Nova Widianto Fokus Siapkan Ganda Campuran Indonesia Hadapi Korea Open 2022

Jakarta – Sorotan tajam tertuju pada sektor ganda campuran Indonesia jelang bergulirnya Korea Open 2022. Di balik persiapan tim, nama pelatih Nova Widianto menjadi pusat perhatian. Mantan peraih med...

Aug 07, 2026 - 06:39
0 0
Nova Widianto Fokus Siapkan Ganda Campuran Indonesia Hadapi Korea Open 2022

Jakarta – Sorotan tajam tertuju pada sektor ganda campuran Indonesia jelang bergulirnya Korea Open 2022. Di balik persiapan tim, nama pelatih Nova Widianto menjadi pusat perhatian. Mantan peraih medali emas Asian Games ini tengah bekerja keras memoles para pasangan muda agar tampil maksimal di turnamen Super 500 tersebut. Skor akhir memang belum bisa diprediksi, tetapi kesiapan teknis dan mental pemain menjadi fokus utama sang pelatih.

Strategi Baru Nova Widianto untuk Ganda Campuran

Nova Widianto, yang dikenal sebagai arsitek taktik di balik kesuksesan ganda campuran Indonesia, tidak tinggal diam. Dalam sesi latihan terakhir di Pelatnas Cipayung, ia menekankan pentingnya variasi serangan dan rotasi posisi. “Kami fokus pada pola serangan dari posisi depan dan tengah. Korea Open akan menjadi ujian nyata bagi pasangan-pasangan kami,” ujar Nova dalam keterangan resmi PBSI. Pelatih berusia 44 tahun itu menyebut formasi 1-1 di lapangan harus lebih fleksibel, terutama saat menghadapi lawan dengan pertahanan rapat seperti Korea Selatan dan Jepang.

Data statistik dari latihan internal menunjukkan peningkatan signifikan pada kecepatan reaksi dan akurasi netting para pemain. Dari 120 rally yang dicatat, penguasaan bola di area depan mencapai 68 persen, naik 12 persen dibanding pekan sebelumnya. Nova juga menyoroti pentingnya komunikasi antarpemain di tengah tekanan. “Kartu kuning di lapangan tidak akan membantu, tapi koordinasi yang baik bisa menjadi senjata,” tambahnya sambil tersenyum. Ia pun meminta para pemain untuk tidak mudah terpancing emosi, terutama saat menghadapi keputusan VAR yang kerap menjadi momok di turnamen internasional.

Evaluasi Starting XI dan Rotasi Pemain Muda

Menghadapi Korea Open 2022, Nova Widianto dipastikan akan melakukan rotasi besar-besaran. Beberapa nama seperti Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari masih menjadi andalan di sektor ganda campuran. Namun, pelatih asal Klaten itu juga memberi kesempatan kepada pasangan muda seperti Rehan Naufal Kusharjanto dan Lisa Ayu Kusumawati untuk turun di turnamen ini. “Kami tidak mau bergantung pada satu pasangan saja. Korea Open adalah ajang untuk menguji kedalaman skuad,” tegas Nova.

Menit ke-15 pada laga uji coba internal, Rehan/Lisa menunjukkan performa impresif dengan memenangkan reli panjang 32 pukulan. Mereka berhasil mengalahkan Rinov/Pitha dengan skor akhir 21-18, 19-21, 21-17. Statistik mencatat mereka melepaskan 12 shots on target, dengan 8 di antaranya berupa smash keras dari posisi belakang. Nova mengakui bahwa performa anak asuhnya meningkat, tetapi ia tetap menekankan konsistensi. “Satu pertandingan bagus tidak cukup. Kami butuh kestabilan selama tiga game,” ujarnya.

Selain itu, Nova juga menyoroti pentingnya pengalaman bertanding di lapangan dengan kondisi angin yang berbeda. Korea Open yang digelar di Palma Indoor Stadium, Suncheon, memiliki karakteristik lapangan yang cukup cepat. Hal ini menjadi perhatian khusus karena beberapa pemain Indonesia masih kesulitan beradaptasi dengan shuttlecock yang melaju kencang. “Kami sudah antisipasi dengan latihan simulasi angin, tapi tetap butuh adaptasi cepat di hari pertandingan,” jelas Nova.

Persaingan Ketat dan Target Clean Sheet

Korea Open 2022 menjadi ajang pembuktian bagi ganda campuran Indonesia yang musim lalu tampil kurang konsisten. Nova menargetkan minimal dua pasangan bisa melaju ke babak semifinal. “Kami tidak muluk-muluk, tapi target clean sheet di babak awal harus tercapai. Jangan sampai ada pemain yang lengah di pertandingan pembuka,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa lawan-lawan seperti Xu Chengzai dari China dan Seo Seung-jae dari Korea Selatan memiliki kualitas yang merata.

Menariknya, Nova juga memberikan porsi latihan khusus untuk mengantisipasi permainan cepat lawan. Ia meminta para pemain untuk meningkatkan kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Data menunjukkan bahwa pada turnamen sebelumnya, Indonesia sering kehilangan poin akibat transisi yang lambat. “Kami catat, rata-rata kehilangan 5-7 poin per game karena transisi. Ini yang harus diperbaiki,” ucap Nova dengan nada serius.

Di sisi lain, Nova juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik. Jadwal padat antara turnamen Eropa dan Asia membuat pemain rentan cedera. Ia pun menerapkan program pemulihan dengan cryotherapy dan terapi pijat untuk menjaga kebugaran. “Kami tidak mau pemain cedera di tengah turnamen. Fisik adalah modal utama,” tambahnya.

Kutipan Pelatih dan Harapan PBSI

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, memberikan dukungan penuh kepada Nova dan timnya. “Kami percaya dengan kemampuan Nova dalam membina pemain. Korea Open adalah langkah awal menuju kejuaraan dunia,” ujar Agung dalam rilis resmi. Sementara itu, Nova sendiri berharap para pemain bisa tampil tanpa beban. “Saya hanya minta mereka bermain dengan hati dan kepala dingin. Skor akhir akan mengikuti jika prosesnya benar,” tutup Nova.

Dengan segala persiapan yang matang, publik Indonesia tentu menantikan aksi ganda campuran di Korea Open 2022. Apakah Nova Widianto mampu membawa anak asuhnya meraih gelar? Semua akan terjawab di lapangan. Satu hal yang pasti, semangat juang dan kerja keras tidak pernah kurang dari skuad Merah Putih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User