Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Takluk 0-2 dari Vietnam

Skor akhir 0-2 di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu malam, mengubur ambisi Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Sundulan Nguyen Minh Quan menit ke-34 dan penalti Pham Van Long menit ke-78 ...

Aug 10, 2026 - 11:17
0 0
Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Takluk 0-2 dari Vietnam

Skor akhir 0-2 di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu malam, mengubur ambisi Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Sundulan Nguyen Minh Quan menit ke-34 dan penalti Pham Van Long menit ke-78 memastikan Garuda — yang sebenarnya hanya butuh satu poin — angkat koper dari fase grup dengan cara yang menyakitkan.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa tim Merah Putih kesulitan sepanjang 90 menit. Penguasaan bola Indonesia hanya 42 persen berbanding 58 persen milik tuan rumah. Shots on target timpang 2 berbanding 7, total percobaan 9 berbanding 14, sementara expected goals (xG) Garuda cuma 0,8 lawan 1,9. Akurasi umpan Indonesia 76 persen, tertinggal jauh dari Vietnam yang menembus 84 persen.

Babak Pertama: Vietnam Mendikte, Garuda Kehilangan Ritme

Indonesia membuka laga dengan formasi 4-3-3, menempatkan Rizky Pratama sebagai ujung tombak diapit Fajar Ramadhan dan Ilham Maulana di sektor sayap. Namun starting XI terbaik Garuda langsung tertekan oleh pressing tinggi tuan rumah yang bermain dengan pola 3-4-3 dan berani menguasai bola sejak menit awal.

Menit ke-12, Vietnam nyaris membuka skor ketika sundulan Tran Duc Anh menyambut sepak pojok masih melebar tipis di sisi kanan gawang Arya Nugraha. Indonesia baru merespons menit ke-23 — Fajar Ramadhan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola tepat mengarah ke pelukan kiper tuan rumah.

Petaka datang menit ke-34. Umpan silang mendatar Tran Duc Anh dari sisi kiri gagal diantisipasi barisan belakang Garuda, dan Nguyen Minh Quan yang berdiri bebas menanduk bola ke sudut bawah gawang. Skor 1-0. Menit ke-41, gelandang Bagas Saputra diganjar kartu kuning setelah tekel keras di tengah lapangan, menambah daftar masalah Indonesia sebelum turun minum.

Babak Kedua: Gol Dianulir VAR, Penalti Menutup Cerita

Tertinggal satu gol, sang pelatih mengubah formasi menjadi 3-4-3 dengan memasukkan striker kedua menit ke-52. Perubahan itu sempat menghidupkan harapan. Menit ke-63, Rizky Pratama lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tetapi sepakannya masih bisa ditepis secara gemilang.

Momen paling dramatis terjadi menit ke-71. Fajar Ramadhan menjebol gawang Vietnam lewat tendangan voli memanfaatkan kemelut di kotak penalti, namun wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside tipis sang winger saat bola terakhir disentuh rekannya. Stadion My Dinh bergemuruh, bench Indonesia membeku.

Hanya berselang tujuh menit, mimpi Garuda benar-benar runtuh. Menit ke-77, bek Dedi Kurniawan melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan menerima kartu kuning. Pham Van Long maju sebagai algojo dan dengan dingin mengeksekusi penalti menit ke-78 ke pojok kiri gawang. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang, sekaligus mengunci clean sheet bagi tuan rumah.

"Kami datang ke Hanoi hanya membutuhkan satu poin, tetapi dua momen kecil menghukum kami dengan sangat kejam. Efektivitas di kotak penalti menjadi pembeda malam ini. Saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini, dan evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan," ujar sang pelatih kepala dalam konferensi pers seusai laga.

Sorotan Media Vietnam dan Catatan Kelam Garuda

Sejumlah media Vietnam menyoroti tersingkirnya Indonesia sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen kali ini. Dengan skuad yang dihuni banyak pemain berpengalaman di kompetisi luar negeri, Garuda dinilai tampil jauh di bawah ekspektasi — gagal lolos dari fase grup dan hanya mampu mencetak tiga gol dalam empat pertandingan.

Catatan statistik fase grup memang tidak berbohong. Indonesia mengakhiri Grup B di peringkat ketiga dengan 4 poin dari 4 laga (1 menang, 1 imbang, 2 kalah), tertinggal empat angka dari Vietnam yang finis sebagai runner-up. Dua dari empat laga dilalui tanpa mencetak gol, dan lini depan Garuda hanya melepaskan rata-rata 2,5 shots on target per pertandingan — salah satu yang terendah di turnamen.

Dengan tersingkirnya Indonesia, Vietnam kini bersiap menghadapi juara Grup A di semifinal. Sementara itu, Garuda pulang membawa pekerjaan rumah besar: membenahi ketajaman lini serang, memperdalam komposisi skuad, dan mengevaluasi arah proyek timnas jelang agenda kualifikasi Piala Asia tahun depan. Malam di Hanoi ini akan lama diingat — bukan sebagai perjuangan heroik, melainkan sebagai antiklimaks yang mengecewakan bagi jutaan pendukung setia Merah Putih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User