand yang akan dikenang lama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User