Jakarta — Bioskop Trans TV Tayangkan Film Supernatural The Covenant

Layar kaca Indonesia kembali dimanjakan dengan tayangan laga fantasi supranatural klasik era 2000-an. Program Bioskop Trans TV menjadwalkan penayangan film

Sep 15, 2026 - 18:35
0 0
Jakarta — Bioskop Trans TV Tayangkan Film Supernatural The Covenant

Layar kaca Indonesia kembali dimanjakan dengan tayangan laga fantasi supranatural klasik era 2000-an. Program Bioskop Trans TV menjadwalkan penayangan film The Covenant pada Senin, 15 September. Film garapan sutradara legendaris Renny Harlin yang dirilis pada tahun 2006 ini menghadirkan perpaduan antara elemen horor gothic, misteri sejarah, dan persaingan pemuda pemilik kekuatan sihir kuno. Penayangan ini menjadi momentum menarik bagi penonton untuk melihat kembali performa awal para aktor papan atas Hollywood sebelum mereka mencapai puncak popularitas di industri film global.

Berlatar di kota kecil Ipswich, Massachusetts, cerita berpusat pada empat remaja pria—Caleb Danvers (Steven Strait), Pogue Parry (Taylor Kitsch), Tyler Simms (Chace Crawford), dan Reid Garwin (Toby Hemingway). Mereka dikenal sebagai Sons of Ipswich, keturunan dari empat keluarga pendiri kota yang mengikat janji rahasia pada tahun 1692 untuk menyembunyikan kekuatan sihir elemental yang mereka miliki secara turun-temurun.

Dinamika Kekuatan dan Dilema Adiksi Keturunan Ipswich

Narasi film ini membedakan dirinya dari cerita penyihir konvensional dengan memperkenalkan konsep konsekuensi fisik yang mematikan. Kekuatan sihir para remaja ini mencapai puncaknya saat mereka menginjak usia 18 tahun, sebuah proses yang disebut sebagai the Ascending. Namun, setiap penggunaan kekuatan supranatural tersebut menguras vitalitas dan mempercepat penuaan fisik mereka, menciptakan alegori yang kuat tentang adiksi dan bahaya godaan kekuasaan tanpa batas.

Konflik utama membara ketika seorang murid baru bernama Chase Collins (Sebastian Stan) hadir di sekolah swasta Spencer Academy. Kemunculan Chase membawa rahasia kelam mengenai keluarga kelima yang sempat dianggap punah akibat Perburuan Penyihir Salem. Chase, yang telah kecanduan kekuatan dan mengonsumsi vitalitas ayahnya sendiri, mengincar Caleb untuk merebut seluruh daya sihir Ipswich demi mencapai keabadian.

"The Covenant memanfaatkan formula aksi gothic remaja dengan sangat efektif. Kekuatan sihir di sini digambarkan bukan sekadar hadiah, melainkan beban moral dan fisik yang menguji kedewasaan karakter utamanya," ungkap analis industri hiburan untuk Beritainti.com.

Jejak Rekor dan Batu Loncatan Karir Bintang Hollywood

Secara komersial dan finansial, film ini memiliki rekam jejak yang unik di industri sinema global. Meskipun mendapat ulasan beragam dari kritikus film saat pertama kali dirilis, The Covenant berhasil mengamankan posisi teratas di tangga box office Amerika Utara pada pekan perdananya. Film ini terbukti menjadi investasi yang menguntungkan dan kini memegang status sebagai film dengan pengikut fanatik (*cult classic*) di segmen remaja.

Metrik Pertunjukan Detail Angka / Catatan
Anggaran Produksi US$ 20 Juta
Pendapatan Box Office Global US$ 37,6 Juta
Peringkat Debut Amerika Serikat Posisi #1 (Minggu Pertama)

Lebih dari sekadar tayangan hiburan, film ini mencatatkan nilai sejarah penting bagi jajaran pemerannya. Beberapa poin relevansi karir para pemainnya mencakup:

  • Sebastian Stan: Peran sebagai antagonis Chase Collins merupakan batu loncatan berharga sebelum ia meraih popularitas dunia sebagai Bucky Barnes / The Winter Soldier dalam franchise Marvel Cinematic Universe.
  • Taylor Kitsch: Karirnya melonjak setelah film ini, membawanya menjadi bintang utama dalam serial populer Friday Night Lights dan film blockbuster John Carter.
  • Chace Crawford: Tak lama setelah penampilan ini, nama Crawford melejit secara internasional lewat peran ikoniknya dalam serial drama Gossip Girl.

Mengapa Industri Televisi Tetap Melirik Nostalgia 2000-an

Fenomena penayangan ulang The Covenant di Bioskop Trans TV mencerminkan strategi pemrograman televisi yang matang. Di tengah gempuran platform *streaming* digital, stasiun televisi terestrial mengandalkan elemen nostalgia dan narasi berkecepatan tinggi untuk mempertahankan pemirsa setianya. Aksi koreografi visual dan estetika musik rock khas era pertengahan 2000-an yang diusung Renny Harlin memberikan nuansa eskapisme yang memikat.

Bagi pemirsa yang menyukai kisah pertarungan sihir, konspirasi keluarga kuno, serta aksi menegangkan dengan tensi tinggi, penayangan film ini menjadi opsi hiburan malam yang menarik. Di balik kilauan efek visualnya, film ini memberikan pesan tersirat bahwa kebebasan sejati hanya bisa dicapai ketika seseorang mampu mengendalikan hasrat terbesarnya.

Film fantasi aksi supranatural 'The Covenant' kembali sapa pemirsa. Sebelum Sebastian Stan mendunia lewat MCU, intip aksinya sebagai antagonis utama penyihir Ipswich di artikel analisis eksklusif kami. Baca selengkapnya di portal Beritainti.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User