Oct 10, 2026
Olahraga

Infantino Promosikan Piala Dunia 2026 di Depan Para Walikota AS

Washington, DC — Berdiri tepat di samping trofi paling ikonik dalam sepak bola dunia, Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil panggung utama pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota Amerika ...

Infantino Promosikan Piala Dunia 2026 di Depan Para Walikota AS

Washington, DC — Berdiri tepat di samping trofi paling ikonik dalam sepak bola dunia, Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil panggung utama pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota Amerika Serikat, Kamis, 29 Januari 2026. Dalam momen yang dikemas bak konferensi pers jelang laga final, ia tidak datang membawa statistik pertandingan, melainkan data proyeksi ekonomi yang tak kalah penting: Piala Dunia 2026.

Turnamen edisi ke-23 itu akan menjadi yang pertama digelar oleh tiga negara sekaligus — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan format baru 48 tim, 104 pertandingan, dan durasi sebulan penuh, Infantino menyebut ajang ini sebagai "pesta sepak bola terbesar dalam sejarah" dengan potensi dampak ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi kota-kota tuan rumah.

Panggung Diplomasi di Samping Trofi

Dalam pidatonya, Infantino memposisikan trofi Piala Dunia sebagai simbol yang lebih dari sekadar benda berlapis emas. Ia menggambarkannya sebagai magnet yang mampu menyatukan komunitas, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan sektor pariwisata di 16 kota tuan rumah yang tersebar dari Vancouver hingga Mexico City, serta dari Los Angeles hingga New York/New Jersey.

Transmisi pesan ini terasa strategis. Alih-alih berbicara kepada federasi sepak bola, Infantino berbicara langsung kepada para pengambil kebijakan kota — pihak yang mengendalikan transportasi publik, keamanan, dan infrastruktur. Ia menekankan bahwa keberhasilan turnamen tidak hanya ditentukan oleh performa di atas lapangan, tetapi juga oleh kesiapan kota dalam menyambut jutaan penonton dan wisatawan.

"Piala Dunia bukan hanya tentang 90 menit pertandingan. Ini tentang warisan yang tersisa setelah peluit akhir dibunyikan," ujar Infantino di hadapan para walikota, dikutip dari laporan kantor berita internasional.

Data dan Proyeksi: Angka di Balik Pesta Sepak Bola

Secara statistik, Piala Dunia 2026 memang mencatatkan sejumlah rekor. Jumlah peserta naik dari 32 menjadi 48 tim, jumlah pertandingan melonjak dari 64 menjadi 104, dan total hari penyelenggaraan mencapai sekitar 39 hari. Jika diibaratkan sebuah turnamen klub, ini setara dengan menjalani kompetisi penuh dengan fase grup yang jauh lebih padat dan babak gugur yang lebih panjang.

Infantino menyoroti bahwa setiap kota tuan rumah diproyeksikan menerima gelombang kunjungan wisatawan yang signifikan, dengan dampak berganda pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM. Ia mendorong para walikota untuk memandang turnamen ini sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar beban logistik sesaat.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ekspektasi tinggi harus dibarengi kesiapan nyata. "Kami tidak bisa hanya bermimpi tentang final yang sempurna tanpa mempersiapkan setiap menit menuju ke sana," tambahnya, memberi analogi layaknya pelatih yang menyusun starting XI sebelum pertandingan besar.

Tantangan Tuan Rumah: Dari Infrastruktur hingga Harapan Publik

Dengan tiga negara tuan rumah, koordinasi lintas batas menjadi ujian tersendiri. Perbedaan regulasi, sistem visa, hingga standar keamanan antarnegara menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jauh sebelum kick-off pembukaan di Estadio Azteca. Infantino menegaskan bahwa FIFA akan bekerja sama erat dengan pemerintah federal, negara bagian, dan kota untuk memastikan kelancaran operasional.

Di sisi lain, publik Amerika Serikat dan Kanada masih menyimpan pertanyaan soal biaya. Beberapa kota dilaporkan tengah mengkaji ulang anggaran keamanan dan transportasi yang membengkak. Namun, Infantino optimistis bahwa manfaat ekonomi akan melampaui pengeluaran, dengan proyeksi tambahan output ekonomi nasional yang signifikan dari sektor pariwisata dan konsumsi.

Dalam konteks sepak bola murni, turnamen ini juga menjadi panggung bagi generasi baru bintang dunia. Dengan 48 tim, kesempatan bagi negara-negara yang biasanya hanya menjadi penonton kini terbuka lebar. Ini bisa menjadi "clean sheet" bagi FIFA dalam hal inklusivitas, sekaligus ujian bagi kualitas kompetisi secara keseluruhan.

Menutup pidatonya, Infantino kembali menunjuk trofi yang berdiri di sisinya. Ia menyebutnya sebagai pengingat bahwa sepak bola, pada akhirnya, adalah milik semua orang — bukan hanya pemain, tetapi juga kota, komunitas, dan generasi mendatang yang akan mengingat momen ini jauh setelah wasit meniup peluit panjang.

Dengan waktu kurang dari enam bulan menuju sepak mula, tekanan kini beralih ke lapangan. Kota-kota tuan rumah harus memastikan mereka siap menjadi "pemain" yang solid, bukan sekadar penonton di tribun. Piala Dunia 2026 baru akan dimulai, tetapi pertandingan diplomasi dan logistiknya sudah berlangsung sejak sekarang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User