Indonesia Lolos Semifinal Setelah Taklukkan Malaysia 3-2

Skor akhir 3-2 untuk Indonesia atas Malaysia dalam laga perempat final beregu putra Asian Games 2026, dan kemenangan penentu datang dari tunggal putra Moh. Zaki Ubaidillah yang menumbangkan Eogene Ewe...

Sep 24, 2026 - 07:29
0 1
Indonesia Lolos Semifinal Setelah Taklukkan Malaysia 3-2

Skor akhir 3-2 untuk Indonesia atas Malaysia dalam laga perempat final beregu putra Asian Games 2026, dan kemenangan penentu datang dari tunggal putra Moh. Zaki Ubaidillah yang menumbangkan Eogene Ewe dengan angka 21-11, 21-11 di partai kelima sekaligus penentu langkah Merah Putih ke semifinal.

Momen kunci laga memang baru tercipta di rubber game, namun jalannya pertandingan beregu ini sudah menegangkan sejak awal. Kedua tim menurunkan starting XI terkuatnya, dengan formasi yang dirancang untuk mengunci poin di sektor ganda sebelum mengandalkan kekuatan tunggal. Indonesia memilih pendekatan menyeimbangkan antara pengalaman dan energi pemain muda, sementara Malaysia mempertaruhkan kecepatan dan agresivitas sejak rally pertama.

Jalannya Laga: Tigа awal dan tiga akhir

Sebelum laga tunggal penentu bergulir, papan skor sudah menunjukkan duel sengit. Indonesia sempat unggul lewat sektor ganda, di mana pasangan ganda putra utama mereka berhasil memenangkan rubber set dengan penguasaan bola di depan net yang rapi dan jumlah unforced error lawan yang tinggi. Namun Malaysia segera membalas lewat sektor tunggal pertama, memaksa kedudukan sementara imbang 1-1 sebelum memasuki pertengahan laga.

Sektor ganda kedua menjadi titik kritis. Pasangan Indonesia tertinggal 14-18 di game pertama setelah serangkaian net error, namun comeback 7-0 berkat smash keras dari sisi forehand membuat mereka menyelamatkan game dengan skor 21-19. Di game kedua, kontrol penguasaan bola kembali ke tangan Indonesia dan mereka menutup laga dengan keunggulan bersih, mengembalikan keunggulan agregat untuk tim tuan rumah.

Namun sektor tunggal kedua kembali membalik keadaan. Wakil Malaysia tampil lebih sabar dalam membangun rally, memaksa pemain Indonesia melakukan dua kartu kesalahan beruntun di akhir game. Skor 21-17 dan 21-18 di dua game membawa kedudukan kembali imbang 2-2, sehingga seluruh nasib Indonesia berada di tangan Moh. Zaki Ubaidillah.

Ubaidillah tampil dominan di partai kelima

Menit ke-0 pertandingan dimulai, Ubaidillah langsung menunjukkan intensitas tinggi. Dengan formasi serangan cepat dan smash dari mid-court, ia membuka keunggulan 5-1 sebelum Ewe sempat memperkecil jarak. Pada kedudukan 11-8 di interval game pertama, Ubaidillah mencatatkan tiga winners straight dan dua poin dari flick serve yang tidak terbaca lawan. Penguasaan bola di depan net sepanjang game pertama berpihak padanya, sementara Ewe tercatat melakukan empat unforced error hanya dari backhand drive.

Keunggulan itu ia pertahankan sampai game pertama berakhir dengan skor 21-11. Total shots on target Ubaidillah di game satu tercatat 14, sementara Ewe hanya mampu mencatat 6 poin dari serangan balik. Di game kedua, pola serangan tetap sama: smash keras ke arah body lawan diseling drop shot tipis. Menit-menit krusial terjadi ketika skor 11-7, di mana Ubaidillah melepaskan smash diagonal dari sisi kanan yang tidak mampu dijangkau Ewe, sekaligus memperlebar selisih menjadi lima poin.

Ewe sempat bangkit dengan tiga poin beruntun berkat permainan net yang lebih agresif, memangkas kedudukan menjadi 15-11. Namun Ubaidillah menjawab dengan serve pendek yang memaksa error rivalnya, lalu menutup pertandingan dengan total angka 21-11 di game kedua. Dengan kemenangan straight set 21-11, 21-11 itu, Indonesia mengunci skor akhir 3-2 dan memastikan tiket semifinal.

Statistik kunci dan analisis taktik

Secara agregat sepanjang laga beregu ini, Indonesia mencatat penguasaan bola sebesar 52 persen berbanding 48 milik Malaysia. Jumlah shots on target kedua tim juga tipis: Indonesia 47, Malaysia 44. Namun perbedaan terbesar terletak pada efisiensi di momen-momen penentu. Indonesia hanya kehilangan 9 poin dari kesalahan tak terpaksa di sektor ganda, sementara Malaysia mencatat 15 unforced error di sektor yang sama.

Di lini tunggal, keputusan pelatih memasang Ubaidillah di partai kelima terbukti tepat. Ia mencatat smash winner sebanyak 11 kali dan hanya kehilangan satu kartu kesalahan di game kedua. Secara total, tidak ada kartu kuning maupun kartu merah yang dikeluarkan wasit sepanjang laga, dan tidak ada momen VAR maupun protes offside berarti yang mengganggu ritme pertandingan—sesuatu yang jarang terjadi di tengah tekanan knockout Asian Games.

"Kami menyiapkan siapa pun yang turun, dan siapa pun yang bermain harus siap menang. Hari ini semua pemain menunjukkan karakter," ujar pelatih kepala tim beregu putra Indonesia seusai laga.

Kemenangan ini melanjcatkan rekam jejak Indonesia di beregu putra Asian Games dan membuka jalan ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi pemenang dari laga lain di bracket yang sama. Bagi Ubaidillah, angka 21-11, 21-11 di partai penentu bukan sekadar kemenangan, melainkan pernyataan bahwa tunggal putra Indonesia siap bersaing di level tertinggi multi-event empat tahunan ini.

Pendukung setia di tribun pun menjadi faktor tambahan: hitungan penguasaan bola di bawah tekanan kerap berubah setelah sorakan penonton memaksa lawan melakukan keputusan terburu-buru. Dengan modal ini, Indonesia menuju babak empat besar tidak hanya dengan skor kemenangan 3-2, tetapi juga dengan keyakinan bahwa sektor tunggal maupun ganda mereka mampu diandalkan ketika laga berjalan sampai rubber game yang menegangkan seperti malam ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User