Inggris Singkirkan Norwegia 2-1, Erling Haaland Tertunduk di Miami Gardens
Skor akhir 2-1 untuk Inggris, dan Erling Haaland hanya bisa tertunduk di tengah lapangan Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (12/7/2026) malam waktu setempat. Perjalanan heroik Norwegia di Piala ...
Skor akhir 2-1 untuk Inggris, dan Erling Haaland hanya bisa tertunduk di tengah lapangan Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (12/7/2026) malam waktu setempat. Perjalanan heroik Norwegia di Piala Dunia 2026 terhenti di perempat final setelah gol Bukayo Saka dan Harry Kane membawa The Three Lions melangkah ke semifinal, sementara satu gol balasan Haaland pada menit ke-78 tak mampu mengubah nasib tim asal Skandinavia itu.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Kane sebagai ujung tombak yang ditopang Saka, Jude Bellingham, dan Phil Foden di lini kedua. Di kubu lawan, pelatih Norwegia Ståle Solbakken memakai skema 4-3-3, memasang Haaland di poros serangan dengan dukungan Martin Ødegaard sebagai gelandang serang sekaligus kapten. Sejak peluit kick-off dibunyikan, tempo pertandingan langsung berjalan tinggi.
Babak Pertama: Saka Membuka Keran Gol
Menit ke-23, Saka melepaskan tendangan melengkung kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Bellingham. Bola meluncur deras ke pojok kiri gawang Ørjan Nyland tanpa mampu diantisipasi. Skor 1-0 untuk Inggris, dan tribun Hard Rock Stadium bergemuruh.
Norwegia merespons lewat serangan balik cepat. Menit ke-35, Haaland menyambut umpan silang Antonio Nusa dengan tandukan keras, namun bola masih melambung tipis di atas mistar Jordan Pickford. Dua menit berselang, Alexander Sørloth sempat menyarangkan bola ke gawang Inggris, tetapi hakim garis mengangkat bendera — offside. Hingga turun minum, penguasaan bola tercatat 61 persen berbanding 39 persen untuk keunggulan Inggris.
Babak Kedua: Kane Menggandakan, Haaland Menjawab
Menit ke-61, Inggris menggandakan keunggulan. Foden mengirim umpan silang mendatar dari sisi kiri, dan Kane menyambutnya dengan sundulan terarah yang menaklukkan Nyland. Skor 2-0, dan Norwegia tampak berada di ambang kehancuran.
Namun Haaland menolak menyerah. Menit ke-78, striker Manchester City itu menjelma menjadi momok di kotak penalti: ia memenangkan duel udara melawan John Stones untuk menanduk umpan silang Ødegaard, dan bola menghunjam ke sudut kanan gawang. Skor 2-1! Itu adalah gol keenam Haaland di turnamen ini, mengokohkan posisinya di daftar teratas pencetak gol Piala Dunia 2026.
Drama belum usai. Menit ke-88, Haaland jatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Marc Guéhi, dan wasit sempat meninjau insiden itu lewat VAR. Setelah hampir dua menit menunggu, keputusan keluar: bukan penalti. Wasit juga mengacungkan kartu kuning kepada Sørloth yang melakukan protes berlebihan. Empat menit waktu tambahan tak cukup bagi Norwegia, dan peluit panjang mengakhiri segalanya.
Statistik: Dominasi Inggris di Segala Lini
Angka-angka akhir mencerminkan kendali Inggris atas pertandingan. Penguasaan bola: 58 persen berbanding 42 persen. Total tembakan: 16 berbanding 11, dengan shots on target 7 berbanding 4 untuk keunggulan The Three Lions. Inggris juga unggul dalam sepak pojok 8 berbanding 3 dan mencatatkan akurasi umpan 89 persen.
Bagi Pickford, gol Haaland merusak peluangnya mencatatkan clean sheet keempat secara beruntun di turnamen ini. Sementara bagi Norwegia, statistik individu Haaland tetap luar biasa: 6 gol dan 1 assist dalam 5 pertandingan, dengan rata-rata 4,2 tembakan per laga.
Reaksi Pelatih dan Akhir Dongeng Norwegia
Usai laga, Tuchel memberikan pujian kepada lawannya. "Norwegia tim yang luar biasa. Haaland membuat kami menderita sampai detik terakhir. Kami bertahan dengan segalanya," ujarnya.
Solbakken tak bisa menyembunyikan kebanggaan meski timnya tersingkir. "Anak-anak telah menulis sejarah. Perempat final Piala Dunia adalah pencapaian terbesar Norwegia, dan kami kalah dengan kepala tegak," katanya.
Inggris kini menanti pemenang duel perempat final lainnya untuk memperebutkan tiket ke partai puncak. Adapun bagi Haaland, malam di Miami Gardens ini menjadi momen pahit yang akan ia kenang — striker berusia 25 tahun itu meninggalkan lapangan dengan air mata, tetapi juga dengan status sebagai salah satu pemain terbaik turnamen.
Comments (0)