Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Desak Gencatan Senjata di Lebanon Dihormati
Iran secara resmi telah menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon selatan. Langkah ini diambil di tengah berlangsungnya perundingan antara Teheran dan Washington di
Iran secara resmi telah menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon selatan. Langkah ini diambil di tengah berlangsungnya perundingan antara Teheran dan Washington di Swiss yang bertujuan untuk mengakhiri konflik bilateral kedua negara.
Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut dikonfirmasi oleh kantor berita Iran, Tasnim. Dalam laporannya, Tasnim mengutip seorang pejabat Iran yang memiliki akses langsung ke tim negosiasi Iran-Amerika Serikat. Pejabat itu menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai gencatan senjata di Lebanon benar-benar dihormati.
“Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon tidak dihormati,” ujar sumber tersebut seperti dikutip Tasnim.
Serangan Israel ke Lebanon selatan terjadi saat Washington dan Teheran masih duduk dalam perundingan. Tindakan ini dinilai Iran sebagai pelanggaran serius yang mengancam stabilitas kawasan, sehingga memicu eskalasi langsung berupa penutupan selat yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi Selat Hormuz setiap hari. Penutupan ini segera memicu kekhawatiran di pasar energi internasional. Para analis memperkirakan harga minyak mentah akan bergejolak jika situasi tidak segera mereda.
Pemerintah Iran menekankan bahwa keputusan ini bersifat tegas dan tidak bisa ditawar. Mereka melihat serangan Israel sebagai bentuk arogansi yang harus dibalas dengan tekanan maksimal, termasuk menggunakan posisi geografis Iran yang menguasai selat sempit itu.
Di sisi lain, perundingan di Swiss sempat menunjukkan kemajuan sebelum insiden Lebanon terjadi. Kedua delegasi dikabarkan hampir mencapai kerangka kerja untuk penghentian permusuhan. Namun, operasi militer Israel ke wilayah selatan Lebanon memicu kemarahan Teheran dan membatalkan hampir seluruh capaian diplomasi.
Para pengamat Timur Tengah menilai langkah Iran ini sebagai pesan langsung kepada Washington. Dengan menutup selat, Teheran ingin menunjukkan bahwa setiap agresi terhadap sekutunya di Lebanon tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Iran juga memperlihatkan kapasitasnya untuk mengganggu arus energi global jika tekanan militer terus berlanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Israel maupun Amerika Serikat terkait penutupan Selat Hormuz. Situasi di kawasan pun memanas karena kapal-kapal tanker harus mengubah rute pelayaran mereka dengan risiko biaya dan keamanan yang lebih tinggi.
Beritainti.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan laporan terkini dari berbagai sumber terpercaya.
Comments (0)