Oct 23, 2026
Olahraga

Insiden Beruntun di Practice Mandalika, Pebalap Berguguran di Lintasan

LOMBOK TENGAH — Sesi latihan bebas MotoGP dan Moto2 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Jumat (9/10), berlangsung dramatis. Sejumlah pebalap jatuh beruntun dalam waktu yang berdekatan, memaksa marshal m...

Insiden Beruntun di Practice Mandalika, Pebalap Berguguran di Lintasan

LOMBOK TENGAH — Sesi latihan bebas MotoGP dan Moto2 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Jumat (9/10), berlangsung dramatis. Sejumlah pebalap jatuh beruntun dalam waktu yang berdekatan, memaksa marshal mengibarkan bendera kuning di beberapa titik lintasan. Insiden ini menjadi catatan penting jelang sesi kualifikasi, mengingat karakter sirkuit sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan itu dikenal menuntut presisi tinggi pada suhu aspal yang menyengat.

Kronologi Insiden: Menit Demi Menit di Lintasan

Menit ke-12 sesi Moto2, satu pebalap kehilangan cengkeraman di tikungan 10, salah satu sektor paling teknis dengan pengereman keras dari kecepatan tinggi. Motor meluncur ke gravel, dan meski pebalap langsung bangkit, sektor tersebut sempat diberi bendera kuning. Belum genap 20 menit berselang, insiden serupa terjadi di tikungan 16, tikungan kanan cepat menuju trek lurus utama. Kali ini, pebalap terpaksa masuk pit lane dan mengganti fairing yang rusak.

Memasuki sesi MotoGP, situasi tak serta-merta membaik. Menit ke-27, satu pebalap mengalami lowside di tikungan 8, titik dengan perubahan elevasi tajam. Data menunjukkan kecepatan masuk tikungan itu menyentuh 140 km/jam, dan sudut kemiringan motor melebihi 55 derajat. Beberapa menit kemudian, giliran pebalap lain yang kehilangan bagian depan motor di tikungan 5, memicu pengibaran bendera kuning ganda.

Analisis Teknis: Suhu Aspal dan Grip yang Menipis

Faktor cuaca menjadi kunci. Suhu aspal pada sesi practice mencapai 48 derajat Celsius, sementara suhu udara berkisar 32 derajat Celsius. Kombinasi ini menurunkan level grip, terutama saat pebalap memakai kompon depan keras untuk menghadapi jarak tempuh panjang. Tekanan ban yang kurang optimal juga memperbesar peluang lowside, seperti yang terlihat pada beberapa insiden di tikungan kanan.

Formasi starting XI bukan istilah yang tepat untuk MotoGP, namun susunan starting grid nanti akan sangat dipengaruhi hasil sesi ini. Tim-tim papan atas terlihat fokus pada evaluasi ban depan medium, sementara tim satelit cenderung memilih kompon lunak demi catatan waktu singkat. Setidaknya lima pebalap mencatat waktu putaran terbaik di bawah 1 menit 31 detik, meski beberapa di antaranya sempat terganggu insiden di lintasan.

Menarik dicermati, sektor ketiga menjadi area paling rawan. Dari total insiden, mayoritas terjadi di tikungan 10, 16, dan 8 — tiga titik dengan transisi pengereman paling agresif. Penguasaan motor pada fase trail braking menjadi pembeda antara pebalap yang selamat dari drama dan yang berakhir di gravel.

Dampak ke Sesi Kualifikasi dan Balapan

Insiden beruntun ini memaksa tim mekanik bekerja ekstra. Perbaikan fairing, penggantian tuas, hingga pengecekan sistem elektronik dilakukan di pit lane. Dalam kondisi seperti ini, konsistensi menjadi mata uang paling mahal. Pebalap yang bisa menjaga ritme tanpa kesalahan berpeluang besar mengamankan posisi depan di starting grid.

Bagi tuan rumah, momen ini juga menjadi ujian bagi kualitas aspal Mandalika. Sejak diresmikan, sirkuit ini beberapa kali mendapat sorotan terkait kebersihan lintasan dan cengkeraman. Namun, pihak penyelenggara memastikan lintasan dalam kondisi aman, dengan tim pembersih dikerahkan sebelum sesi berikutnya.

Statistik Kunci Sesi Practice

Insiden jatuh: lebih dari 6 kejadian di MotoGP dan Moto2. Suhu aspal: 48 derajat Celsius. Suhu udara: 32 derajat Celsius. Tikungan rawan: 5, 8, 10, dan 16. Trek: 4,3 km, 17 tikungan. Waktu putaran terbaik: di bawah 1 menit 31 detik.

Sesi practice kali ini memberi gambaran jelas: Mandalika tetap menjadi sirkuit yang menuntut keberanian sekaligus ketelitian. Pebalap yang mampu membaca batas cengkeraman, terutama di sektor tikungan lambat dan menengah, akan lebih aman melaju. Sebaliknya, siapa pun yang memaksakan entry speed terlalu tinggi berisiko menyusul rekan-rekannya yang sudah lebih dulu mengunjungi gravel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User