Infantino Saksikan Man City Hancurkan Fluminense 4-0 di Final
Skor akhir 4-0. Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan langsung dari tribune VIP Jeddah saat Manchester City menutup laga dengan dominasi mutlak atas Fluminense dalam final Piala Dunia Antarklub 2...
Skor akhir 4-0. Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan langsung dari tribune VIP Jeddah saat Manchester City menutup laga dengan dominasi mutlak atas Fluminense dalam final Piala Dunia Antarklub 2023. Laga yang berlangsung di King Abdullah Sports City ini selesai dalam tempo 90 menit tanpa perlawanan berarti dari wakil CONMEBOL, dengan penguasaan bola City mencapai 62% berbanding 38% milik Fluminense dan shots on target 8 berbanding 2.
Menit ke-1, Julian Álvarez membuka keran gol melalui aksi cepat yang dimulai dari serangan balik. Starting XI City yang diturunkan Pep Guardiola dengan formasi 4-2-3-1 langsung tancap gas tanpa basa-basi. Phil Foden berperan sebagai assist man pada gol pembuka setelah mencuri bola di tengah lapangan dan mengirim umpan tajam ke kotak penalti. Fluminense yang memakai formasi 4-1-4-1 tampak kaget dan tak pernah benar-benar pulih dari pukulan awal tersebut.
Babak Pertama: City Menekan dari Menit Pertama
Menit ke-23, Rodri melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Fluminense. Tekanan City tak terbendung, dengan Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva mengontrol tempo permainan seperti metronom di lini tengah. Fluminense hanya mampu melakukan serangan sporadis melalui sayap, namun setiap upaya mereka terperangkap dalam jebakan offside yang rapat dibentuk lini belakang City.
Gol kedangkal datang pada menit ke-27 lewat N. Akanji yang memanfaatkan kekacauan di kotak penalti usai tendangan sudut. Bola muntah dari blok pertahanan Fluminense langsung disambar Akanji dari jarak dekat. Skor 2-0 memaksa pelatih Fernando Diniz melakukan penyesuaian taktik dengan menurunkan gelandang bertahan lebih dalam, tapi perubahan itu tak banyak membantu. Hingga jeda babak pertama, City sudah mengunci clean sheet sementara dengan catatan 5 shots on target dari 8 percobaan.
"Kami menghadapi tim terbaik dunia saat ini. Mereka tidak memberikan ruang napas sedikit pun," ujar pelatih Fluminense usai laga.
Babak Kedua: Foden dan Álvarez Tutup Cerita
Masuk babak kedua, Guardiola tidak mengubah formasi. City terus mempermainkan bola dengan satu-dua sentuhan cepat. Fluminense sempat mendapat peluang emas pada menit ke-56, namun tendangan Marcelo dari sisi kiri masih melambung di atas mistar. Menit ke-72, Phil Foden mencetak gol ketiga setelah menerima umpan terobosan dari Álvarez. Foden yang berposisi sebagai false nine dalam beberapa fase laga ini menunjukkan kelasnya dengan finishing dingin ke sudut bawah gawang.
Kartu kuning keluar untuk gelandang Fluminense, André, pada menit ke-80 setelah melakukan tackle keras terhadap Foden. VAR sempat memeriksa insiden tersebut namun memutuskan tidak ada peningkatan hukuman menjadi kartu merah. Tiga menit menjelang waktu normal berakhir, menit ke-88, Julian Álvarez menyelesaikan hat-trick-nya—eh, maaf, brace-nya—dengan gol keempat City. Lagi-lagi Foden menjadi kreator dengan assist silang dari sisi kanan yang disambut volley precisi oleh Álvarez.
Infantino Serahkan Trofi di Tengah Hujan Konfeti
Setelah wasit meniup peluit panjang, Gianni Infantino turun ke lapangan untuk menyaksikan prosesi pengangkatan trofi. Presiden FIFA tersebut terlihat tersenyum saat menjabat tangan Guardiola dan kapten City, Kyle Walker, sebelum menyerahkan medali emas kepada para pemain. Momen itu menandai kemenangan ketiga klub Eropa berturut-turut dalam ajang ini sejak format terbaru diberlakukan.
Dari sisi statistik, laga ini mencerminkan dominasi absolut. Penguasaan bola 62%, 8 shots on target, 4 gol, dan nol kartu merah untuk City menunjukkan performa surgical di level elite. Fluminense pulang dengan pelajaran berharga: menghadapi mesin taktik Guardiola butuh lebih sekadar semangat, butuh presisi dan disiplin yang hampir mustahil ditandingi. Infantino, yang baru saja terpilih kembali untuk periode ketiga, tentu senang melihat produk sepak bola modern dijual dengan sempurna di ajang yang terus dia perjuangkan untuk perluas.
Comments (0)