Inggris Singkirkan Norwegia, Haaland Tertunduk di Perempat Final Piala Dunia 2026
Skor akhir: Inggris 2, Norwegia 1. Peluit panjang wasit di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (12/7/2026), menjadi titik henti yang menyakitkan. Erling Haaland berdiri mematung di lingkaran teng...
Skor akhir: Inggris 2, Norwegia 1. Peluit panjang wasit di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (12/7/2026), menjadi titik henti yang menyakitkan. Erling Haaland berdiri mematung di lingkaran tengah, lalu jatuh berlutut dengan wajah menengadah ke langit Florida. Satu golnya tidak cukup. Mimpi Norwegia melaju ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah berakhir di perempat final, di tangan Inggris yang lebih dingin pada momen-momen krusial.
Ini bukan kekalahan yang memalukan. Jauh dari itu. Norwegia, yang baru pertama kali menembus delapan besar Piala Dunia, memberikan perlawanan penuh selama 90 menit lebih dan sempat memimpin lewat sang bintang. Namun sepak bola di level ini ditentukan oleh detail, dan Inggris mengeksekusi detail itu lebih baik pada babak kedua.
Babak Pertama: Haaland Menggebrak Miami
Pelatih Norwegia Ståle Solbakken menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, menempatkan Haaland sebagai ujung tombak dengan Alexander Sørloth melebar dan Martin Ødegaard menjadi motor serangan di belakangnya. Inggris menjawab dengan skema 4-2-3-1 yang lebih berhati-hati. Hasilnya? Norwegia justru tampil lebih berani sejak menit pertama, menekan tinggi dan memaksa lini belakang lawan melakukan kesalahan.
Menit ke-34, stadion meledak. Ødegaard melepaskan umpan terobosan diagonal yang membelah dua bek tengah Inggris, dan Haaland melakukan apa yang selalu ia lakukan: sprint, satu sentuhan kontrol, lalu tendangan keras kaki kiri ke sudut bawah gawang. 1-0 untuk Norwegia. Itu adalah gol ketujuh Haaland di turnamen ini, sekaligus assist ketiga Ødegaard. Babak pertama ditutup Norwegia dengan keunggulan dan 4 shots on target dari 7 percobaan — angka yang membuat Inggris tertekan hebat.
Babak Kedua: Perubahan Taktik Mengubah Segalanya
Inggris keluar dari ruang ganti dengan wajah berbeda. Penguasaan bola yang pada babak pertama berimbang mulai condong total ke The Three Lions. Menit ke-58, Bukayo Saka menyamakan kedudukan lewat tembakan melengkung dari sisi kanan kotak penalti setelah menerima umpan pendek Jude Bellingham. 1-1, dan momentum berbalik sepenuhnya.
Solbakken merespons dengan memasukkan tenaga segar di lini tengah, tetapi gelombang serangan Inggris tak terbendung. Menit ke-82, dari situasi sepak pojok, Bellingham melompat paling tinggi di antara tiga pemain bertahan dan menanduk bola masuk ke gawang. 2-1, Inggris berbalik unggul. Haaland, yang sepanjang babak kedua hanya menerima satu umpan bersih, terlihat memegangi lututnya dengan napas berat.
Drama VAR di Menit Akhir
Norwegia hampir memaksa perpanjangan waktu. Menit ke-90+3, bola liar hasil tendangan bebas jatuh di kaki Sørloth yang langsung menyambar masuk ke gawang. Wasit sempat mengesahkan gol, tetapi tinjauan VAR menunjukkan bahu Sørloth berada beberapa sentimeter melewati garis pertahanan terakhir. Offside. Gol dianulir. Bangku cadangan Norwegia yang sudah berlari merayakan mendadak terdiam. Itulah momen yang merangkum malam mereka: sedekat itu, tetapi tetap tidak cukup.
Angka di Balik Air Mata Haaland
Statistik akhir memperlihatkan mengapa Inggris layak lolos: penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen, 8 shots on target berbanding 4, dan total 17 tembakan melawan 9. Haaland menutup laga dengan 6 percobaan, 3 tepat sasaran, 1 gol, dan 1 kartu kuning di pengujung pertandingan karena protes berlebihan. Ødegaard mencatatkan 4 umpan kunci, sementara kiper Norwegia dipaksa melakukan 6 penyelamatan. Kubu Inggris menerima 2 kartu kuning, Norwegia 3.
"Kami kalah dari tim yang lebih efisien, tetapi anak-anak ini menulis sejarah. Saya bangga, dan Erling tidak perlu menunduk," ujar Solbakken seusai laga. Dari kubu lawan, pelatih Inggris Thomas Tuchel memberi pujian: "Menghadapi Haaland selama 90 menit adalah mimpi buruk bagi bek mana pun. Kami bertahan karena disiplin, bukan karena beruntung."
Inggris kini melangkah ke semifinal, sementara Norwegia pulang dengan kepala tegak. Bagi Haaland, malam di Miami Gardens ini akan dikenang sebagai perempat final yang membuktikan satu hal: ia mampu membawa negaranya ke panggung terbesar — dan pada edisi berikutnya, ia akan kembali untuk menyelesaikan apa yang belum tuntas.
Comments (0)