Indonesia Raih Perunggu SEA V Cup 2026 Usai Bungkam Kamboja di Velodrome

Skor akhir 3-0 (25-19, 25-21, 25-18) menjadi penutup manis perjuangan Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026. Berlaga di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (26/7/2026), pasukan arahan pelatih kep...

Indonesia Raih Perunggu SEA V Cup 2026 Usai Bungkam Kamboja di Velodrome

Skor akhir 3-0 (25-19, 25-21, 25-18) menjadi penutup manis perjuangan Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026. Berlaga di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (26/7/2026), pasukan arahan pelatih kepala Li Qiujiang tampil dominan sejak menit pertama hingga laga usai. Kemenangan ini memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu, sekaligus membalas kekalahan tipis 2-3 dari Kamboja di babak penyisihan grup beberapa hari sebelumnya.

Dominasi Sejak Set Pertama: Formasi 4-2 Berbuah Manis

Pelatih Li Qiujiang melakukan perubahan taktik signifikan dengan menurunkan formasi 4-2 (dua setter, empat spiker) yang jarang digunakan di laga sebelumnya. Starting XI Indonesia langsung tancap gas. Pada menit ke-5, open spike keras dari Rivan Nurmulki membuka keunggulan 5-2. Kamboja yang mengandalkan serangan dari sisi kiri melalui Sovannara Sem kesulitan menembus blok ganda Indonesia yang dikomandoi Hendra Kurniawan dan Nizar Julfikar.

Data statistik menunjukkan penguasaan bola Indonesia mencapai 62% di set pertama, dengan rasio serangan sukses 58% berbanding 39% milik Kamboja. Shots on target atau spike yang tepat sasaran tercatat 14 berbanding 7. Keunggulan ini terus terjaga hingga akhir set. Poin terakhir set pertama ditutup dengan servis ace dari Dio Zulfikri pada menit ke-23, membuat skor menjadi 25-19. Kamboja sempat memberikan perlawanan lewat blok ganda mereka, namun koordinasi lini belakang Indonesia yang dikawal libero Fahri Septian mampu meredam setiap serangan balik.

“Kami datang dengan persiapan matang. Kamboja bukan lawan mudah, tapi anak-anak menunjukkan fokus luar biasa. Formasi 4-2 memberi kami fleksibilitas dalam mengatur tempo serangan,” ujar Li Qiujiang dalam konferensi pers usai laga.

Set Kedua: Pertarungan Ketat dan Momen Krusial VAR

Memasuki set kedua, Kamboja meningkatkan intensitas. Mereka mengubah formasi menjadi 5-1 dengan setter tunggal, mencoba mempercepat transisi serangan. Hasilnya, skor sempat imbang 8-8 pada menit ke-12. Namun, Indonesia merespons dengan rotasi pemain. Masuknya Doni Haryono sebagai opposite menggantikan Rivan Nurmulki memberi energi baru. Dua kill block berturut-turut dari Hendra Kurniawan pada menit ke-18 dan ke-19 membuat skor menjauh menjadi 18-15.

Momen krusial terjadi pada menit ke-21 ketika wasit sempat memberikan kartu kuning kepada kapten Kamboja, Kim Sophorn, karena protes berlebihan atas keputusan out yang dinilai masuk. Insiden ini memicu peninjauan VAR selama hampir dua menit. Hasil akhirnya, poin tetap diberikan kepada Indonesia setelah tayangan ulang menunjukkan bola menyentuh garis dalam. Keputusan ini memicu euforia penonton Velodrome yang memadati tribun. Indonesia menutup set kedua dengan skor 25-21 setelah serangan cepat dari Farhan Halim yang memanfaatkan assist apik dari setter Muhammad Maliki.

Sepanjang set ini, Indonesia mencatatkan 12 spike sukses, 3 blok, dan 2 servis ace. Sementara Kamboja hanya mampu membukukan 9 spike dan 1 blok. Penguasaan bola tetap dikuasai Indonesia dengan 58%, meski sempat turun karena tekanan servis keras dari pemain sayap Kamboja, Chanrithy Uch.

Set Ketiga: Clean Sheet dan Strategi Servis Menyudutkan Lawan

Memasuki set ketiga, Indonesia semakin percaya diri. Li Qiujiang memerintahkan pemainnya untuk fokus pada servis panjang ke area belakang lapangan Kamboja, sebuah taktik yang terbukti efektif. Pada menit ke-8, tiga servis ace beruntun dari Rivan Nurmulki, Dio Zulfikri, dan Farhan Halim membuat skor melesat menjadi 12-5. Kamboja terpaksa memanggil time-out dua kali berturut-turut untuk menenangkan permainan.

Namun, momentum tetap berada di tangan Indonesia. Blok ganda yang dibangun Hendra Kurniawan dan Nizar Julfikar tercatat menghasilkan 4 kill block di set ini saja. Kamboja yang mencoba bermain lebih sabar dengan bola-bola tinggi justru kerap gagal karena tekanan pertahanan Indonesia. Pada menit ke-19, terjadi rally terpanjang di pertandingan ini yang berlangsung 32 pukulan. Rally tersebut berakhir dengan spike keras dari Doni Haryono yang menghujam lantai lapangan, memicu gemuruh penonton. Skor berubah menjadi 20-14.

Poin kemenangan tercipta pada menit ke-24 melalui block solo dari Hendra Kurniawan yang menutup serangan cepat Kamboja. Skor akhir 25-18 sekaligus mengamankan clean sheet untuk Indonesia di laga perebutan tempat ketiga ini. Statistik akhir pertandingan menunjukkan Indonesia unggul telak dalam penguasaan bola (60%-40%), shots on target (35-19), dan blok (9-3). Tidak ada kartu merah sepanjang laga, namun wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Kamboja dan satu untuk Indonesia.

“Kami sangat bangga. Medali perunggu ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kami sudah belajar dari kekalahan sebelumnya, dan hari ini kami buktikan bahwa kami bisa menang dengan percaya diri,” ucap Rivan Nurmulki yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan total 18 poin.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Timnas Voli Putra Indonesia menjelang ajang internasional berikutnya. Dengan kekuatan starting XI yang solid dan kedalaman skuat yang mumpuni, Indonesia menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di kancah voli Asia Tenggara. Velodrome yang penuh sesak menjadi saksi kebangkitan voli putra Indonesia, dan para pemain pun disambut meriah oleh para suporter yang setia mendukung sejak babak penyisihan.

Perjalanan Indonesia di SEA V Cup 2026 memang tidak mudah. Sempat kalah dari Kamboja di grup, namun mereka bangkit di momen yang paling menentukan. Kini, dengan medali perunggu di tangan, target berikutnya tentu adalah merebut gelar juara di edisi mendatang. Satu hal yang pasti, tim ini memiliki mental juara dan kualitas teknis yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User