Inggris Raih Kemenangan Tipis Atas Kroasia

Skor akhir 2-1 untuk Inggris! Laga Grup L Piala Dunia 2026 yang digelar di Arlington, Texas, dekat Dallas, pada Rabu, 17 Juni 2026, ini berhasil dimenangkan oleh The Three Lions lewat dua gol yang dib...

Oct 05, 2026 - 21:28
0 0
Inggris Raih Kemenangan Tipis Atas Kroasia

Skor akhir 2-1 untuk Inggris! Laga Grup L Piala Dunia 2026 yang digelar di Arlington, Texas, dekat Dallas, pada Rabu, 17 Juni 2026, ini berhasil dimenangkan oleh The Three Lions lewat dua gol yang dibalas satu gol oleh Kroasia. Pertandingan ini tidak hanya dipenuhi dengan tempo tinggi, namun juga menjadi ajang duel sengit antara dua jenderal lapangan, yaitu Luka Modric dari Kroasia dan Declan Rice dari Inggris!

Babak Pertama: Adu Tekel di Medan Pertempuran

Menit ke-00, wasit meniup peluit pembuka dan kedua tim langsung tancap gas! Inggris yang mengusung formasi 4-3-3 dengan starting XI yang terdiri dari Pickford, Walker, Stones, Konsa, Shaw, Rice, Bellingham, Alexander-Arnold, Saka, Kane dan Foden langsung mengambil inisiatif serangan. Sementara itu, Kroasia yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan starting XI Livakovic, Stanisic, Sutalo, Gvardiol, Sosa, Modric, Brozovic, Perisic, Kramaric, Pasalic dan Petkovic lebih memilih untuk bermain sabar dan memanfaatkan serangan balik cepat.

Menit ke-12, Inggris hampir saja membuka keunggulan! Bukayo Saka yang beroperasi di sisi kanan berhasil melakukan penetrasi dan melepaskan tendangan melengkung ke arah tiang jauh. Sayangnya, tendangan tersebut masih berhasil ditepis dengan gemilang oleh Dominik Livakovic. Kroasia membalas melalui serangan balik di menit ke-23, dimana Ivan Perisic berhasil melakukan umpan terobosan kepada Andrej Kramaric. Namun, Kramaric yang sudah berada dalam posisi offside terpaksa menghentikan aksinya setelah teriakan dari lini belakang Inggris.

Tekanan Inggris semakin meningkat di menit ke-31. Dari sebuah sepak pojok yang dieksekusi oleh Trent Alexander-Arnold, Harry Kane berhasil menyundul bola dengan keras. Namun, sundulan kapten Inggris tersebut masih membentur mistar gawang Kroasia! Duel menarik antara Luka Modric dan Declan Rice juga mulai memanas di tengah lapangan. Kedua pemain ini terus berebut setiap bola mati dan bola liar, membuat tempo permainan menjadi sangat intens. Hingga peluit babak pertama berbunyi, penguasaan bola masih dimiliki oleh Inggris dengan persentase 58% berbanding 42%. Dari segi shots on target, Inggris juga unggul dengan 4 tembakan tepat sasaran, sementara Kroasia baru berhasil mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran.

Babak Kedua: Ledakan Gol dan Drama VAR

Babak kedua dimulai dengan ritme yang jauh lebih cepat dibandingkan babak pertama. Kroasia yang tertinggal secara statistik mulai menaikkan intensitas tekanan mereka untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, justru Inggris lah yang berhasil memecahkan kebuntuan terlebih dahulu!

Menit ke-52, momen emas datang untuk The Three Lions! Melalui skema serangan terorganisir, Jude Bellingham berhasil melihat pergerakan Harry Kane yang menusuk ke dalam kotak penalti. Dengan satu umpan terukur, Bellingham memberikan assist kepada Kane yang tanpa kesulitan berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Kroasia. Gol ini membuat Inggris unggul 1-0 atas Kroasia!

Kegembiraan Inggris tidak bertahan lama. Hanya berselang 8 menit, tepatnya di menit ke-60, Kroasia berhasil menyamakan kedudukan melalui gol spektakuler! Ivan Perisic yang mendapatkan ruang di sisi kiri berhasil melakukan dribel melewati Kieran Trippier dan melepaskan tendangan keras yang bersarang di sudut atas gawang Jordan Pickford. Skor berubah menjadi 1-1 dan stadion Arlington pun langsung bergemuruh dengan sorakan pendukung Kroasia!

Drama semakin memuncak di menit ke-71. Inggris kembali mendapatkan peluang melalui Phil Foden yang berhasil lolos sendirian ke kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Kroasia. Namun, Foden terlihat terjatuh setelah bersentuhan dengan Josip Sutalo. Wasit langsung memutuskan untuk memeriksa insiden tersebut melalui VAR. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan melanjutkan permainan. Keputusan ini sontak memicu protes dari para pemain Inggris, namun tetap dihormati oleh kedua belah pihak.

Tak ingin hasil imbang, pelatih Inggris melakukan pergantian taktik dengan memasukkan Jack Grealish untuk menambah kreativitas di sisi sayap. Keputusan ini terbukti jitu di menit ke-83! Grealish yang baru saja masuk berhasil menarik perhatian dua pemain bertahan Kroasia, lalu memberikan umpan tarik kepada Bukayo Saka. Dengan tenang, Saka melepaskan tendangan terarah yang gagal dijangkau oleh Livakovic, membawa Inggris kembali unggul 2-1!

Kroasia berusaha keras untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu. Tekanan demi tekanan dilancarkan, namun pertahanan Inggris yang dikomandoi oleh John Stones tampil solid. Hingga menit ke-90+4, wasit meniup peluit panjang menandakan berakhirnya pertandingan. Inggris berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 dan meraih clean sheet untuk lini belakang mereka di laga pembuka Grup L ini!

Analisis Statistik dan Duel Kunci

Melihat data statistik secara keseluruhan, pertandingan ini benar-benar seimbang. Penguasaan bola berakhir dengan 55% untuk Inggris dan 45% untuk Kroasia. Untuk shots on target, Inggris berhasil mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan, sedangkan Kroasia mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan. Kedua tim juga sama-sama disiplin, dimana hanya terdapat 2 kartu kuning yang dikeluarkan sepanjang laga, tanpa adanya kartu merah.

Duel antara Luka Modric dan Declan Rice layak mendapatkan apresiasi tersendiri. Modric yang bermain di posisi gelandang bertahan kreatif berhasil mencatatkan 3 tekel sukses, 2 intersepsi, serta 87% akurasi umpan. Sementara itu, Rice yang berperan sebagai jangkar lini tengah Inggris berhasil mencatatkan 5 tekel sukses, 3 intersepsi, dan 91% akurasi umpan. Kedua pemain ini membuktikan mengapa mereka menjadi tulang punggung tim masing-masing dengan performa yang luar biasa!

Kata-Kata Para Pelatih Pasca Pertandingan

"Kami sangat puas dengan hasil ini. Para pemain menunjukkan determinasi tinggi, terutama saat Kroasia berhasil menyamakan kedudukan. Taktik yang kami terapkan berhasil membuahkan hasil dan ini adalah awal yang positif untuk perjalanan kami di Piala Dunia 2026."

"Pertandingan yang sangat ketat. Kami memiliki momen-momen bagus, namun kurang efisien dalam penyelesaian akhir. Namun, saya bangga dengan semangat juang para pemain, terutama Luka Modric yang terus memimpin tim dengan luar biasa. Kami akan bangkit di laga selanjutnya."

Dengan kemenangan ini, Inggris memimpin klasemen sementara Grup L dengan 3 poin. Sementara itu, Kroasia harus segera berbenah untuk laga berikutnya. Namun, satu hal yang pasti, duel epik antara Modric dan Rice akan terus dikenang sebagai salah satu momen terbaik dari laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User