Ole Romeny Pecah Kebuntuan, Indonesia Tundukkan Singapura di GBK

Skor akhir 1-0 untuk Timnas Indonesia atas Singapura pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Gol tunggal Ole Romeny men...

Oct 09, 2026 - 20:07
0 0
Ole Romeny Pecah Kebuntuan, Indonesia Tundukkan Singapura di GBK

Skor akhir 1-0 untuk Timnas Indonesia atas Singapura pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Gol tunggal Ole Romeny menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat selama 90 menit, sekaligus memastikan tiga poin penuh bagi skuad Garuda di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati tribun.

Striker yang bermain sebagai ujung tombak dalam formasi 4-3-3 itu melepaskan selebrasi emosional setelah bola menghujam gawang Singapura. Momen tersebut menjadi puncak dari tekanan yang dibangun Indonesia sepanjang babak kedua, ketika penguasaan bola tim asuhan pelatih kepala ini menyentuh angka 61 persen berbanding 39 persen milik lawan.

Jalannya Pertandingan: Tekanan Tanpa Henti Sejak Menit Awal

Sejak wasit meniup peluit kick-off, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang. Starting XI yang diturunkan memakai komposisi menyerang dengan dua winger cepat di sisi kiri dan kanan, sementara Romeny menjadi target man di kotak penalti. Menit ke-8, sepakan pertama lahir dari kaki gelandang tengah Indonesia, namun masih melebar tipis di sisi kanan gawang Singapura.

Singapura merespons dengan blok pertahanan rapat berlapis lima pemain di lini belakang. Strategi parkir bus itu membuat ruang di sepertiga akhir lapangan nyaris tertutup. Indonesia mencoba membongkar lewat umpan silang dari sisi sayap, tetapi dua kali offside menjegal langkah Romeny sebelum ia sempat menyentuh bola. Hingga menit ke-30, shots on target Indonesia baru tercatat dua, sementara Singapura belum mengarahkan satu pun tembakan ke gawang.

Menit ke-38, peluang emas hadir lewat skema bola mati. Tendangan bebas dari jarak 25 meter membentur pagar betis dan menghasilkan sepak pojok. Sayangnya, sundulan di tiang jauh masih melayang di atas mistar. Babak pertama ditutup dengan kedudukan kacamata, meski statistik mencatat Indonesia unggul jauh dalam hal umpan sukses, yakni 287 berbanding 154.

Babak Kedua: Romeny Jadi Pembeda di Kotak Penalti

Memasuki paruh kedua, intensitas Indonesia meningkat. Pelatih melakukan rotasi dengan memasukkan pemain kreatif untuk menambah variasi serangan dari lini kedua. Perubahan itu berdampak langsung. Menit ke-52, sebuah umpan terobosan dari celah antara bek tengah dan bek sayap Singapura nyaris menemui Romeny, tetapi kiper lawan keluar lebih cepat untuk mengamankan bola.

Gol yang ditunggu akhirnya datang lewat kombinasi umpan pendek di tepi kotak penalti. Romeny menerima bola dengan punggung menghadap gawang, berputar cepat melewati penjaganya, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri bawah yang tak terjangkau kiper. Assist dicatat atas nama gelandang sayap yang mengirim umpan matang tersebut. Selebrasi pun pecah, suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh.

Setelah gol itu, Singapura mencoba keluar dari tekanan. Mereka menaikkan garis pertahanan dan menambah pemain di lini depan. Namun disiplin lini belakang Indonesia tetap terjaga. Dua penyelamatan penting dilakukan bek tengah pada menit ke-71 dan 79, sementara satu tembakan Singapura membentur tiang gawang pada menit ke-84. VAR sempat meninjau potensi pelanggaran di kotak penalti, tetapi wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

Statistik dan Catatan Taktis

Secara keseluruhan, Indonesia mencatatkan penguasaan bola 61 persen, dengan 14 tembakan total dan 6 di antaranya shots on target. Singapura hanya menghasilkan 5 tembakan dan 2 mengarah ke gawang. Jumlah sepak pojok juga timpang, 9 berbanding 3 untuk Indonesia. Dari sisi disiplin, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning, dua untuk pemain Singapura dan satu untuk penggawa Indonesia akibat protes berlebihan.

Romeny sendiri menyelesaikan laga dengan catatan impresif: 4 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran, serta 2 dribel sukses. Ia juga terlibat dalam 7 duel udara, memenangkan 4 di antaranya. Performa ini menegaskan perannya sebagai penyerang utama dalam skema serangan cepat yang diterapkan tim pelatih.

"Kami tahu gol akan datang jika terus menekan. Ole bekerja sangat keras malam ini, dan itu terbayar," ujar pelatih kepala Timnas Indonesia dalam sesi konferensi pers usai laga.

Dengan tambahan tiga poin, Indonesia menjaga peluang lolos dari fase grup. Clean sheet juga menjadi modal berharga sebelum menghadapi laga berikutnya. Sementara bagi Singapura, kekalahan ini membuat mereka wajib menang di pertandingan tersisa untuk tetap berpeluang melaju ke babak gugur.

Sorotan kini tertuju pada konsistensi lini serang Indonesia. Jika Romeny mampu menjaga ketajaman dan suplai bola dari sektor sayap terus membaik, bukan tidak mungkin ambisi melaju jauh di FIFA ASEAN Cup 2026 ini bukan sekadar wacana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User