JAKARTA — DJBC Tegaskan Arahan Menkeu Tetap Konsisten

Di tengah dinamika transisi kepemimpinan di jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memastikan roda organisasi da

Sep 15, 2026 - 16:30
0 0
JAKARTA — DJBC Tegaskan Arahan Menkeu Tetap Konsisten

Di tengah dinamika transisi kepemimpinan di jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memastikan roda organisasi dan fokus kinerja tetap berjalan sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa tidak ada perubahan arahan fundamental dari Menteri Keuangan yang baru terkait fungsi serta target strategis instansi pengumpul penerimaan negara tersebut.

Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi pasar dan dunia usaha yang membutuhkan kepastian pelayanan kepabeanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah DJBC yang memilih untuk mempertahankan kerangka kerja yang ada dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas penerimaan negara sekaligus kontinuitas pelayanan publik di sektor perdagangan internasional.

Stabilitas Regulasi dan Kepastian Pasar

Konsistensi kebijakan merupakan pilar utama dalam menjaga kepercayaan pelaku industri impor dan ekspor. Kebijakan yang konsisten memberikan ruang ketenangan bagi para pengusaha untuk menyusun rencana bisnis jangka panjang tanpa kekhawatiran akan fluktuasi aturan yang mendadak.

"Tidak ada perubahan arahan khusus atau mendadak dari pimpinan baru. Fokus kami tetap pada pencapaian target penerimaan negara, efisiensi pelayanan kepabeanan, serta peningkatan pengawasan terhadap barang-barang ilegal," tegas Djaka Budhi Utama dalam keterangannya.

Menurut analisis ekonomi politik, kepastian hukum dan regulasi di pintu masuk negara adalah kunci utama efisiensi logistik nasional. Tanpa kejutan kebijakan, rantai pasok dapat bergerak lebih efisien, mengurangi potensi penumpukan kontainer (dwelling time), serta memangkas biaya ekonomi tinggi yang kerap mengancam daya saing produk lokal.

Tantangan Penerimaan Negara dan Pengawasan Perbatasan

Secara analitis, tugas DJBC di bawah naungan arahan Kemenkeu tetap bertumpu pada empat pilar utama: revenue collector (pengumpul penerimaan), trade facilitator (fasilitator perdagangan), industrial assistance (pendukung industri), dan community protector (pelindung masyarakat).

Berikut adalah fokus operasional DJBC dalam menjaga pilar ekonomi nasional:

Pilar Fungsi Prioritas Kinerja Utama Fokus Implementasi Operasional
Revenue Collector Optimalisasi Bea Masuk, Bea Keluar, & Cukai Penindakan komoditas ilegal & intensifikasi tarif
Trade Facilitator Digitalisasi Pelayanan Kepabeanan Pemangkasan waktu bongkar muat & otomatisasi sistem
Community Protector Pengawasan Ketat Perbatasan Negara Pemberantasan penyelundupan narkotika & pakaian bekas

Target penerimaan negara dari sektor cukai dan kepabeanan pada tahun berjalan tetap menjadi tolok ukur utama keberhasilan instansi tersebut. Angka target penerimaan negara yang telah dirancang dalam APBN harus dicapai melalui intensifikasi dan ekstensifikasi tanpa merusak iklim usaha domestik. Pengawasan terhadap komoditas berisiko tinggi seperti rokok ilegal, minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tanpa pita cukai, serta pakaian bekas (ballpress) tetap diakselerasi di pelabuhan-pelabuhan utama maupun jalur perbatasan darat.

Penguatan Reformasi Internal dan Digitalisasi

Selain pengawasan eksternal, konsistensi arahan Kemenkeu juga mencakup penguatan integritas internal DJBC. Reformasi birokrasi dan modernisasi sistem melalui teknologi informasi, seperti pengembangan platform Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), terus dilanjutkan guna menekan potensi penyalahgunaan wewenang dan meningkatkan transparansi layanan.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data besar (big data) dalam mendeteksi profil risiko barang impor terus diperdalam. Langkah analitis ini memungkinkan petugas bea cukai melakukan penindakan yang presisi tanpa mengganggu arus barang bagi importir berintegritas tinggi yang terdaftar dalam skema Authorized Economic Operator (AEO).

Dengan tidak adanya perubahan skema dasar dari Menkeu baru, DJBC optimistis dapat merampungkan seluruh program prioritas hingga akhir tahun anggaran. Keberlanjutan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan tata kelola keuangan negara di tengah transisi kepemimpinan eksekutif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User