Istana Malacañang Sebut Desakan Mundur Presiden Marcos Jr Tindakan Delusional
MANILA — Istana Kepresidenan Filipina (Malacañang) melontarkan serangan balik yang tajam terhadap kubu oposisi dan loyalis Wakil Presiden Sara Duterte. Pej
MANILA — Istana Kepresidenan Filipina (Malacañang) melontarkan serangan balik yang tajam terhadap kubu oposisi dan loyalis Wakil Presiden Sara Duterte. Pejabat Pers Istana, Claire Castro, menegaskan bahwa seruan yang mendesak Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk meletakkan jabatannya merupakan gagasan yang sama sekali tidak berdasar dan "sangat delusional".
Pernyataan keras tersebut dirilis menyusul eskalasi perang urat syaraf antara dua dinasti politik paling berkuasa di Filipina. Sehari sebelumnya, juru bicara Wakil Presiden Sara Duterte, Paolo Panelo Jr., melontarkan kritik pedas yang menyebut Presiden Marcos Jr. meremehkan tuduhan-tuduhan serius yang dialamatkan kepadanya, sekaligus menuduh sang presiden telah kehilangan kepekaan terhadap realitas sosial-politik bangsa.
"Menuntut seorang presiden terpilih secara demokratis untuk mundur hanya berdasarkan manuver politik sepihak adalah tindakan yang betul-betul delusional dan tidak memiliki pijakan konstitusional," ujar representasi Malacañang dalam taklimat medianya.
Kronologi Keretakan Hubungan Marcos Jr. dan Sara Duterte
Ketegangan antara kedua pucuk pimpinan eksekutif ini menandai runtuhnya koalisi elektoral raksasa bertajuk "UniTeam" yang berhasil memenangkan pemilihan umum 2022 secara telak. Berikut adalah alur eskalasi konflik yang memicu friksi terbuka:
- Mei 2022: Koalisi Ferdinand Marcos Jr. dan Sara Duterte meraih kemenangan mutlak dalam pilpres Filipina, menyatukan basis suara Utara (klan Marcos) dan Selatan (klan Duterte).
- Pertengahan 2023: Perselisihan mulai mengemuka terkait alokasi anggaran dana rahasia (confidential funds) untuk kantor Wakil Presiden dan Departemen Pendidikan yang sempat dipimpin Duterte.
- Awal 2024: Mantan Presiden Rodrigo Duterte secara terbuka mengkritik kebijakan luar negeri Marcos Jr. yang condong ke Amerika Serikat, serta menuduh adanya upaya amendemen konstitusi demi melanggengkan kekuasaan.
- Juni 2024: Sara Duterte resmi mengundurkan diri dari jajaran kabinet Marcos Jr. sebagai Menteri Pendidikan, menandai perpisahan definitif dari kubu Istana.
- November 2024–Kini: Eskalasi memuncak dengan saling ancam pemakzulan, penyelidikan dugaan penyalahgunaan wewenang, hingga seruan terbuka agar Presiden Marcos Jr. mundur dari jabatannya.
Implikasi Geopolitik dan Stabilitas Domestik Filipina
Secara analitis, pertarungan elite ini tidak sekadar bermotif perebutan kekuasaan domestik menjelang pemilihan sela (midterm elections) 2025, melainkan juga cerminan dari benturan orientasi geopolitik. Marcos Jr. secara konsisten memperkuat pakta pertahanan dengan Washington di tengah sengketa Laut Filipina Barat, sementara faksi Duterte cenderung mempertahankan pendekatan pragmatis dan akomodatif terhadap Beijing.
Analis politik di Manila menilai narasi pemakzulan maupun desakan mundur yang dilontarkan kubu Duterte ditujukan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Marcos Jr. sebelum pemilu legislatif digelar. Namun, dengan kendali mayoritas di Kongres dan dukungan solid dari militer, posisi Presiden Ferdinand Marcos Jr. diyakini tetap kokoh di atas kertas, membuat wacana pengunduran dirinya mustahil terealisasi tanpa krisis sistemik yang luar biasa.
Comments (0)