Jafar/Felisha Menang Telak tapi Tetap Waspada di Indonesia Open 2026

Skor akhir 21-14 dan 21-11 menjadi bukti dominasi Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu atas pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, di babak 32 besar Indonesia Open 2026. Namun, di balik k...

Aug 07, 2026 - 16:42
0 0
Jafar/Felisha Menang Telak tapi Tetap Waspada di Indonesia Open 2026

Skor akhir 21-14 dan 21-11 menjadi bukti dominasi Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu atas pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, di babak 32 besar Indonesia Open 2026. Namun, di balik kemenangan telak yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026) itu, pasangan ganda campuran Indonesia ini justru menahan diri untuk tidak cepat berpuas diri. Mereka sadar bahwa turnamen BWF Super 1000 ini masih panjang dan lawan-lawan berikutnya akan jauh lebih berat.

Dominasi Sejak Awal: Formasi dan Serangan Terarah

Sejak menit pertama gim pertama, Jafar/Felisha langsung menunjukkan intensitas tinggi. Dengan formasi standar ganda campuran, Jafar yang bertugas di belakang terus menekan dengan smash keras, sementara Felisha yang berada di depan rajin memotong jalur pengembalian lawan. Strategi ini terbukti efektif karena pasangan Korea kesulitan mengembangkan permainan. Pada menit ke-12, Jafar melepaskan tembakan silang yang tak mampu dijangkau Kim Jae Hyeon, menghasilkan poin penting yang membawa Indonesia unggul 11-7 saat interval. Penguasaan bola di gim pertama tercatat mencapai 62 persen untuk Indonesia, dengan shots on target atau smash yang menghasilkan poin langsung sebanyak 9 kali dibanding Korea yang hanya 3 kali.

Felisha, yang kerap menjadi sasaran serangan lawan, tampil solid di bawah tekanan. Ia berhasil memblok beberapa drive keras dari Jang Ha Jeong. Assist dari Felisha juga menjadi kunci, terutama saat ia melakukan pengembalian net yang memaksa lawan mengangkat bola, lalu Jafar dengan sigap melepaskan smash menyilang. Pasangan Indonesia menutup gim pertama dengan skor 21-14 setelah Kim Jae Hyeon gagal mengembalikan servis Felisha yang mendatar.

Babak Kedua: Koreksi Taktik dan Clean Sheet yang Hampir Terwujud

Memasuki gim kedua, pelatih Indonesia melakukan penyesuaian kecil. Jafar lebih sering melakukan drop shot untuk memancing lawan maju, lalu memanfaatkan ruang kosong di belakang. Hasilnya, Korea Selatan yang sempat mencoba bermain lebih agresif dengan menyerang pertahanan Felisha, justru sering terjebak dalam posisi offside—istilah yang dalam bulu tangkis lebih dikenal sebagai kesalahan antisipasi posisi. Mereka tiga kali melakukan kesalahan sendiri karena salah membaca arah bola.

Menit ke-34 menjadi momen krusial. Kedudukan 15-9 untuk Indonesia, Jang Ha Jeong mencoba melakukan drive keras ke arah Felisha. Namun, Felisha dengan tenang mengembalikan bola ke arah belakang, dan Jafar yang sudah siap di posisi tiga meter dari net langsung melancarkan jump smash yang tak terbendung. Smash dengan kecepatan 312 km/jam itu menjadi poin ke-16 dan membuat penonton Istora Senayan bergemuruh. Hingga akhir gim, Korea hanya mampu menambah dua poin, dan Indonesia menutup pertandingan dengan skor 21-11. Sayangnya, clean sheet tidak tercapai karena Korea sempat mencuri poin di awal gim, namun dominasi sepanjang laga tidak terbantahkan.

“Kami tidak mau jemawa. Menang telak hari ini bukan berarti kami sudah sempurna. Masih banyak evaluasi, terutama soal konsistensi servis dan pengembalian bola kedua,” ujar Jafar usai pertandingan.

Statistik dan Evaluasi: Jalan Masih Panjang

Secara keseluruhan, penguasaan bola Indonesia mencapai 65 persen dengan total 24 smash yang menghasilkan poin langsung. Pasangan Korea hanya mampu mencatatkan 8 smash efektif dan 6 kali melakukan kesalahan sendiri. Jafar/Felisha juga lebih unggul dalam hal assist, di mana Felisha tercatat memberikan 5 assist yang berujung poin, sementara Jang Ha Jeong hanya 2 assist. Dari sisi disiplin, Indonesia hanya menerima satu kartu kuning karena pelanggaran servis, sedangkan Korea mendapatkan dua kartu kuning karena menunda permainan.

Meski demikian, Jafar menegaskan bahwa kemenangan ini bukan tolok ukur utama. “Kami tahu di babak selanjutnya akan ada lawan yang lebih tangguh. Kami harus memperbaiki komunikasi di lapangan, terutama saat transisi dari bertahan ke menyerang,” tambahnya. Felisha pun sependapat, ia menyoroti pentingnya adaptasi terhadap tekanan penonton yang besar di Istora Senayan. “Kadang euforia penonton membuat kami terburu-buru. Kami harus tetap tenang dan fokus pada pola permainan,” kata Felisha.

Dengan kemenangan ini, Jafar/Felisha melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang antara wakil Malaysia dan Taiwan. Pertandingan selanjutnya dijadwalkan pada Kamis (04/06/2026). Jika mampu menjaga performa dan tidak cepat puas, bukan tidak mungkin pasangan muda ini menjadi kuda hitam di Indonesia Open 2026. Namun, yang pasti, mereka telah menunjukkan bahwa kemenangan telak hari ini hanyalah langkah awal menuju target yang lebih besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User